>

KOTA GORONTALO, Humas – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Anis Naki memimpin aksi bersih pantai dan laut Gorontalo, di Pantai Tamboo Kecamatan Dumbo Raya, Minggu (19/8/2018).

Bersih-bersih pantai ini merupakan gerakan nasional yang bertajuk “Gerakan Menghadap Laut” yang digagas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hari ini secara serentak di seluruh Indonesia pada jam yang sama dilakukan bersih-bersih pantai dari Sabang sampai Merauke.
Ada 73 titik di seluruh Indonesia dilaksanakan bersih-bersih pantai seperti ini dan Gorontalo salah satu dari 73 titik yang menjadi gerakan bersih-bersih pantai yang dikemas dalam Pandu Laut Nusantara, dan Aksi ini juga dalam rangka memperingati HUT ke-73 kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Anis.

Anis mengatakan kegiatan yang kita lakukan hari ini merupakan perhatian sungguh-sungguh kita kepada laut untuk mengurangi jumlah sampah yang berada dipesisir laut.

“Menjaga laut bukan saja urusan pemerintah tapi menjadi tugas bersama termasuk masyarakat,” imbuhnya.

Sesuai hasil survey Universitas of Georgia, Indonesia termasuk 10 negara besar di dunia penyumbang sampah plastik di laut. Diperkirakan tahun 2025 nanti, sudah 70 persen sampah laut itu merupakan sumbangsih dari kita sehingga kalau kita tidak lakukan pencegahan maka ini akan menjadi bencana bagi kita semua.
Anis berharap gerakan ini bukan hanya dilakukan hari ini, tetapi melalui peran Dinas Kelautan dan Perikanan harus rutin kita lakukan satu bulan satu kali.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Sutrisno mengatakan gerakan menghadap laut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kepada seluruh komponen untuk lebih mencintai dan menjaga laut.
Dengan semangat kebaharian kita wujudkan laut berseri, laut yang bersih dan sehat. Ketika lautnya tidak tercemar, terumbu karang terjaga, ekosistemnya terjaga nantinya akan berdampak pada pendapatan nelayan itu sendiri,” ujar Sutrisno.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan pemberian sedekah tempat sampah di pesisir pantai, sedekah ikan untuk kaum duafa, sedekah kaca mata selam untuk anak-anak pesisir dan penyerahan bantuan dari baznas sebanyak 250 orang, pasar murah, dan pelayanan kesehatan gratis.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Kepala Baznas, para pengusaha perikanan, komunitas pencinta laut, komunitas penyelam Gorontalo, dan pemerhati laut manca negara.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo terus menseriusi penanggulangan HIV / Aids pada kalangan remaja di Gorontalo. Tidak hanya dengan melakukan sosialisasi HIV / AIDS di seluruh Sekolah Sekolah Menengah se Gorontalo, kali ini KPA Gorontalo yang di pimpin langsung oleh Ketua Tim Asistensi KPA Provinsi Gorontalo Idah Syahidah, menggandeng beberapa stake holder terkiat melakukan diskusi terbuka bersama masyarakat Generasi Berencana (Genre) ,Sabtu, (18/8/2018).
Diskusi yang mengambil thema “Membentuk generasi remaja sebagai generasi penerus bangsa yang sehat, berkualitas dan mandiri” ini, dibuka langsung oleh Idah Syahidah. Idah dalam pemaparannya mengatakan mengatasi permasalahan HIV / Aids dilakalangan remaja tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan komitmen dan perhatian serius dari semua pihak termasuk pemerintah daerah, swasta dan kelompok masyarakat lainnya

“Mengurus generasi muda penerus bangsa ini sangatlah tidak mudah. Zaman sekarang ini kita sudah darurat narkoba, darurat seks bebas apalagi HIV/Aids. Jadinya kita hadir disini diskusi lebih dalam, bagaimana cara mengatasi permasalahan ini,” kata Idah

Idah melanjutkan, hingga tahun 2018 sudah lebih dari 400 orang yang dinyatakan positif mengidap virus tersebut. Angka itu semakin bertambah jika tidak melakukan pencegahan dan penanggulan penyakit secara cepat dan tepat.
Kita pribadi dari tim KPA, selain intens melakukan sosialisasi di sekolah sekolah, KPA juga menggandeng perguruan tinggi swasta dan negeri di Gorontalo untuk terlibat dalam kampanye cegah HIV/Aids. Di setiap kampus dibentuk pos-pos relawan yang diharapkan bisa menjadi agen pemberantasan HIV/Aids di masyarakat,” tambahnya

Secara keseluruhun Idah berharap, diskusi yang dihadiri oleh beberapa stake holder perwakilan BNN, perwakilan Bank Indonesia ini dan juga masyarakat Genre ini, harus menghasilkan sebuah solusi baru guna bisa menekan angka penularan penyakit HIV AIDS di kalangan remaja Gorontalo ini.

“Ini adalah sebuah wadah seperti kita saling curhat, bagaimana solusinya kita cari, kita tanggulangi permasalahan ini. Jika ada beberapa kegiatan yang kita lakukan tapi tidak sampai ke masyarakat, maka kita carikan solusinya. Kesempatan kita membentuk generasi penerus hanya pada saat mereka memiliki masa remaja seperti ini,” tandasnya.(Hmsprov-Andika).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie yang juga sebagai Ketua Tim Asistensi Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Gorontalo, menilai pengawasan orang tua adalah salah satu kunci utama terhadap pencegahan HIV/AIDS terhadap anak-anak. Hal ini dikatakan Idah usai melakukan Sosialisasi pencegahan HIV/AIDS dilingkup siswa – siswa SMA Negeri 2 Kota Gorontalo, Senin, (6/8/2018).

“Orang tua memiliki tanggung jawab yang begitu besar untuk putra-putrinya dalam hal pengawasan apa yang anak lakukan baik di sekolah, di luar rumah maupun di dalam rumah. Pola pendidikan yang anak terima harus dimulai dari kita sendiri sebagai orang tua,” kata Idah
Baca Juga : Program BPNT-D Disempurnakan, KPM Terima Utuh 100 Ribu

Istri Gubernur Gorontalo ini melanjutkan, sosialisasi yang terus dilakukan ini adalah langkah awal pemerintah untuk menyelamatkan anak bangsa, dari penyakit HIV/AIDS yang sekarang di Gorontalo bertambah khususnya usia 15 tahun sampai dengan 24 tahun. Akan tetapi peran orang tua diharapkan bisa menjadi faktor pendukung paling ampuh dalam pencegahan penyakit yang sangat beresiko ini

“Jadi tanggung jawab pendidikan itu adalah yang paling utama orang tua kemudian pemerintah dalam hal ini guru-guru, lalu lingkungan bermasyarakat . Anak – anak kita harus kita perhatikan apa yang mereka lakukan bahkan saat mereka sedang berada di dalam rumah sekalipun. Apalagi ketika anak sedang berada dikamar, tetap perlu diawasi jangan sampai ada perilaku yang menyimpang,” tambahnya
Baca Juga : Bahaya AIDS Terus Disosialisasikan

Idah pun menyarankan melihat zaman yang sudah sangat modernisasi seperti ini, cara asuh orangtua juga harus mengikutiu zaman. Misalnya jangan hanya bisa menasehati anak – anak karena menurutnya, pola pikir anak zaman sekarang sudah berbeda. Lakukan dengan cara merangkul, berikan arahan positif sebagai contoh perilaku yang baik

“Untuk itulah ayo orang tua kita awasi anak – anak dari dekat dan juga dari jauh karena jika hanya dinasehati anak-anak zaman sekarang ini sudah tidak seperti dulu lagi. Lakukan hal hal yang bisa mereka pahami. Bahkan jika mereka sedang berada di dalam rumah, lakukan pendekatan. Jangan ketika berada dirumah kita tetap sibuk anak-anak juga sibuk. Padahal quality time dirumah sebenarnya sangat diperlukan,” tandasnya
Baca Juga : Gubernur Gorontalo Instruksikan Semua Pegawai Jadi Agen Humas

Sosialisasi aids yang diikuti oleh 1074 siswa – siswi SMA 2 Kota Gorontalo ini, diakhiri dengan dialog dan tanya jawab antara peserta dan Ketua Tim Asisetensi KPAP. Dalam hal pencegahan HIV / AIDS, KPA juga menggandeng perguruan tinggi swasta dan negeri di Gorontalo untuk terlibat dalam kampanye cegah tersebut. Bahkan di setiap kampus dibentuk pos-pos relawan yang diharapkan bisa menjadi agen pemberantasan HIV/Aids di masyarakat.(Hmsprov-Ecin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Penanggulamgan penularan HIV/Aids di kalangan remaja dan pelajar secara intensif terus dilakukan tidak hanya oleh pemerintah melalui Komisi Penanggulangan Aids (KPA), tetapi juga melibatkan partisipasi langsung dari para pelajar. Seperti halnya di SMA Negeri 3 Gorontalo, para pelajar yang tergabung dalam Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) Cendana, secara rutin melakukan kegiatan tutor sebaya untuk memberikan informasi penularan dan bahaya HIV/Aids.

“Tutor sebaya ini kami lakukan dengan cara memberi informasi kepada teman-teman agar terhindar dari penyakit HIV/Aids, narkoba, seks pra nikah dan pernikahan dini,” ujar Vina Riana Idrus, seorang siswa pengurus PIKR Cendana disela-sela penyelenggaraan sosialisasi HIV/Aids di aula SMA Negeri 3 Gorontalo, Senin (6/8).
Baca Juga : Kisah Gubernur Temui Keluarga Miskin yang Memasung Anaknya (Bagian 1)

Siswa kelas XII jurusan IPA ini menambahkan, PIKR Cendana yang beranggotakan 30 siswa tersebut secara mandiri juga melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang terdekat dengan SMA Negeri 3 Gorontalo.

“Kami juga melakukan sharing informasi HIV/Aids ke sekolah-sekolah terdekat dari sekolah kami. Termasuk pembagian pita kepada masyarakat di beberapa ruas jalan di Kota Gorontalo sebagai bentuk solidaritas kami kepada pengidap HIV/Aids,” tutur Vina.

Kegiatan sosialisasi HIV/Aids di SMA Negeri 3 Gorontalo didahului dengan pelaksanaan upacara bendera dengan pembina upacara Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim, selaku Ketua Harian KPA Provinsi Gorontalo. Dalam amanatnya, Idris berpesan kepada para siswa untuk menghindari perbuatan yang sangat beresiko tertular HIV/Aids, seperti narkoba dan seks bebas.
Baca Juga : Idah : Masyarakat Jangan Takut Tes HIV/AIDS

“Jangan sekali kali mencoba narkoba dan seks pra nikah, apalagi perilaku seks menyimpang antara sesama jenis. Perbuatan itu sangat rentan untuk tertular HIV/Aids,” ungkap Idris.

Untuk menghindari perbuatan yang beresiko tertularnya HIV/Aids, Idris mengajak para siswa untuk mengamalkan Janji Siswa yang selalu dibacakan pada pelaksanaan upacara bendera. Menurutnya, Janji Siswa tersebut merupakan cermin siswa Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Pancasila dan UUD 1945, menghormati orang tua dan guru, serta giat belajar dan berprestasi.

“Amalkan Janji Siswa itu. Tugas adik-adik hanyalah belajar, belajar, dan belajar, agar masa depan cerah dan kelak menjadi harapan orang tua, daerah, dan bangsa,” pesan Idris kepada siswa peserta upacara bendera.
Baca Juga : Plt Gubernur : Pilkada Gorontalo Harus Jadi Contoh

Berdasarkan data KPA Provinsi Gorontalo kasus HIV/Aids di Provinsi Gorontalo hingga Maret 2018 berjumlah 400 kasus. Dari jumlah tersebut, 85 persennya berada pada rentang usia 17-29 tahun.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Komisi Penanggulan Aids (KPA) Provinsi Gorontalo terus melakukan sosialisasi pencegahan dan penanggulan Aids. Sasaran sosialisasi kepada para pelajar itu kembali digelar dan kali ini berlangsung di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo, Jumat (3/8/2018).

Selain memberikan pemahaman tentang bahaya virus mematikan itu, KPA juga mendorong pelajar untuk berani melakukan tes HIV/Aids sejak dini. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan tidak ada yang tertular. Jika tertular maka segera mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga : Gubernur Gorontalo Hadiri Apel Bersama Wanita TNI-Polwan

“Komitmen KPA Gorontalo yakni terus melakukan pencegahan dan penanggulan HIV/Aids. Masyarakat harus berani ikut test HIV/AIDS, agar dapat mengetahui status kesehatan sejak dini. Cara ini adalah salah satu upaya perlindungan terhadap keluarga serta orang yang kita sayangi,” terang Ketua Tim Asistensi KPA Provinsi Gorontalo Idah Syahidah.

Penangan HIV/Aids di Gorontalo sudah cukup menghawatirkan. Hingga tahun 2018 sudah lebih dari 400 orang yang dinyatakan positif mengidap virus tersebut. Angka itu semakin bertambah jika tidak melakukan pencegahan dan penanggulan penyakit secara cepat dan tepat.

“Pencegahan dan penanggulangan ini tentu saja berat dan tidak bisa hanya menjadi tanggungjawab KPA saja. Butuh komitmen dan perhatian serius dari semua pihak termasuk pemerintah daerah, swasta dan kelompok masyarakat lainnya,” imbuh istri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie itu.
Baca Juga : Budiyanto Sidiki Pimpin IKASI Gorontalo 2018-2022

Selain intens melakukan sosialisasi di sekolah sekolah, KPA juga menggandeng perguruan tinggi swasta dan negeri di Gorontalo untuk terlibat dalam kampanye cegah HIV/Aids. Di setiap kampus dibentuk pos-pos relawan yang diharapkan bisa menjadi agen pemberantasan HIV/Aids di masyarakat.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Kota Gorontalo, Humas – Mulai 1 Agustus hingga 29 September 2018 nanti, pemberian imunisasi Campak (Measles) dan Rubella gratis di sekolah-sekolah mulai dilaksanakan.

Pemberian vaksin untuk Provinsi Gorontalo ditandai dengan kampanye imunisasi Measles dan Rubella (MR) Tahun 2018 oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Secara simbolis kampanye diawali dengan pemberian vaksin kepada beberapa anak PAUD, SD,MTS dan SMA, yang berlangsung di gedung Grand Palace Convention Centre (GPCC) Kota Gorontalo, Rabu (1/8/18).
Baca Juga : Gubernur Gorontalo Buka Festival Pohon Cinta

“ Kampanye MR ini akan berlangsung selama dua bulan dari Agustus-September. Sasarannya semua anak laki-laki dan perempuan dari usia 9 bulan sampai 15 tahun,” jelas Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie yang didampingi oleh Wakil Ketua TP. PKK Nurindah Rahim.

Idah menambahkan, tujuan dari pemberian vaksin ini tidak lain agar anak-anak terhindar dari campak dan rubella. Dia berharap agar imunisasi tersebut akan berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah direncanakan.

Sementara itu Wakil Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo ,Nurindah Rahim, mengharapkan pelaksanaan imunisasi campak dan rubella tahun ini harus memperoleh dukungan seluruh elemen masyarakat termasuk kader-kader PKK sampai ke dasa wisma.
Baca Juga : Investor Jajaki Pembangunan Resort di Pantai Kurinei Gorontalo

Dirinya menghimbau agar seluruh ibu-ibu PKK baik yang ada ditingkat provinsi sampai ke tingkat desa bisa bersama-sama pemerintah menyukseskan imunisasi campak dan rubella sehingga anak-anak bisa terhindar dampak yang diakibatkan oleh penyakit campak dan rubella tersebut.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mulai mencanangkan kampanye imunisasi untuk pencegahan penyakit Measles Rubella (MR). Kampanye imunsasi MR ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo melalui Kementrian Kesehatan RI.

Kegiatan yang berlangsung di gedung GPCC Kota Gorontalo, Rabu (1/8/2018) ini, dibuka langsung oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan dihadiri oleh Perwakilan Kementrian Kesehatan RI Nana Muliana.
Baca Juga : Gubernur Harap BNI Bantu Pelaku UMKM Gorontalo

Dalam sambutannya Nana mengatakan, imunisasi campak dan rubella bertujuan sebagai upaya pencegahan terjadinya cacat atau kelainan bawaan kepada anak-anak. Kelainan bawaan dimaksud yang diakibatkan oleh virus rubella seperti kebutaan, katarak, dan tuli.

“Sehingga berbagai upaya akan dilakukan untuk kampanye imunisasi ini. Pada bulan Agustus ini akan kita mulai dari lingkungan sekolah. Sedangkan untuk bulan September akan dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan, baik itu di Puskesmas, Poskesdes, bahkan sampai di tingkat Posyandu,” kata Nana mewakili Menteri Kesehatan RI

Nana melanjutkan atas nama Kementrian Kesehatan RI pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo yang telah mencanangkan kampanye hari ini sesuai dengan arahan Presiden dan Kementrian Kesehatan RI
Baca Juga : SDN 10 Kabila Wakili Provinsi Gorontalo Lomba Gudep Unggul Tingkat Nasional

“Saya atas nama Kementrian Kesehatan mengapresiasi penuh kepada pak Gubernur karena Gorontalo termasuk yang paling tercepat melaksanakan kampanye imunisasi ini. Ada 28 Provinsi dan Gorontalo sendiri masuk dalam 8 Provinsi pertama yang mengadakan kampanye ini dan diluar pulau jawa, ini yang pertama. Ini luar biasa pak Gub,” Ujarnya.

Ia pun berharap kepada Gubernur agar tak hanya saat kampanya ini saja, melainkan harus mewujudkan seluruh anak anak usia 9 bulan sampai 15 tahun bisa di imunisasi vaksin MR

“Kami dipusat itu punya komitmen pada 2020 nanti seluruh anak anak di Indonesia tidak lagi terkena virus penyakit rubella ini dan saya yakin di Gorontalo pak gubernur mampu mewujudkan hal ini,” tutupnya.
Baca Juga : Gorontalo Utus 157 Peserta ke PENAS XV Aceh

Kampanye imunisasi MR merupakan kegiatan secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Kampanye ini dilaksanakan serentak secara nasional mulai bulan Agustus 2018 hingga September 2018.(Hmsprov-Ecyn).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Kota Gorontalo, Humas – Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie memberikan dukungan penuh pelaksanaan kampanye Campak dan Rubella ( MR) secara nasional bulan Agustus – September 2018 mendatang. Kampanye tersebut menggandeng berbagai media yang ada di Provinsi Gorontalo melalui Temu Media “ Kampanye Nasional Campak dan Rubella (MR) , Selasa (24/7/18) di Hotel Grand Q Kota Gorontalo.

Idah menjelaskan, kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) merupakan pemberian imunisasi campak dan rubella secara massal kepada anak usia 9 bulan s/d 15 tahun di bulan Agustus 2018 sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan-15 tahun tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

Kegiatan Kampanye Nasional Imunisasi Campak dan Rubella yang pencanangannya akan dilaksanakan awal Agustus nanti, harus mendapat dukungan dari semua pihak baik pemerintah, swasta, masyarakat maupun media cetak dan elektronik, jelas Idah.

“ Ini adalah kegiatan yang sangat bermanfaat, untuk menyehatkan anak-anak bangsa. Saya berharap partisipasi dan dukungan dari semua pihak khususnya media yang ada di Gorontalo ini, visualisasi maupun spot-spot iklan tentang kampanye nasional ini lebih diperbanyak lagi di semua media,” ujar Idah menjelaskan.

Idah yang juga ketua Kwarda Pramuka Provinsi Gorontalo menjelaskan selama ini disetiap acara kepramukaan, kampanye Imunisasi Campak dan Rubella sudah sering disampaikan baik kepada pramuka siaga maupun anggota pramuka yang berumur lima belas tahun kebawah.

“ Ini sangat penting , jadi setiap pertemuan kepramukaan saya selalu menyampaikan bahwa kegiatan kampanye nasional imunisasi campak dan rubella harus kita sama sukseskan demi melindungi buah hati kita dari penyakit campak dan rubella,” tutur Idah.

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Gorontalo Rifli Katili menjelaskan, media sangat berperan penting dalam menyebarluaskan informasi. Media merupakan pilar bangsa yang juga menentukkan arah suatu bangsa.

“ Sampai saat ini media memiliki jangkauan yang luas untuk penyebaran informasi baik media cetak dan elektronik, media juga melaksanakan fungsi kontrol, edukasi dan hiburan,” terang Rifli.

Selain itu ungkap Rifli, media merupakan wadah untuk menyampaikan informasi dan saran yang paling efektif. Karo Humas dan Protokol ini berharap dukungan dan partisipasi dari media sehingga pelaksanaan kampanye nasional campak dan rubella yang pencanangannya direncanakan tanggal 1 Agustus nanti dapat berjalan aman, sukses dan lancar sesuai apa yang diharapkan bersama.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 26 Juli 2018 12:36

Idah : Jauhi Narkoba, Dekati Keluarga

Kabupaten Gorontalo, Humas – Penggunaan narkoba di kalangan remaja sering diakibatkan kurangnya pengawasan dan komunikasi yang baik pada keluarga. Hal ini dikatakan Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie pada Sosialisasi Penanggulangan HIV AIDS, di SMANSA Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, Selasa (24/7/2018).

Menurut Idah, pergaulan anak remaja jaman sekarang sudah begitu mengkhawatirkan, majunya teknologi dan perkembangan life style yang berubah drastis, membuat orang tua sulit menjaga anaknya selama 24 jam penuh sehingga anak remaja rentan berbuat hal-hal negative dan merugikan.

“ Mulai dari seks bebas, narkoba (penggunaan jarum suntik), perilaku suka gonta ganti pasangan yang bisa mengakibatkan terjangkitnya penyakit AIDS,” jelas Idah.

Dikatakan, narkoba dan seks bebas adalah dua hal saat ini sangat urgent yang harus ditangani secara serius baik pemerintah maupun masyarakat.

Idah yang juga Ketua Tim Asistensi KPAP Gorontalo menyebutkan, penyakit AIDS adalah penyakit yang sangat berbahaya dan sampai saat ini belum ditemukan obat penyembuhnya.

Remaja cenderung memiliki jiwa yang rapuh dan labil sehingga mereka jarang mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan, apakah mengarah pada hal yang membahayakan atau tidak, misalnya penggunaan narkoba dan free seks yang bisa menyebabkan penyakit AIDS.

“Pencegahan AIDS dapat dilakukan berbagai pihak seperti sosialisasi AIDS saat ini, dan yang paling utama peran keluarga karena lingkungan keluarga sangat menentukan alam pembentukkan sifat dan sikap seseorang,” terang Idah.

Pada kesempatan itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo ini juga melantik dan mengambil sumpah Pengurus Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja Nohuyula SMAN I Telaga Biru, yang diharapkan dapat menjadi wadah guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABUPATEN GORONTALO, HUMAS – Penderita HIV AIDS di kalangan muda di Gorontalo semakin bertambah. Tercatat 118 penderitanya masih tergolong berusia muda dengan rentang umur antara 15-25 tahun. Hal tersebut disampaikan Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat menjadi narasumber pada acara Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Goes To School, Kamis (19/7/18) di SMA 1 Pulubala Kabupaten Gorontalo.

Idah mengungkapkan keprihatinannya dengan semakin bertambahnya penderita AIDS di Gorontalo. Menurutnya banyaknya remaja dan generasi muda yang salah kaprah serta salah bergaul, menjadi salah satu aspek penyebab utama terjangkitnya penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan obat penyembuhnya.

“ Saya sangat prihatin ya, kenapa setiap tahunnya penderita AIDS selalu bertambah. Ini adalah pekerjaan rumah bagi kita semua, untuk memikirkan bagaimana cara menekan angka penderita AIDS, “ terang Idah.

Ketua KPAP Provinsi Gorontalo ini menuturkan, istilah kids zaman now yang sangat popular di kalangan remaja, bukanlah patokan bahwa dengan pergaulan bebas bisa dikatakan sebagai anak yang gaul.

“ Apakah dengan free sex, narkoba, merokok baru bisa dikatakan gaul? Jawabannya tidak, sebab kalian generasi muda sudah sepatutnya melakukan hal-hal yang positif, yang membuahkan prestasi gemilang,” ujar Idah memberi semangat.

Idah menyarankan agar para remaja semakin cermat dalam memanfaatkan IT,
jangan dibodohi oleh internet, dan menjadi pengguna internet yang smart, bijak dan mampu mencerna kontent internet yang ada.

Istri Gubernur Gorontalo ini juga menghimbau, agar selalu mengawasi, mengontrol dan memperhatikan setiap perkembangan serta cara bergaul anak-anaknya.

“Bila perlu setiap harinya orang tua harus memeriksa isi kamar mau pun isi tas dan hp anak-anak supaya bisa diketahui apa, dengan siapa, atau hal –hal apa saja yang mereka lakukan dalam pergaulannya,” tutup Idah.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 15
© 2018, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo