>

GORONTALO - Bertempat di Desa Titidu Kecamatan Kwadang Kabupaten Gorontalo Utara digelar dialog interaktif DPRD Menyapa Rakyat Minggu (25/8/2019). Dialog ini merupakan kegiatan rutin bulanan yang dilaksanakan oleh wakil rakyat di sisa masa jabatan periode 2014-2019.

Dialog ini dihadiri pimpinan Dewan, Wakil Bupati Gorontalo Utara, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo La Ode Haimudin membuka dialog ini yang langsung mendapat respon dari masyarakat, karena para wakil rakyat turun langsung menjemput aspirasi.

“Kami atas nama lembaga mengucapkan terima kepada masyarakat yang ikut berpartisipasi. Momentum ini sangat istimewa, masukan dan saran memperkaya laporan kinerja lembaga DPRD Provinsi Gorontalo,” kata La Ode Haimuddin.

Selama periode 2014-2019 DPRD sudah melahirkan 51 Perda antara 2014 - 2018 dan 6 peraturan daerah selama 2019. Program strategis Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini adalah GORR, Rumah Sakit Asri Ainun Habibie. Yang akan menjadi rumah sakit rujukan wilayah indonesia timur dengan skema KPBU yakni kerjasama pemerintah daerah dan badan usaha dengan anggaran Rp800 miliar.

“Belum semua keinginan dan program terwujudkan, sehingga di awal periode 2019-2024, mari kita bersinergi untuk mengatasi persoalan di daerah. Dengan slogan lebih cepat lebih baik,” kata La Ode Haimuddin.

Wakil Bupati Gorontalo Utara dalam sambutannya  menyampaikan, bahwa Undang-Undang 23 tahun 2014 sangat berbeda dengan Undang-Undang 32 tahun 2019 terkait aturan yang akan diterapkan.

Intervensi Pemerintah Provinsi Gorontalo terkait kelautan di Gorontalo Utara saat ini sudah jalan namun tidak maksimal. Perairan utara ini yang merupakan sektor penghasilan daerah, bahkan dapat dimasikmalkan untuk menompang perekonomian daerah

“Jalan bypass yang dibangun Provinsi Gorontalo di beberapa titik di Kabupaten Gorontalo utara belum terealisasi penuh, apakah hal ini terbentur dengan kewenangan atau seperti apa, sehingga melalui dialog ini, kami pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara berharap intervensi legislatif terhadap eksekutif,” ujar Thoriq Modanggu, Wakil Bupati Gorontalo Utara..

Pewarta : Moh. Yani Uno – Sekretariat DPRD

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

GORONTALO – Pada Minggu (25/8/2019), Panitia Pemilihan Putera Puteri Kebudayaan Indonesia 2019 (PPKI) mengeluarkan rilis yang menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat Gorontalo.

Permintaan maaf ini dikeluarkan setelah dalam akun media sosialnya PPKI mengunggah salah satu kontestan mengenakan baju adat Gorontalo, Biliu. Namun baju adat ini tidak mengenakan bagian bawahnya secara sempurna, ada bagian yang tidak dikenakan oleh peserta sehingga terlihat kaki hingga pahanya.

Unggahan ini diprotes banyak warga Gorontalo melalui unggahan di media sosial, bahkan secara khusus Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo menanggapi kasus ini.

“Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo belum pernah diminta informasi atau koordinasi terkait keikutsertaan Provinsi Gorontalo dalam ajang Pemilihan Putera-Puteri Kebudayaan Indonesia. Harusnya panitia atau agensi model melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata lebih dulu untuk memastikan tidak ada masalah dengan baju adat yang dikenakan salah seorang pesertanya,” kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Keteledoran penyelenggara yang menuai protes warga Gorontalo ini merupakan indikasi kuat ketidaktahuan dan minimnya pengetahuan kebudayaan Indonesia. Padahal mereka bertujuan mengenalkan budaya daerah kekancah nasional dan internasional.

Dalam rilis panitia dijelaskan peserta yang mengenakan baju adat Gorontalo ini adalah Margaretha (20), Puteri Kebudayaan Gorontalo 2019. Ia mengenakan biliu tidak sesuai dengan kaidah pemakaian semestinya pada sesi photoshoot national costume modifikasi.

Menurut Margaretha, hal ini terjadi dikarenakan adanya kesalahan dalam pengiriman baju adat tersebut. Namun sesi photoshoot harus tetap dilakukan pada Karantina PPKI 2019 sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Karena hal tersebut, Margaretha menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh Pemerintahan Provinsi, Tokoh Adat, dan Masyarakat Gorontalo dalam bentuk video klarifikasi yang dirilis pada akun media sosial Instagram PP Kebudayaan Indo.

“Saya Margaretha, Puteri Kebudayaan Gorontalo 2019, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran Pemerintah Gorontalo, kepada seluruh tokoh adat Masyarakat Gorontalo,dan juga kepada seluruh Masyarakat Gorontalo atas kejadian dan kelalaian saya dalam memakai busana adat modifikasi pada sesi photoshoot yang diadakan di tanggal 20 Agustus 2019, maka dari itu saya memohon maaf atas kelalaian saya  dikarenakan juga adanya kesalahan pada tanggal sistem pengiriman, sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh jajaran pemerintah , tokoh adat dan seluruh Masyarakat Gorontalo” ucap Margaretha.

Dalam video yang sama diikuti dengan Surat Pernyataan Terbuka, CEO Putera Puteri Kebudayaan Indonesia, Satrio (22) menyatakan permohonan maaf dan menyatakan akan menjadikan hal ini pelajaran bagi Putera Puteri Kebudayaan Indonesia di tahun-tahun selanjutnya.

“Saya selaku CEO Putera Puteri kebudayaan Indonesia dengan ini memohon maaf kepada seluruh Masyarakat Gorontalo khususnya, atas kejadian tersebut , semoga menjadikan kami lebih baik lagi kedepannya,“ kata CEO Putera Puteri Kebudayaan Indonesia.

Pernyataan maaf dari Organisasi Putera Puteri Kebudayaan Indonesia yang diikuti dengan rekomitmen untuk terus mengenalkan dan melestarikan budaya di seluruh Indonesia.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Rian Saleh (14) Siswa SMP Negeri 8 Kota Gorontalo yang mengalami musibah tenggelam di Pantai Indah Kelurahan Pohe ditemukan sudah tidak bernyawa lagi.

Rian Saleh yang beralamat di jalan Palma Kelurahan Libuo Kota Gorontalo ini

Menurut saksia mata yang bernaa Pak Yo, pada Sabtu (24/8/2019) pukul 15.20 Wita, Rian Saleh bersama 6 temannya berada di Pantai Indah untuk mandi. Mereka kemudian diseret ombak , Rian saleh yang posisinya paling belakang tidak dapat menyelamatkan diri meskipun Pak Yo sudah berusaha menolongnya dengan sebatang bambu. Rian saleh hilang terseret ombak.

Upaya pertolongan dilakukan oleh gabungan instansi, Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melakukan berkoordinasi dengan BPBD Kota Gorontalo dan Kantor Pencarian dan Pertolongan, serta Tim dari Kepolisian Perairan. Mereka mencarikan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.

“Pada Minggu (25/8/2019) dilakukan pencarian lagi mulai pukul 05.40 Wita dengan teknik selam yang melibatkan BPBD, Kantor Pencarian dan Pertolongan dan masyarakat,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Kali ini mereka melakukan penyelaman hingga kedalaman 10-15 meter. Upaya ini akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya jasad Rian Saleh pada  kedalaman 15 m oleh masyarakat dengan menggunakan kompresor.

“Korban diserahkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan yang kemudian diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : iswandi Jusuf – BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO –  Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo langsung menuju lokasi saat mendengar laporan musibah tenggelamnya seorang anak.

Musibah yang terjadi pada Sabtu (24/8/2019) ini berlokasi di Pantai Indah Pohe, Kecamatan Hulontalangi, Kota Gorontalo.

“Rian Saleh Siswa SMPN 8 Kota Gorontalo tenggelam di Pantai Indah Gorontalo. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung melakuan kordinasi dengan Basarnas dan BPBD Kota Gorontalo untuk segera melakukan pencarian dan evakuasi selama tanggap darurat,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Sambil menunggu upaya pencarian, Sumarwoto berharap kedua orang tua dan keluarga sabar dan berdoa agar korban bisa segera ditemukan.  

“Kepada masyarakat diingatkan agar di musim kemarau ini hati-hati karena angin kencang dan memicu gelombang besar, kalau berlibur di pantai agar hati-hati dan anak-anak dipantau, jangan berenang terlalu ketengah, dan yang tidak tahu berenang sebaiknya jangan turun di air,’ kata Sumarwoto.

Upaya pencarian oleh TRC BPBD dilakukan pada hari pertama, namun belum mendapatkan hasil.

 

Pewarta : iswandi Jusuf – BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO -  Etika berinternet secara sehat merupakan kebutuhan utama yang harus diketahui semua pihak agar tidak terjerumus pada pelanggaran seperti pornografi, penyebaran hoaks, kebencian, atau lainnya.

Untuk semua pihak harus memahami dan mengerti tata cara beretika dalam berselancar di dunia internet. Pembelajaran etika berinternet ini disosialisasikan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo.

Yang menjadi sasaran kali ini adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Taruna Gorontalo. Para mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi terpumpun pemanfaatan internet sehat cerdas dan kreatif pada Sabtu (24/8/2019). Diskusi ini diikuti oleh mahasiswa baru yang regular maupun kelas ekstensi.

“Diskusi terpumpun berlangsung 2 jam tersebut dihadiri 150 mahasiswa baru. Mereka antusias menerima pembekalan dari narasumber yang berprofesi sebagai akademisi juga anggota KPID Gorontalo, Ach Risa Mediansyah,” kata  Leisyawati Ali moderator dalam diskusi ini. Leisyawati Ali adalah Kepala Seksi Saluran Komunukasi Publik, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo.

Pembekalan internet sehat ini sangat cocok dilakukan kepada mahasiswa baru, karena pada masa ini hamper sebagian besar waktu mereka terhubung dengan dunia internet. Banyak kepentingan yang dilakukan, mulai dari kebutuhan pendidikan, bersosial media, hingga mencari hiburan. Semua disediakan dalam jaringan internet yang saling terhubung.

Dalam pembekalan tersebut, Risa Mediansyah menekankan pada bahaya hoaks, yang memiliki implikasi hukum maupun sosial, selain itu mengarahkan para mahasiswa untuk bijak dalam penggunaan media sosial.

Leisyawati Ali mengatakan penerimaan mahasiswa baru di STIA Bina Taruna merupakan momen yang tepat untuk mensosialisasikan salah satu program Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, yaitu memasyarakatkan penggunaan internet sehat dan kreatif di kalangan generasi milenial.

“Kami berterima kasih kepada Ketua Yayasan STIA Bina Taruna Gorontalo yang telah memberi kesempatan melakukan sosialisasi kepada mahasiswa baru, semoga materi yang diberikan bermanfaat untuk mahasiswa baru,” ujar Leisyawati Ali.

Sementara itu Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STIA Bina Taruna, Fauzi mengapresiasi Dinas Kominfo dan Statistik yang telah memberikan materi pada pengenalan kegiatan akademik mahasiswa baru.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kota Gorontalo, Humas - Pengurus PKK Provinsi Gorontalo menggelar lomba Jambore PKK tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2019. Kegiatan jambore ini diikuti oleh seluruh pengurus PKK tingkat Kabupaten/Kota, dan dibuka langsung oleh Plh. Sekertaris daerah Provinsi Gorontalo Sukri Botutihe, Sabtu, (25/8/2019) di gedung Belle Limbui Kota Gorontalo. 
 
Dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Nurindah Rahim menyampaikan melalui kegiatan jambore PKK sekaligus lomba ini, dapat terus melahirkan PKK yang terampil dan berwawasan luas. 
 
"Sekaligus kami ingin mengapresiasi kader- kader PKK yang selama ini sudah bekerja keras mengabdikan diri sebagai relawan gerakan PKK tanpa pamrih," kata Nurindah
 
Sementara itu Plh Sekdaprov Gorontalo menyampaikan PKK adalah salah satu mitra pemerintah daerah yang aktif untuk terus mendorong percepatan pembangunan lebih baik kedepan, khususnya pada bidang kesejahteraan masyarakat.
 
"Untuknya saya berharap momentum ini bisa memberikan motivasi dan semangat sehingg kader PKK dapat menjadi kader penggerak pembangunan dan perubahan," tutur Sukri. 
 
Dalam pelaksanaan jambore kali ini ada beberapa lomba yang dilaksanakan diantaranya lomba yel yel, lomba penyuluhan pola asuh anak dan remaja, lomba penyulusan hatinya PKK, lomba penyuluhan stunting dan lain sebagainya. Untuk pengurus PKK terbaik, juara umum jatuh pada pengurus PKK Kabupaten Pohuwato.
 
Pewarta : Ecin - Humas
Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO -  Sebanyaki 8 orang pengemis yang meminta-minta di pinggir jalan Kota Gorontalo ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Linmas dan Kebakaran, Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Satpol PP dan Linmas dan Dinas Sosial Kota Gorontalo, Jumat (23/8/2019).

Para pengemis tak berkutik saat terkena razia di tempat mangkalnya masing-masing. Mereka ditertibkan  di pertokoan Gelael, Makro, kawasan Mall Gorontalo, Hotel Yulia dan sepanjang jalan John Ario Katili (ex jln Andalas) serta jembatan Potanga.

Para pengemis yang sebagian besar pernah terkena operasi serupa pada waktu lalu tidak memberikan perlawanan. Mereka pasrah digelandang Tim gabungan untuk dibawa ke Rumah Singgah "Ummu Syahidah" Dinas Sosial Provinsi Gorontalo di Kelurahan Buladu Kota Gorontalo.

Di rumah singgah ini mereka mendapatkan pembinaan dan bekal untuk hidup mandiri, tidak menggantungkan kepada orang lain dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo

“Kegiatan razia ini program rutin yang dilaksanakan secara berkala dan sesuai Standar Operasional Prosedur,” kata Plt Kepala Satpol PP, Fayzal Lamakaraka.

Faiyzal Lamakaraka menambahkan, Satpol PP Provinsi Gorontalo sebelum melaksanakan razia sudah melakukan pemantauan beberapa hari di lokasi tersebut. Dalam pemantauan ini sejumlah pengemis diidentifikasi. Mereka juga melakukan pemnatauan terhadap keberadaan orang terlantar dan gelandangan yang cenderung mengganggu ketertiban umum.

“Razia ini sebagai tindak lanjut hasil pemantauan lapangan sejak beberapa hari terakhir terhadap para Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) yang cenderung mengganggu ketertiban umum dan mengancam keselamatan diri mereka sendiri,” jelas Fayzal Lamakaraka.

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Akun Instagram Puteraputrikebudayaanindo akhirnya minta maaf dan menghapus unggahan foto yang menampilkan seorang wanita mengenakan Biliu, baju adat Gorontalo dengan bagian bawah yang menampakkan pahanya.

Permintaan maaf ini muncul setelah diprotes masyarakat Gorontalo secara luas di media sosial dan bahkan ada yang berusaha melakukan komunikasi dengan pihak penyelenggara.

“Penyelenggara sudah minta maaf, semoga ke depan ada perbaikan dan menjalin komunikasi yang lebih baik lagi saat mengatasnamakan daerah ini,” kata Ivone Reane Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Gorontalo, Sabtu (24/8/2019).

Permintaan maaf panitia ini disampaikan kepada Uti Gorontalo, Aldi Inaku yang menghubungi secara langsung pihak penyelenggara.

Dalam pesannya, penyelenggara menulis, Salam kebudayaan. Postingan tersebut telah kami hapus karena beberapa masyarakat Gorontalo memberikan feedback yang kuirang positif dari postingan ini. Kami memohon maaf jika memang ada kesalahan dalam pemakaian adat tersebut. Terima kasih atas masukannya, kami akan terus memperbaiki standard kamidan semoga ke depan dapat terus mengharumkan budaya-budaa di Indonesia sesuai dengan semestinya. Salam kebajikan

Sementara itu wanita diduga yang mengenakan Biliu, baju adat Gorontalo juga mengeluarkan pernyataan yang sama. Nama wanita tersebut adalah Margaretha Hutagalung.

Ia menulis, “Saya Margaretha Hutagalung Putri Kebudayaan Gorontalo 2019, secara pribadi memohon maaf atas kesalahan pemakaian baju modifikasi adat Gorontalo yang telah dibagikan di dalam akun PPKI dan beberapa portal pageant. Hal ini saya akui sebagai sebuah kesalahan dari saya pribadi dan juga keterbatasan dari segi logistic pengiriman baju adat tersebut yang mengharuskan saya melakukan fotoshoot sebagaimana yang telah tersebar di media sosial tersebut.

Saya telah berkoordinasi dengan pihak Putera Puteri Kebudayaan Indonesia dan foto tersebut telah di takedown dari instagram official PPKI.

Selanjutnya PPKI 2019 akan memberikan klarifikasi mengenai kasus ini dalam 2x24 jam.

Sekali lagi saya dan segenap jajaran Putera Puteri Kebudayaan Indonesia meminta maaf yang sedalam-dalamnya bagi masyarakat Gorontalo dan sekitarnya yang merasa hal tersebut kurang elok. Saya berjanji akan meminmalisir dan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari. Salam kebajikan”

Biliu

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili mengatakan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo belum pernah diminta informasi atau koordinasi terkait keikutsertaan Provinsi Gorontalo dalam ajang Pemilihan Putera-Puteri Kebudayaan Indonesia.

Harusnya panitia atau agensi model melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata lebih dulu untuk memastikan tidak ada masalah dengan baju adat yang dikenakan salah seorang pesertanya.

Keteledoran penyelenggara yang menuai protes warga Gorontalo ini merupakan indikasi kuat ketidaktahuan dan minimnya pengetahuan kebudayaan Indonesia. Padahal mereka bertujuan mengenalkan budaya daerah kekancah nasional dan internasional.

Rifli Katili menjelaskan bahwa penyelenggara kegiatan ini adalah Yayasan Putera Puteri Kebudayaan Indonesia (PPKI) untuk Pemilihan Puteri Kebudayaan yang diselenggarakan Grand Finalnya Pada Hari Jumat  (23/8/2019) bertempat di Gedung sapta Pesona Kemenpar.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO -  Masyarakat Gorontalo melalui beragam media sosial meradang atas unggahan akun instagram puteraputerikebudayaanindo.

Pasalnya dalam foto yang diunggah itu seorang wanita mengenakan baju adat Gorontalo yang bernama Biliu dengan bagian bawah yang menampakkan pahanya. Ini tidak sesuai dengan budaya dan norma masyarakat Gorontalo.

Dalam budaya Gorontalo tidak dikenal baju Biliu dengan potongan demikian, bahkan baju ini merupakan baju kebesaran adat. Sementara konsep budaya Gorontalo dikenal  dengan falsafah adat bersendikan syara, syara bersendikan kitabullah (Adat berpedoman pada syariah, syariah berpedoman pada Alquran).

Kekecewaan masyarakat Gorontalo atas munculnya foto wanita yang mengenakan Biliu ini banyak meramaikan group media sosial, mereka mengecam modifikasi baju adat yang dianggap menyalahi aturan ini.

Menurut Rifli Katili,  Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, baju adat modifikais ini diunggah oleh wanita yang mewakili Gorontalo pada ajang pemilihan Putra-putri Kebudayaan Indonesia. Wanita yang mengenakan baju khas Gorontalo ini diduga berasal dari agensi model asal Surabaya, Jawa Timur.

“Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo belum pernah diminta informasi atau koordinasi terkait kepesertaan Provinsi Gorontalo dalam ajang Pemilihan Putera-Puteri Kebudayaan Indonesia,”kata Rifli Katili, Sabtu (24/8/2019).

Rifli menambahkan saandainya panitia atau agensi model melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata lebih dulu, pasti tidak ada baju Biliu yang menyalahi aturan adat yang menimbulkan penolakan masyarakat Gorontalo secara luas. Karena ini menyangkut nilai dan budaya Gorontalo.

Rifli Katili menjelaskan bahwa penyelenggara kegiatan ini adalah Yayasan Putera Puteri Kebudayaan Indonesia (PPKI) untuk Pemilihan Puteri Kebudayaan yang diselenggarakan Grand Finalnya Pada Hari Jumat  (23/8/2019) bertempat di Gedung sapta Pesona Kemenpar.

Panitia dan agensi tersebut tidak pernah melayangkan surat pemberitahuan ke Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mengirimkan wakil pada ajang tersebut, termasuk penggunaan baju adat Biliu untuk peserta

Karena slodge Provinsi Gorontalo tersedia dan tidak diisi maka kesempatan ini diisi oleh agency model dari Surabaya tanpa memberitahu pihak Pemerintah Provinsi Gorontalo sebagai daerah utusan.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MAKASSAR – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo melakukan pertemuan dengan Konselor Jepang di Makassar.

Pertemuan dalam rangka menyiapkan bahan rumusan kebijakan, fasilitasi, inventarisasi dan pemantauan orang asing serta lembaga asing tersebut dilakukan di Kantor Konselor Jepang, Wisma Kalla Tower Lantai 7 Makassar, Jumat (23/08/2019).

Kabid II Bidang Bina Ideologi dan Wasbang Kesbangpol Provinsi Gorontalo, Arfan Sery Jusuf didampingi Staf Penghubung Gorontalo Subid Makassar, Rahmawati bertemu langsung dengan Head of Office Konselor Jepang, Katsutoshi Miyakawa.

“Meskipun jumlah warna negara Jepang yang menetap di Gorontalo masih terbilang sedikit, namun Jepang tertarik untuk berkunjung ke Gorontalo, yang merupakan salah satu wilayah Konselor Jepang di Sulawesi, Papua dan Maluku,” ungkap Miyakawa.

Miyakawa berkeinginan bertemu dengan Gubernur, Forkopimda, Perguruan Tinggi dan stakeholder lainnya sekaligus melihat Gorontalo dari dekat mengingat potensi Sumber Daya Alam yang prospektif apalagi beberapa program Jepang telah dilaksanakan di Gorontalo melalui JICA.

Pada kesempatan tersebut juga Arfan S. Jusuf mengundang Katsutoshi Miyakawa ke Gorontalo. Hal tersebut disambut baik oleh Miyakagawa dengan langsung mengagendakan kunjungan ke Gorontalo pada momen tersebut.

“Kehadiran Miyakawa nanti, selain dalam rangka misi diplomasi yaitu penguatan WNA, SDM, dan investasi sekaligus menyaksikan festival karawo yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo pada oktober mendatang,” tutup Arfan.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 80
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo