>
×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 131

Gorontalo – Masalah kanker serviks dan kanker payudara menjadi topik pembicaraan pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-53 Tingkat Provinsi Gorontalo, Jumat (24/11) di Grand Sumber Ria Kota Gorontalo.
Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menerangkan kanker leher rahim dan kanker payudara merupakan 2 jenis kanker tertinggi di Indonesia yang harus kendalikan bersama-sama.

Ibu Negara telah mencanangkan Program Nasional Percepatan Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan dan Deteksi Dini pada Perempuan Indonesia 2015-2019. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) yang merupakan gerakan para istri Menteri dari Kabinet Kerja dalam bidang kesehatan. Sejak tahun 2015 OASE – KK mendukung program Pemerintah dalam deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara di Indonesia.

Dijelaskan, setiap tanggal 21 April bertepatan dengan Hari Kartini dilaksanakan evaluasi dan deteksi dini dan juga pada bulan Oktober 2017 ditetapkan sebagai bulan deteksi dini kanker leher rahim dan payudara, sesuai Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.0201/Menkes/401/2017 dan Surat Menteri Dalam Negeri RI Nomor 440/4579/SJ tanggal 29 September 2017.

“Kami bersama Dinas Kesehatan, Pemerintah Daerah Kab/Kota, dan Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota dan organisasi wanita lainnya terus mendorong ditingkatkannya program deteksi dini kanker leher rahim dan payudara agar sampai ke seluruh pelosok di Provinsi Gorontalo,’ujar Idah.

Menurut Idah, saat ini program Pemeriksaan IVA dan SADANIS telah dilaksanakan di 6 Kab/Kota di Provinsi Gorontalo. Namun demikian, capaian deteksi dini masih rendah. Adapun capaian untuk Provinsi Gorontalo bulan Januari sampai dengan Oktober 2017 sebesar 2.205 orang (IVA test 1434 orang dan papsmear 771 orang oleh klinik laboratorium prodia) dari target 52.082 orang, atau 4,2%. Capaian ini menunjukkan bahwa kita masih perlu terus bekerja keras agar target 50% dapat dicapai pada tahun 2019. Tim Penggerak PKK akan terus mendorong dan memfasilitasi penguatan program deteksi dini di daerah bersama dengan Dinas Kesehatan, Pemerintah Daerah Kab/Kota, profesi, LSM, swasta, dan seluruh komponen masyarakat.

“Untuk mendukung program ini saya berharap Bapak/Ibu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota agar mengalokasikan anggaran untuk program deteksi dini kanker leher rahim dan payudara,’ tutur Idah.

Dia juga menghimbau kepada Tim Penggerak PKK kabupaten/kota agar terus mendukung dan mendorong program tersebut di wilayah masing-masing dan berkeyakinan dengan kerja sama semua pihak program ini dapat terus berkembang, yang menjadi bagian dari upaya kita bersama meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia sesuai dengan amanat Nawa Cita ke-5 yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo,ucapnya. Pada peringatan HKN kali ini Idah Syahidah Rusli Habibie memperoleh penghargaan atas kepedulian dalam deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara di Provinsi Gorontalo Tahun 2017.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo – Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang menjadi inti pembangunan kesehatan sesuai dengan undang-undang nomor 36 tahun 2009. Program Indonesia sehat melalui pendekatan keluarga, menekankan pada pentingnya peran keluarga dalam pembangunan kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa, saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek pada upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 tingkat Provinsi Gorontalo, di Grand Sumber Ria.

“Lingkungan keluarga memberikan dasar bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan dan perilaku hidup sehat. Oleh karena itu, kita perlu untuk membudayakan perilaku hidup sehat dan bersih pada masyarakat mulai dari lingkungan keluarga,” kata Winarni, Jumat (24/11).

Peringatan HKN tahun ini bertema ” Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku”. Tema tersebut sejalan dengan program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga dimana keluarga menjadi awal untuk mendorong masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat. Selain itu, program ini juga didukung oleh program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang berperilaku hidup sehat, yang pada akhirnya dapat membentuk bangsa Indonesia yang kuat.

“Untuk mencapai tujuan itu dibutuhkan peran lintas sektor dan lintas program, semua harus saling terkait dan bersinergi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut kata Winarni, peringatan HKN merupakan momentum untuk mengukuhkan kembali komitmen kita, menguatkan tekad serta menggugah semangat kita semua, agar senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta terus berupaya menyadarkan masyarakat agar mandiri dalam aspek kesehatan.Dengan mendorong program Indonesia sehat dan germas, kita berupaya membangun kemandirian keluarga dan masyarakat dalam hidup sehat sebagai upaya promotif dan preventif yang pada akhirnya dapat dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya sehingga tercipta masyarakat yang produktif serta dapat berperan aktif dalam pembangunan nasional.

Diakhir sambutannya sekda mengatakan, ayo perkuat komitmen kita bersama seperti apa yang sering disampaikan oleh ketua tim penggerak PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie yaitu saya perempuan sehat, stop kanker serviks, stop kanker payudara, cek kesehatan secara rutin, setia terhadap pasangan, sehat keluargaku sehat Indonesiaku, Gorontalo unggul.

HKN ke-53 tingkat Provinsi Gorontalo dirangkaikan dengan kegiatan sosialisasi deteksi dini kanker leher rahim, kanker payudara, seminar hepatitis serta pemberian penghargaan pada insan kesehatan.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Provinsi Gorontalo menjadi salah satu destinasi pemberantasan kusta di Indonesia oleh World Health Organization (WHO), organisasi dunia yang mengurusi masalah kesehatan. Sebagai bentuk perhatian tersebut Duta WHO asal Jepang sekaligus Presiden Direktur Nippon Foundation, Yohei Sasakawa berkunjung ke Gorontalo yang diterima oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Anis Naki di ruang Huyula Kantor Gubernuran, Senin (13/11).

Dpilihnya Gorontalo sebagai target pemberantasan kusta di Indonesia mengingat Gorontalo masih menjadi satu dari 14 provinsi penderita kusta tertinggi nasional. Dengan penanganan yang serius dan terarah termasuk adanya sosialisasi yang intens kepada masyarakat, Sasakawa yakin penderita kusta di Gorontalo dapat diminimalisir.

“Saya telah keliling dunia termasuk beberapa daerah yang ada di Indonesia. Dan sekarang saya di Gorontalo, dengan tujuan untuk eliminasi penyakit ini. Perlu ada sosialisasi pada masyarakat bahwa kusta bukan penyakit kutukan melainkan penyakit yang bisa disembuhkan”, terang Yohei Sasakawa.

Sasakawa berharap pihaknya dibantu oleh pemerintah daerah bisa bersinergi dalam misi pemberantasan kusta di Gorontalo. Ia juga memastikan, kerjasama yang dibangun oleh WHO dengan pemerintah daerah akan terus berkesinambungan hingga pengidap penyakit dinyatakan sehat.

“Kami selalu berinteraksi dengan WHO untuk terus mencari tahu seberapa banyak yang sudah terinfeksi penyakit kusta ini. Dan kemudian kami memberi bantuan dalam bentuk obat-obatan, bukan hanya sekarang tetapi secara bertahap, terus-menerus, sampai pengidap penyakit dinyatakan sembuh,”jelasnya.

Sementara itu Plh Sekda Anis Naki mengaku senang dan memberi apresiasi atas perhatian WHO, Jepang dan Kementrian Kesehatan RI yang sudah memfasilitasi program pemberantasan penyakit kusta ini. Dipilihnya Gorontalo sebagai destinasi dinilai Anis akan sangat membantu pemerintah daerah dalam menekan penyebaran penyakit kulit ini.

“Ini tentu menjadi kesempatan besar bagi kita untuk memberantas penyaklit tersebut. Apa yang menjadi keinginan dari WHO melalui pak Sasakawa sangat relevan dengan komitmen bapak gubernur dan wakil gubernur yang mana menjadikan kesehatan sebagai program unggulan”, tutur Anis.

Terkait teknis penanganan di lapangan, Anis berharap agar instansi terkait segera berkoordinasi untuk menyusun langkah langkah strategis. Ia berharap agar tim WHO diberikan data yang dibutuhkan dan pendampingan yang cukup selama berada di Gorontalo.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengajak seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo untuk mensukseskan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal ini disampaikannya pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 tingkat Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan di lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, Minggu (12/11).

“Hidup sehat adalah kebutuhan setiap manusia, untuk itu secara mandiri masyarakat harus berperilaku hidup sehat yang dimulai dari lingkungan keluarga,” kata Idris.

Kemudian kata Idris, Germas bertujuan untuk menghindarkan masyarakat dari penyakit menular dan tidak menular yang berakibat pada menurunnya produktivitas masyarakat, menurunkan beban pembiayaan kesehatan, penguatan sistem kesehatan, dan fokus pada pemerataan layanan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Untuk mencapai tujuan itu dibutuhkan peran lintas sektor dan lintas program, semua harus saling terkait dan bersinergi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut ungkap Wagub, Pemerintah Provinsi Gorontalo memiliki komitmen yang tinggi dalam meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat Provinsi Gorontalo. Kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus ditingkatkan melalui program kesehatan gratis yang menjadi salah satu program unggulan Pemprov Gorontalo hingga periode kedua kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie dan Wagub Idris Rahim. Meski demikian kata Idris, masih banyak tugas, tantangan, dan permasalahan yang harus dituntaskan di sektor kesehatan. Masih tingginya angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi dan kasus gizi buruk, serta semakin tingginya angka penularan HIV Aids, merupakan pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

“Pada RPJMD 2017-2022, sektor kesehatan tetap menjadi prioritas Pemprov Gorontalao. Kita akan mengarahkan program kesehatan untuk menuntaskan persoalan di bidang kesehatan,” ujar Wagub.

Terkait hal itu Wagub Idris Rahim berharap, peringatan HKN ke-53 ini menjadi momentum seluruh jajaran kesehatan di Provinsi Gorontalo untuk mengevaluasi dan merefleksi kembali sejauh mana keberhasilan pelaksanaan program kesehatan. Dirinya juga menginstruksikan seluruh jajaran kesehatan untuk terus melakukan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyakat melalui pendekatan keluarga, sesuai dengan tema peringatan HKN ke-53 yaitu “Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku”.

“Tugas dan tanggung jawab kita untuk memenuhi ekspektasi atau harapan masyarakat. Untuk itu mari kita terus terpadu mewujudkan masyarakat Gorontalo yang sehat,” pungkas Idris.

Pada puncak peringatan HKN ke-53 tingkat Provinsi Gorontalo, digelar berbagai kegiatan, diantaranya jalan sehat dan senam bersama, bazar buah, dan donor darah. Selain itu dilaksanakan pula kegiatan penyebaran informasi kesehatan, pelayanan kesehatan gratis terpadu, serta lomba dekorasi sayur dan buah yang diikuti oleh seluruh instansi kesehatan provinsi dan kabupaten/kota.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Jauh sebelum diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sektor kesehatan telah menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie dan Wagub Idris Rahim. Pada periode pertamanya di tahun 2012-2017, Gubernur Rusli Habibie dan Wagub Idris Rahim, Pemprov Gorontalo melaksanakan program kesehatan gratis yang dikemas dalam bentuk program Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta).

Pada tahun 2012, program Jamkesta mampu mengcover 357.035 jiwa masyarakat Provinsi Gorontalo dengan premi sebesar Rp6.000,00 dengan total anggaran mencapai Rp12,5 miliar. Tahun berikutnya, jumlah premi dinaikkan menjadi Rp10.000,00 per jiwa dengan total anggaran Rp35,7 miliar. Pada tahun itu Pemprov Gorontalo berhasil mencapai total universal health coverage atau kepesertaan menyeluruh seluruh penduduk Provinsi Gorontalo.

“Pada tahun 2014 dengan terbentuknya BPJS Kesehatan, Pemprov Gorontalo menjadi provinsi pertama yang menyatakan kesiapannya berintegrasi dengan program JKN,” kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim saat membuka round table discussion dengan fokus kajian tentang regulasi integrasi Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang digelar di Hotel Maqna Kota Gorontalo, Selasa (7/11).

Keikutsertaan Pemprov Gorontalo dalam mengintegrasikan program Jamkesda dengan JKN tercermin dari anggaran yang dialokasikan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) Provinsi Gorontalo yang mencapai Rp64,7 miliar untuk 280.884 jiwa.

“Berkat komitmen kami dalam mengimplementasikan program JKN, Pemprov Gorontalo telah menerima beberapa penghargaan, diantaranya Ksatria Bakti Husada dari Kementerian Kesehatan, ada juga JKN Award, dan penghargaan dari BPJS Kesehatan,” ujar Idris.

Lebih lanjut Idris menjelaskan, pada periode kedua kepemimpinannya bersama Gubernur Rusli Habibie, Pemprov Gorontalo tetap menjadikan sektor kesehatan sebagai salah satu program unggulan dari delapan program unggulan yang telah dituangkan dalam RPJMD 2017-2022. Demikian pun komitmen untuk mengintegrasikan program Jamkesda ke dalam sistem JKN terus diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Daerah yang Terintegrasi dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional.

“Tahun ini kami kembali menyediakan anggaran Rp58,5 miliar untuk mendaftarkan peserta PBI sejumlah 212.076 jiwa. Bersama bupati dan wali kota, kami berkomitmen membagi biaya kepesertaan dengan porsi 60 persen oleh Pemprov dan sisanya 40 persen oleh kabupaten/kota,” terang Wagub.

Wagub Idris Rahim menambahkan, komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan juga dilakukan dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut. Pemprov Gorontalo memperluas manfaat dari program Jamkesta yang tidak menjadi cakupan BPJS Kesehatan, diantaranya penyediaan dana talangan perawatan rumah sakit bagi masyarakat miskin yang sudah terlanjur sakit dan belum terdaftar pada JKN, layanan rumah singgah bagi pasien PBI yang dirujuk ke Makassar dan Manado, biaya transportasi bagi pasien dan pendamping pasien PBI yang dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, hingga biaya paket pemulangan jenazah pasien PBI yang meninggal di rumah sakit di luar daerah.

“Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia, dan pemerintah berkewajiban memperhatikan kesejahteraan rakyatnya, termasuk memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan,” pungkas Idris.(Hmsprov-haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 06 November 2017 08:41

Wagub Resmikan Klinik Kesehatan Kinesia

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim meresmikan klinik kesehatan Kinesia Sentra Rehabilitasi yang berlokasi di jalan Durian Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo, Kamis (2/11).

Dalam sambutannya Wagub Idris Rahim mengatakan, Pemerintah Provinsi Gorontalo sangat mengapresiasi dibukanya klinik Kinesia. Menurutnya, klinik ini menjadi salah satu kebutuhan masyarakat Gorontalo utamanya bagi warga masyarakat yang mengalami gangguan organ fisik.

Klinik Kinesia sendiri berorientasi kepada pelayanan kesehatan berupa memfungsikan kembali organ tubuh manusia yang tidak berfungsi dengan baik. Klinik ini merupakan klinik kedua di Sulawesi, setelah yang pertama di Kota Makassar.

“Pemprov Gorontalo mengapresiasi dibukanya klinik ini. Kehadiran klinik ini sejalan dengan program Pemprov Gorontalo dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Gorontalo melalui program kesehatan yang lebih prima,” kata Idris.

Idris berharap, pengelola klinik Kinesia maupun klinik kesehatan lainnya di Provinsi Gorontalo dapat memberikan pelayanan secara prima kepada masyarakat. Wagub juga berharap pihak pengelola klinik dapat bekerja sama dengan pihak BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan BPJS untuk memperoleh pelayanan kesehatan di klinik Kinesia.“Pelayanannya harus diatur sedemikian rupa sehingga pasien merasa nyaman ketika mau berobat. Begitu juga kebersihannya serta kemanan dan kenyamanan bagi pasien. Terpenting lagi, klinik ini juga harus bisa melayani pasien BPJS Kesehatan,” ujar Wagub.

Peresmian klinik Kinesia ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wagub Idris Rahim. Turut hadir pada peresmian itu Wali Kota Gorontalo Marten Taha dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Gorontalo Nurinda Rahim, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(Hmsprov-Gusti).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie rupanya mulai bersikap keras untuk memerangi para perokok di Gorontalo. Selain rokok, menolak minuman keras dan obat obat terlarang juga ikut ia kampanyekan. Hal itu setidaknya terlihat pada dua agenda kegiatan yang ia hadiri, Sabtu (28/10).

Saat meresmikan Program Kewirausahaan Sekolah di SMA 1 Tibawa, mantan Bupati Gorontalo Utara itu tegas meminta para guru dan siswa untuk tidak merokok di lingkungan sekolah. Bagi para guru yang kedapatan merokok akan diberikan sangsi berupa mutasi di daerah terluar dan terpencil di Gorontalo.

“Mumpung sekarang sekolah SMA/SMK sudah menjadi kewenangan provinsi, maka saya akan pindahkan guru yang ketahuan merokok di daerah Popayato (kecamatan perbatasan dengan Sulawesi Tengah) sana. Biar kapok nanti,” terang Rusli.

Larangan merokok bukan kali ini saja terjadi. Sejak menjabat gubernur, Rusli menjadikan setiap kantor di lingkungan provinsi steril dari asap nikotin. Para ASN dilarang untuk “berasap-asap” ria di kantor. Denda uang, tidak dibayarkan tunjangan kinerja daerah (TKD) hingga mutasi pegawai menjadi momok bagi ASN yang tidak patuh terhadap larangan tersebut.

Bergeser ke agenda selanjutnya, Rusli bersama isteri Idah Syahidah bertemu nelayan di Pelabuhan Ikan Tenda, Kota Gorontalo. Di tempat itu, Rusli juga dibuat kesal karena ada beberapa nelayan yang terlihat merokok saat acara berlangsung. Ia meminta agar nelayan berhenti merokok.

“Coba bapak bapak yang merokok, matikan dulu. Jangan ada lagi yang merokok ya. Untuk beli rokok uangnya ada. Bayangkan sehari dua bungkus berarti ada 40 Ribu. Diminta bayar (iuran) BPJS 23 Ribu tidak bisa, bilangnya miskin,” kesal Rusli.

Gubernur dari partai Golkar itu bahkan sempat mengancam menarik bantuan jika nelayan masih gemar merokok. Dinas terkait juga diminta selektif untuk memberi bantuan hanya untuk yang bukan perokok. Sebab para perokok dinilainya mampu dan tidak layak dibantu.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Kurangnya partisipasi perempuan Gorontalo yang melakukan IVA TEST (tes kanker Serviks) membuat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah giat untuk melaksanakan kampanye. Seperti yang dilakukan Idah di kalangan Dharma Wanita kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Gorotalo di klinik Anisa belum lama ini.

Idah mengungkapkan, masalah kesehatan menjadi perhatian yang sangat tinggi dari pemerintah Provinsi Gorontalo. Kaum perempuan Gorontalo diharapkan peduli terhadap kesehatan alat reproduksi dengan cara rutin memeriksakan potensi penyakit kanker serviks dan kanker payudara di klinik atau puskesmas terdekat.

“Menjaga dan memelihara kesehatan adalah kesadaran dan tugas dari diri kita sendiri karena bagaimana pun pemerintah walaupun terus berusaha menyediakan fasilitas persoalan berkaitan dengan hidup sehat, bersih maupun lingkungan yang sehat merupakan tanggung jawab dan tugas kita semua,” terang isteri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie itu.

Lebih lanjut Idah menerangkan, pemeriksaan kanker serviks ditujukan pada perempuan usia menikah sampai umur lima puluh tahun. Deteksi dini membantu warga mengambil langkah pencegahan atau pengobatan apabila diketahui ada gejala kanker leher rahim pada diri seseorang. Tindakan lebih awal terhadap pasien dapat membantu mengurangi resiko kematian.

“ Jangan takut memeriksakan diri karena bila ragu dan takut kita tidak akan pernah tau apakah kita mengidap kanker serviks atau tidak bahkan parahnya lagi jika kita terlambat memeriksakan diri akhirnya bisa menyebabkan kematian. Mari rame-rame kita ikut IVA Test, bebaskan perempuan Gorontalo dari bahaya kanker serviks,” pungkasnya.(hmsprov-burhan)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Provinsi Gorontalo berhasil masuk nominasi lomba tanaman obat keluarga tingkat nasional. Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 20 provinsi yang berhasil masuk nominasi, yang selanjutnya akan dilakukan penilain oleh Tim verifikasi penilaian lomba kelompok asuhan mandiri tanaman obat keluarga dan akupresur. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Reyke Uloli, usai mendampingi tim verifikasi pada pertemuan dengan Wakil Gubernur Gorontalo di ruang kerja Wagub, Senin (16/10).

“Dari 20 provinsi yang masuk nominasi, Provinsi Gorontalo menjadi salah satunya. Dimana untuk Provinsi Gorontalo diwakili oleh Kelurahan Moodu Kota Gorontalo,” kata Reyke.

Reyke mengatakan, penilaian oleh tim verifikasi diantaranya mencakup dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan secara berjenjang pada Pemerintah Kota Gorontalo hingga ke tingkat kelurahan. Selanjutnya tim penilai juga akan menilai upaya-upaya yang telah dilakukan kelompok asuhan mandiri dengan sasarannya adalah rumah tangga yang telah menanam dan memanfaatkan tanaman obat keluarga dan akupresur.

“Tim penilai ini akan melihat sejauh mana dukungan pemerintah daerah baik dari kebijakan atau regulasi maupun dukungan anggaran APBD untuk pembinaan kelompok asuhan mandiri,” jelasnya.

Reyke optimis dengan segala persiapan dan upaya-upaya yang dilakukan oleh masyarakat, Provinsi Gorontalo akan berhasil mengulang prestasi pada tahun 2016 dengan meraih prestasi di tingkat nasional.

“Tahun 2016 Provinsi Gorontalo yang diwakili Kabupaten Boalemo berhasil meraih prestasi tingkat nasional untuk lomba kelompok asuhan mandiri. Kita berharap prestasi itu bisa diraih lagi pada tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu Wagub Idris Rahim berharap pemanfaatan tanaman obat keluarga tidak hanya dilakukan pada ajang perlombaan semata. Menurutnya yang terpenting adalah menumbuhkan sikap dan perilaku masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanami tanaman obat keluarga, dan selanjutnya memanfaatkan tanaman tersebut untuk kesehatan keluarga.

“Paradigma ini yang harus kita bangun pada masyarakat, sehingga kualitas kesehatan masyarakat Provinsi Gorontalo semakin prima,” tandas Idris. (hmsprov-haris)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Tenaga kesehatan Provinsi Gorontalo berhasil meraih prestasi pada ajang pemilihan tenaga kesehatan teladan tingkat nasional. Dari 9 kategori yang diperlombakan, untuk 7 kategori diantaranya peringkat pertama diraih oleh tenaga kesehatan Provinsi Gorontalo.

Untuk kategori dokter umum diraih oleh dr. Galuh, Spa.SI, kategori perawat oleh Selvi Said, dokter gigi oleh dr. Muliyati Inaku, kategori gizi oleh Risna, kategori bidan diraih oleh Batrix Poliyama, kategori kesehatan lingkungan oleh Saiful Biki, serta kategori kesehatan masyarakat diraih oleh Iskandar Mustafa.

“Kami sebagai pelayan kesehatan sangat bangga dapat mengharumkan nama Provinsi Gorontalo di tingkat nasional. Atas keberhasilan itu kami diundang ke Kementerian Kesehatan serta ke Istana Negara untuk menerima penghargaan,” jelas Iskandar Mustafa saat melakukan audiens dengan Wakil Gubernur Gorontalo, di rumah jabatan Wagub, Jumat (6/10).

Pada kesempatan itu Wagub Idris Rahim sangat mengapresiasi keberhasilan tenaga kesehatan Provinsi Gorontalo yang berhasil mengharumkan nama baik daerah ditingkat nasional.

“Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Atas prestasi itu saya atas nama Pemprov Gorontalo mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh tenaga kesehatan yang mengikuti ajang tenaga kesehatan teladan,” kata Idris.

Wagub berharap, melalui perhargaan tenaga kesehatan teladan, para tenaga kesehatan Provinsi Gorontalo mampu meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan secara profesional kepada masyarakat. Idris juga berpesan, tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dapat menjadi penggerak pembangunan sektor kesehatan dengan membangun perilaku hidup sehat dan bersih untuk mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

“Prestasi sebagai tenaga kesehatan teladan harus bisa diimplementasikan di tengah masyarakat. Dengan prestasi itu pelayanan kepada masyarakat harus lebih meningkat, sehingga kualitas hidup masyarakat Gorontalo semakin lebih baik,” tandas Wagub Idris Rahim.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo