>

Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo terus berupaya menghadirkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di seluruh wilayah terpencil, khususnya wilayah pesisir di daerah itu.

Kepala Dinas Kehutanan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Gorontalo Husen Hasni, menjelaskan, sejauh ini pemprov sudah berupaya menghadirkan tiga SPBN, namun masih perlu untuk ditambah lagi.

"Untuk saat ini, SPBN ada satu unit di pelabuhan ikan Kota Gorontalo dan dua unit di Kabupaten Gorontalo Utara," kata Husen, Kamis.

Ia mengakui bahwa sejauh ini memang masih sangat dibutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk menghadirkan SPBN di wilayah kepulauan, untuk mendekatkan BBM ke masyarakat.

Menurutnya, terlebih soal adanya rencana penyatuan atau pemerataan harga BBM di wilayah Indonesia, akan sangat membantu masyarakat nelayan yang jauh jangkauan mereka untuk mendapatkan BBM di SPBU.

"Selama ini banyak nelayan yang mengeluhkan tidak ada SPBN di daerah terpencil, meskipun mereka terbantu dengan adanya depot pengeceran BBM, namun harganya sudah sangat tinggi," ujarnya.

Namun dari semua keluhan masyarakat, sejauh ini pendistribusiannya lancar-lancar saja, tidak ada keluhan yang signifikan, keterlambatan hanya pada kapal pengangkut BBM jika ada kendala cuaca dan itu sudah ada antisipasi dini dimasyarakat.

"kalaupun ada desakan dari masyarakat kejadiannya hanya satu atau dua kali saja, dan kami belajar dari pengalaman itu," jelasnya. (Farid Dihuma - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Investor asal Kuwait, Mr Rajan Ethirajan dari perusahaan PT Al Subol General Trading dan Arab Saudi, Mr Jiju Thundiyil John, tertarik berinvestasi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gorontalo.

Menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo Budianto Sidiki, Rabu, mengatakan, keinginan mereka untuk berinvestasi di Gorontalo, khususnya energi panas bumi, setelah sebelumnya Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyampaikan beberapa potensi daerah dalam pembukaan "Indonesia Midle East Update 2016" di daerah itu.

Dimana sesuai data dari Kementerian ESDM menunjukan adanya potensi energi panas bumi atau Geothermal di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo yang mampu menghasilkan pasokan listrik hingga 110 Megawatt (MW), serta 20 MW di Kabupaten Gorontalo.

"Namun untuk mengelolah potensi itu, ada sedikit kendala yaitu pada proses lelang nantinya," katanya.

Menurutnya, hal ini berkaitan dengan regulasi di tingkat pusat, namun pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar calon investor ini tetap tertarik mengucurkan dananya untuk berinvestasi di Gorontalo.

Soal regulasi dan aturan perizinanya nanti, lanjut Budianto, melalui kebijakan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sudah menjamin untuk mempermudah dan memperpendek apa yang menjadi syarat sebuah perusahaan berinvestasi.

"Meskipun ketersedian listrik di Gorontalo sudah surplus, tapi 2 hingga 3 tahun ke depan kita tetap butuh tambahan energi listrik," jelasnya. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menawarkan pengelolaan energi panas bumi atau "Geothermal" kepada calon investor asal negara-negara Timur Tengah, dalam kegiatan "Business Matching" Indonesia Middle East Update (IMEU) 2016.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo, Winarni Monoarfa, menjelaskan pada pertemuan bisnis nanti dengan calon investor, selain menawarkan pengembangan energi panas bumi, juga menawarkan investasi sektor pariwisata.

"Diantaranya adalah pengembangan kepulauan Saronde, Taman laut Olele dan Pentadio Resort," kata Winarni, Minggu.

Selain itu, lanjut Sekda, di sektor perdagangan dan industri, pemerintah menawarkan komoditi perikanan dan hasil laut, pertanian, perkebunan, dan kehutanan, serta sektor Agroindustri dan peternakan.

Kegiatan IMEU direncanakan akan dibuka wakil Menteri Luar Negeri RI, Abdurrahman M. Fachir dan dihadiri para kepala perwakilan negara-negera Timur Tengah di Indonesia, seperti Dubes Oman, Dubes Mesir, Dubes Kuwait serta duta besar Indonesia untuk Jordania.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menjelaskan bahwa Pemprov Gorontalo semaksimal mungkin akan memberikan beberapa kemudahan bagi calon investor untuk berinvestasi di Gorontalo.

"Pemerintah menjamin dari segi keamanan Gorontalo cukup aman, sementara untuk infrastruktur penunjang lainya, cukup memadai," kata Rusli.

Meskipun demikian pemerintah akan terus berupaya memperbaiki semua fasilitas pendukung lainya, sehinga kegiatan investasi yang berpengaruh terhadap perekonomian Gorontalo akan berjalan lancar. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mulai mendistribusikan minyak tanah gratis untuk kebutuhan tradisi malam pasang lampu "Tumbilotohe" yang biasa digelar umat Islam di daerah itu pada H-3 Lebaran.

Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin di Gorontalo, Jumat, mengatakan pemkab sudah menerima distribusi minyak tanah dari pemerintah provinsi 10 kiloliter atau 10 ribu liter atau 46,5 drum.

Distribusi awal diterima pemerintah daerah dari kabupaten lainnya, mengingat Gorontalo Utara ada di pintu masuk Provinsi Gorontalo atau berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Utara.

Pada Jumat, distribusi dilakukan di kecamatan-kecamatan dan segera disalurkan ke pemerintah desa agar umat Islam segera memanfaatkannya.

"Jatah ini harus disalurkan dengan benar, sesuai kebutuhan malam pasang 'Tumbilotohe', sehingga pemerintah desa dituntut menyalurkannya dengan tepat. Takarannya harus merata agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial," ujar Indra.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemkab Gorontalo Utara Marzuki Pulumuduyo mengatakan jatah minyak tanah terbanyak untuk Kecamatan Kwandang yang ada di pusat kabupaten, yakni lima drum mengingat warganya paling banyak dan kecamatan lainnya menerima 3-4 drum.

Teknis penyalurannya dari pihak pemkab disalurkan ke pemerintah kecamatan, kemudian pemerintah desa yang akan menyalurkan langsung kepada masyarakat.

Kepala Desa Milango, Kecamatan Tomilito, Ratna Tilahunga, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima pasokan minyak tanah gratis padahal malam pasang lampu "Tumbilotohe" segera dimulai Jumat malam.

Ia berharap, pemerintah daerah segera menyalurkan kebutuhan tersebut agar memudahkan masyarakat menjalankan tradisi itu.

Ia mengatakan harga minyak tanah eceran di pasar umum di daerah itu mencapai Rp25 ribu per liter. (Susanti Sako - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

Gorontalo, Sebanyak 80 ribu liter minyak tanah gratis akan dibagikan Pemerintah Provinsi Gorontalo secara gratis untuk perayaan tradisi malam pasang lampu atau Tumbilotohe.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan minyak tanah tersebut dibagikan ke pemda kabupaten dan kota untuk didistribusikan kepada masyarakat.

"Kenapa kami ambil alih? ada yang bertanya-tanya soal ini. Sekarang minyak tanah bersubsidi tidak ada lagi di pasaran, setelah konversi minyak tanah ke elpiji," ujarnya di Gorontalo, Rabu.

Ia berharap distribusi minyak tanah tersebut dapat membantu warga untuk menyemarakkan Tumbilotohe hingga ke sudut-sudut desa.

Sementara itu, Kabupaten Gorontalo memperoleh minyak tanah gratis dari Pemerintah Provinsi Gorontalo sebanyak 12.000 liter.

Kepala Bagian Ekonomi dan Penanaman Modal Sekretariat Daerah Pemkab Gorontalo Ibrahim Jantu mengatakan minyak tanah tersebut akan didsitribusikan ke 19 kecamatan.

"Untuk Kabupaten Gorontalo, Tumbilotohe kami pusatkan di Taman Budaya Limboto dan akan mendapatkan 1.400 liter minyak tanah," ujar Ibrahim.

Sedangkan pendistribusian di tiap kecamatan akan berbeda jumlahnya tergantung daerah utama atau bukan.

"Pembagian minyak tanah tidak sama disetiap kecamatan, untuk daerah yang berada di jalan protokol akan diberikan 1.000 liter atau lima drum dan kecamatan lainnya sebanyak 400 liter atau dua drum," jelasnya.

Tumbilotohe atau pasang lampu adalah tradisi pada tiga malam di penghujung Ramadhan dengan menyalakan lampu-lampu tradisional.

Setiap halaman rumah warga dipasangi puluhan hingga ratusan lampu yang letaknya didesain menurut keinginan masing-masing.

Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar Festival Tumbilotohe setiap tahun untuk mengangkat kembali nilai-nilai agama dan budaya lokal dari tradisi. (Debby Hariyanti Mano - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Dalam rangka mengantisipasi dan menjaga kestabilan distribusi Elpiji menjelang Ramadhan & Idul Fitri tahun 2016, maka berdasarkan informasi dari PT. Pertamina bahwa telah ditunjuk dan disiapkan "Pangkalan Siaga" yang dioptimalkan buka 24 Jam dan tersebar di seluruh Kab/Kota se Prov. Gorontalo yang akan mendaptkan prioritas khusus utk ketersediaan stok dan kesesuaian standar harga distribusi.

Daftar Pangkalan Gas Siaga PT Pertamina dapat di unduh di sini.

  1. Kota Gorontalo
  2. Kabupaten Gorontalo
  3. Kabupaten Boalemo
  4. Kabupaten Bone Bolango
  5. Kabupaten Pohuwato
  6. Kabupaten Gorontalo Utara

Unduh Daftar

 

sumber : Bagian Ekonomi Biro P2E Provinsi Gorontalo

Dipublikasikan pada Pengumuman
Sabtu, 04 Jun 2016 17:12

Bersama Atasi Krisis Listrik

Gorontalo, Setiap berkunjung ke suatu daerah dan menanyakan keluhan utama yang dirasakan sangat besar pengaruhnya, keluhannya hampir sama. "Setiap saya datang ke daerah itu, keluhannya selalu yang saya tanyakan, keluhannya apa. Saya tanyakan ke Pak Gubernur, Bupati, Wali Kota, ke rakyat, sama, listrik. Pak byarpet Pak, byarpet," ucap Presiden Joko Widodo pada acara Peresmian PLTG Gorontalo 100MW di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Jumat (3/6).

Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menambahkan, bahwa tidak sedikit masyarakat suatu daerah yang mengalami pemadaman arus listrik selama 6 jam sehari dan ada juga mengalami pemadaman listrik sebanya 4 kali dalam satu hari. Oleh karenanya, saat dirinya mengundang seluruh gubernur, bupati, wali kota, Presiden mengatakan bahwa permasalahan listrik harus diselesaikan bersama. "Saya sampaikan listrik ini akan kita kejar tapi bagi-bagi pekerjaan. Pembebasan lahan tolong pemerintah pusat dibantu agar cepat membangunnya," kata Presiden.

Dalam pandangan Presiden, pembangunan PLTG Pohuwato Gorontalo adalah yang paling cepat pembangunannya. "Tadi saya diterangkan, di sana hanya 7 bulan, hanya 7 bulan, cepat sekali. Pembebasan lahan, kemudian langsung konstruksi, persiapan konstruksi, kemudian mendatangkan mesinnya, dan alhamdulillah sekarang sudah bisa kita nikmati," ujar Presiden.

Dengan beroperasinya PLTG Gorontalo 100 MW maka Provinsi Gorontalo termasuk provinsi yang telah memasuki kelebihan pasokan listrik. "Berarti sekarang ada tiga provinsi yang sudah aman, termasuk Gorontalo. Yang lain-lain ngantri," kata Presiden.

PLTG Gorontalo Contoh Cepatnya Pembangunan PLTG

Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gorontalo 100 MW menjadi penutup kunjungan kerja Presiden yang difokuskan pada ketersediaan listrik. Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo telah berkunjung ke Bangka Belitung, Aceh, Kalimantan Barat dan Gorontalo. "Bisa kita simpulkan bahwa sebetulnya untuk mengejar provinsi-provinsi yang sudah sangat mendesak dan sangat kekurangan (listrik), baik permintaan dari industrinya, dari hotel-hotel, atau juga dari masyarakat, pengerjaan yang paling cepat adalah PLTG," ucap Presiden Joko Widodo kepada wartawan.

PLTG Gorontalo ini satu contoh betapa cepatnya pembangunan PLTG. "Hanya 7 bulan dari konstruksi sampai pemasangan," kata Presiden.

Tentunya, lanjut Presiden, cepatnya pembangunan PLTG Gorontalo didukung oleh manajemen yang baik. "Dan tadi saya memberikan pujian kalau manajemen melihat seperti ini kualitas pengerjaannya bagus. Manajemen bagus dan kualitas pengerjaannya juga baik, dan hanya dikerjakan dalam waktu 7 bulan," kata Presiden. Pengelolaan pembangunan dengan manajemen yang baik juga telah dilakukan di Pontianak dan Lombok.

Pembangkit Listrik di Indonesia Tidak Akan Menggunakan Satu Sumber Energi

Presiden menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan terpaku pada satu sumber energi saja dalam membangun pembangkit listrik. "Jangan hanya pakai solar saja, jangan pake gas saja, jangan hanya batubara saja, semuanya. Semakin variasinya semakin banyak semakin baik. Semua kan, ombak bisa, angin, geothermal, gas juga, batubara juga, kita semuanya ada." ujar Presiden.

Listrik Kebutuhan Utama Investor dan Masyarakat

Permasalahan listrik adalah masalah yang sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. "Kenapa saya keluarkan Perpres percepatan? Karena tidak bisa ditunda-tunda lagi," ucap Presiden.

Perpres yang dimaksud Presiden adalah Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK) karena Presiden beranggapan bahwa ketersediaan listrik merupakan syarat utama yang diperlukan investor. "Sudah tidak mungkin lagi ada investasi datang kemudian suruh nunggu listriknya, pasti balik, pulang. Ada hotel mau bangun di Gorontalo, kemudian tanya listriknya gak ada, pasti balik lagi, pindah ke provinsi yang lain atau pindah ke negara yang lain," ucap Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa listrik merupakan elemen penting yang dibutuhkan banyak sektor, seperti industri dan manufaktur. "Yang paling penting juga anak-anak kita kalau malam hari, belajar juga membutuhkan listrik. Usaha-usaha kecil, usaha-usaha mikro yang di kampung, yang di desa, semuanya membutuhkan listrik. Kalau kunci itu tidak segera kita selesaikan masalahnya sampai kapan pun kita akan begini terus," kata Presiden.

Presiden meminta kepada Gubernur Gorontalo dan Dirut PLN untuk memberikan laporan tentang dampak yang ditimbulkan dengan adanya pembangunan pembangkit listrik. "Berapa rumah tangga baru yang sudah ngantri untuk mendapat aliran listrik, UMKM, usaha kecil, usaha mikro, usaha menengah yang ada di desa, yang ada di kampung berapa jumlahnya. Karena saya ingin memastikan bahwa listrik itu bukan hanya untuk industri yang besar-besar tapi yang kecil-kecil ini juga harus mendapatkan jatah agar menikmati listrik yang telah kita bangun," ujar Presiden.

Penyebab Proyek Mangkrak Karena Tidak Ada Pengawasan

Presiden mengingatkan, adanya pembangkit listrik mangkrak yang dibangun tahun 2007 dan berkapasitas 2x25 MW yang berada di Kabupaten Gorontalo Utara agar diselesaikan sehingga nanti menambah pasokan lagi. "Saya belum bisik-bisik kapan ini bisa rampung? Dirampungkan?," tanya Presiden. "Akhir 2017," ucap Direktur Utama PLN.

Presiden mengingatkan, bahwa proyek mangkrak itu sudah selesai 47% dan berhenti. "Di situ jangan diremehkan, uangnya Rp396 miliar, berhenti kemudian dibiarkan," ujar Presiden.

Presiden menjelaskan, bahwa penyebab dari mangkraknya pembangunan pembangkit listrik disebabkan karena kualitas dari produk yang dipakai tidak dikontrol sehingga barangnya jelek dan dalam proses perjalanan sebuah proyek besar seperti ini memakan pekerjaan besar, tidak ada pengawasan yang terus menerus.

Bekerja Itu Diawasi

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa dirinya akan melihat perkembangan jalan outer ringroad yang di Gorontalo, meski pernah melihat jalan tersebut. "Saya lihat sudah dimulai, sudah beberapa kilo, saya mungkin mau lihat lagi. Saya cek problemnya apa, masalahnya apa harus selalu dilihat, selalu dikontrol. Kelemahan kita ini kalau tidak diawasi, kalau tidak dicek ini gampang sembrono," kata Presiden.

Presiden mengatakan bahwa bekerja itu diawasi, bekerja itu dikontrol. "Manajemen memang seperti itu, tidak bisa groundbreaking langsung dilepas, nggak dilihat, ya nggak jadi," ujar Presiden.

Oleh karenanya tidaklah heran bila Presiden mengatakan, bahwa dirinya akan meninjau berkali-kali proyek yang telah groundbreaking. "Kalau saya datang sekali, menteri pasti datang 2 kali, kalau saya 5 kali, menterinya pasti 10 kali, dirjennya pasti 20 kali, ke bawahnya pasti 2 kali, 2 kali," ujar Presiden.

Awasi Pertambangan dan Konservasi Hutan

Presiden juga menginstruksikan kepada Kapolda dan Pangdam dan jajaran di bawahnya untuk menjaga bidang pertambangan dan bidang konservasi hutan. "Baik yang di pantai manggrove kita, baik tadi saya lewat di hutan untuk Burung Maleo, Hutan Panua juga dijaga betul. Itu adalah warisan hutan yang nanti yang bisa kita wariskan kepada anak cucu kita," pungkas Presiden. (Humas Kemensetneg)

Dipublikasikan pada Berita Nasional

Gorontalo, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi atas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Desa Maleo, Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo.

Orang nomor satu di Indonesia itu menyebutkan, pembangunan PLTG Paguat menjadi yang tercepat bila dibandingkan dengan pembangkit listik lainnya. Terbukti, hanya dalam waktu tujuh bulan, pekerjaan pembangunan PLTG ini berhasil diselesaikan.

“Saya lihat disini, di PLTG Pohuwato Gorontalo ini, paling cepat bila dibanding dengan yang lainnya,” kata Jokowi, saat peresmian PLTG Paguat di Pohuwato, Jumat (3/6).

Selesainya pembangunan PLTG ini, maka Provinsi Gorontalo sudah mengalami kelebihan pasokan listrik sebesar 45 Mega Watt (MW). “Artinya, dengan adanya kelebihan daya listrik sebesar 45 MegaWatt di Gorontalo, membuktikan bahwa sudah ada tiga provinsi yang listriknya sudah aman,” tambah Jokowi.

Seperti diketahui, PLTG yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo itu merupakan proyek pembangkit listrik pertama telah beroperasi, dari program pembangunan pembangkit listrik 35 ribu KiloWatt (KW). Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Paguat Dual Fuel Gorontalo ini memiliki kapasitas 100 MegaWatt (MW).

Kehadiran PLTG Paguat ini disebut, sebagai salah satu komitmen pemerintah dalam menutup kekurangan listrik. (Humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pagi ini bertolak ke Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Jumat (3/6).
Di Pohuwato, Presiden akan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gorontalo kapasitas 100 MW. PLTG yang berlokasi di Desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Ini adalah proyek pembangkit listrik pertama yang telah beroperasi dari program pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW.

Peresmian PLTG Gorontalo ini merupakan agenda dari kunjungan kerja Presiden di hari ketiga. Kunjungan kerja Presiden ke beberapa provinsi ini difokuskan untuk mengatasi ketersediaan listrik.
“Kenapa kita kemarin ke Bangka Belitung, Aceh, kemudian ke Kalimantan Barat, besok ke Gorontalo? Dalam rangka menyelesaikan keluhan-keluhan masyarakat mengenai listrik, kekurangan listrik,” ucap Presiden kepada wartawan di Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (2/6).

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Dirut PLN Sofyan Basir dan Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit.

Pembangunan proyek PLTG Gorontalo 4 x 25 Mega Watt (MW) relatif cepat, sejak dilakukan Groundbreaking pada 19 september 2015 lalu, tak kurang dalam waktu 7 bulan, PLN berhasil merampungkan seluruh pengerjaannya.

PLTG Gorontalo telah melayani kebutuhan listrik masyarakat sejak 11 April 2016, Dengan masuknya system PLTG Gorontalo ini, akan menjadi jawaban kebutuhan listrik di wilayah Sulutgo, khususnya Gorontalo dan mampu meningkatkan rasio elektrikfikasi hingga 84,4 persen. Selain itu PLN berharap penambahan daya pasok listrik bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di Gorontalo.

Saat ini, beban puncak listrik pada sub sistem kelistrikan Gorontalo adalah 85 MW dengan jumlah pelanggan hingga akhir Mei 2016 mencapai 235 ribu pelanggan. Dengan beroperasinya PLTG Gorontalo, akan sangat membantu dalam memenuhi permintaan pelanggan baru hingga 35 ribu pelanggan di seluruh Provinsi Gorontalo.

Selain itu PLTG Gorontalo juga berperan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Provinsi Sulawesi Utara melalui sistem interkoneksi kelistrikan Sulawesi Utara – Gorontalo 150kV.

Total keseluruhan daya mampu sistem Sulutgo saat ini sebesar 368,65 MW dengan beban puncak mencapai 319,68 MW, ini artinya ada cadangan listrik sebesar 49,57 MW.

Dalam program 35.000 MW, Sulawesi secara keseluruhan akan mendapatkan alokasi pembangkit dengan total kapasitas mencapai 2608 MW yang tersebar di 21 titik. (Ari Dwipayana, Tim Komunikasi Presiden)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Presiden Joko Widodo, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Duel Fuel Gorontalo kapasitas 100 MW di Desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo, Jumat (3/6).

Program ini adalah proyek pembangkit listrik pertama yang telah beroperasi dari progran pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW.

Pembangunan PLTG Gorontalo 4×25 MW ini relatif cepat. Sejak dilakukan Groundbreaking pada 10 September 2015 laku, pekerjaan pembangunannya hanya memakan waktu 6 bulan.

Menurut Direktur Utama PLN Sofyan Basyir, cepatnya pengerjaan proyek PLTG Gorontalo ini merupakan wujud keseriusan PLN untuk mengejar target pembangunan listrik 35.000 MW yang menjadi program prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam bidang infrastruktur kelistrikan.

Sofyan menambahkan, masuknya PLTG Gorontalo ke dalam sistem kelistrikan mampu menutup kekurangan listrik yang pernah terjadi. Saat ini, kata Sofyan, beban puncak listrij pads sub sistem kelistrikan Gorontalo adalah 85 MW dengan jumlah pelanggan hingga akhir Bulan Mei mencapai 235 ribu pelanggan.

Dengan beroperasinya PLTG Gorontalo, lanjut Sofyan, akan sangat membantu dalam memenuhi permintaan pelanggan baru hingga 35 ribu pelanggan di seluruh Provinsi Gorontalo. PLTG Gorontalo ini juga akan berperan memenuhi kebutuhan listrik di Provinsi Sulawesi Utara melalui sistem interkoneksi kelistrikan Sulawesi Utara-Gorontalo 150 kV. (Ronald-Humas)

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato
Halaman 1 dari 5
© 2018, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo