>

Displaying items by tag: Badan Penanggulangan Bencana Daerah

 

GORONTALO - Rapat Evaluasi Posko Terpadu Penanganan Karantina Orang dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait wabah pandemi Covid-19 berlangsung di Asrama Haji Gorontalo, Selasa (21/4/2020).

Pertemuan ini dipimpin Arifasno Napu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Peserta rapat koordinasi kebencanaan mengusulkan penetapkan status siaga darurat Covid-19 di provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo terhitung sejak 16 Maret-16 Mei 2020.

Rapat yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo ini dilaksanakan di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Senin (16/3/2020) dihadiri berbagai unsur seperti TNI (Korem, Lanal, Satradar), Polri, Basarnas, BPBD kabupaten/kota, Bapppeda, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, ORARI dan RAPI, serta pemangku kepentingan lainya.

“Dalam pertemuan ini sejumlah isu penting terkait kebencanaan dibahas yakni penyebaran virus Corona atau Covid-19,  ancaman bencana banjir dan tanah longsor, potensi pergerakan sesar/patahan Gorontalo, kesiapan SDM, peralatan dan logistik, serta trend anggaran untuk BPBD,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Selain usulan status siaga darurat Covid-19, beberapa usulan kebijakan lainnya adalah pemerintah provinsi dan kabupaten/kota perlunya membentuk Satuan Tugas (Satgas) percepatan penanggulangan virus Covid-19 yang melibatkan berbagai unsur terkait di wilayahnya masing-masing,  menyarankan agar juru bicara yang merelease data serta perkembangan penanganan covid-19 hanya 1 org dan 1 lembaga yakni Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

“BPBD berperan melaksanakan fungsi kordinasi antar instansi untuk memaksimalkan proses penanganan Covid-19,” ujar Sumarwoto.

Selain itu peserta rapat juga menyepakati agar Pemerintah Provinsi Gorontalo dan pemerintah kabupaten/kota bekerjasama dengan TNI, Polri dan insitusi terkait segera melakukan pemeriksaan intensif di pintu-pintu masuk ke Gorontalo baik darat, laut dan udara dengan SOP yang ketat.

Seluruh kantor dan pusat layanan umum juga diminta untuk menyiapkan antiseptik atau sabun cuci cair bagi masyarakat.

Komuniaksi dan sosialisasi secara intensif melalui berbagai matra dilakukan agar masyarakat tidak panik, membatasi kontak dengan orang lain, tidak berkumpul dengan banyak orang, dan menjaga stamina dan daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup.

“Pokok pikiran lainnya dalam pertemuan ini adalah Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat menentukan kebijakan seperti meliburkan anak-anak sekolah selama 2 minggu/lebih dan memerintahkan agar ASN bisa melaksanakan tugas dari rumah masing-masing serta kebijakan lainya yang diperlukan,” ucap Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Satuan Tugas penanggulangan penyebaran virus corona (Covid-19) di Provinsi Gorontalo segera dibentuk oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tiap daerah.

Hal ini merupakan hasil pertemuan para pimpinan BPBD pada forum koordinasi  Peningkatan Kapasitas Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) yang diikuti personel BPBD provinsi, kabupaten dan kota di hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Senin (16/3/2020).

Merebaknya penyebaran virus Corona di Indonesia ini mendapat tanggapan pada Forum koordinasi yang dihadiri personel BPBD di provinsi Gorontalo ini . Mereka bersepakat menentukan langkah yang dilakukan oleh BPBD provinsi dan kabupaten/kota untuk menghadapi wabah pandemi ini.

“Yang pertama disepakati adalah BPBD provinsi dan kabupaten/kota membentuk satuan tugas yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah masing-masing yang Ex Officio sebagai Kepala BPBD. Wakil Satgas dari Unsur TNI, Polri dan Kepala BPBD, serta Sekretarisnya Kadis Kesehatan,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Senin (16/3/2020).

Satgas ini akan bekerja melakukan koordinasi dan di lapangan membantu masyarakat menangani penanggulangan penyebaran virus Corona.

“Satgas ini akan membuat rencana aksi jangka pendek, menengah dan jangka panjang untuk menangani pencegahan penularan dan mengobati orang yang sakit dan memastikan orang yang sehat tidak tertular. Akhirnya mari kita berdoa semoga Gorontalo aman dan dihindarkan dari bencana virus Corona,” ujar Sumarwoto.

Pewarta : Iswandi Jusuf – BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dalam bulan Maret ini Provinsi Gorontalo sudah dua kali dilanda banjir bandang yang mengakibatkan banyak kerugian di masyarakat dan merusak fasilitas umum.

Kondisi ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menggelar Peningkatan Kapasitas Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) yang diikuti personel BPBD provinsi, kabupaten dan kota di hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Senin (16/3/2020).

Kegiatan ini dibuka oleh Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Dalam sambutanya, Sumarwoto menegaskan pentingnya peingkatan kapasitas pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) ini.

“Di Gorontalo memasuki bulan Maret sudah 2 kali terjadi bencana banjir, namun setiap kejadian selalu saja ada keterlambatan menetapkan besaran kerugian akibat bencana tersebut,” kata Sumarwoto.

Diakuinya  kondisi ini disebabkan pemerintah kabupaten/kota tidak memiliki personil yang handal dalam menghitung kerugian akibat bencana.

“Kami berharap kegiatan ini harap diikuti dengan seksama, lakukan praktek simulasi menghitung kerugian sampai menghasilkan besaran angka kerugian,” ucap Sumarwoto.

Hasil hitungan ini sangat menentukan langkah untuk melakukan usulan rehabilitasi dan rekonstruksi baik dengan dana APBD maupun ke BNPB dengan anggaran APBN.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf – BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

SURABAYA -   Pengadaan alat pendeteksi tsunami dan mitigasi jalur evakuasi, papan informasi khusus jalur sesar patahan menjadi salah satu yang diusulkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo kepada pemerintah pusat.

Sejumlah usulan ini diajukan pada rapat koordinasi teknis pembangunan nasional (Kortekbangnas) tahun 2020 di Shangri-la Hotel, Kota Surabaya, Jumat (6/3/2020).

Rapat Kortekrenbang ini diselenggarakan dalam rangka sinergi perencanaan pembangunan Pemerintah Pusat dan daerah untuk mengoptimalkan pencapaian target pembangunan nasional.

“Kami mengusulkan sejumlah program pada pertemuan Kortekrenbang,” kata Ramiz Suleman, Kepala Sub-bagian Perencanaan dan Evaluasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo yang mengikuti kegiatan ini.

Ramiz Suleman menjelaskan sejumlah program lain yang juga diusulkan dalam pertemaun ini antara lain pembuatan dokumen perencanaan kedaruratan bencana sesuai amanat PP nomor 21 tahun 2008, pembuatan dokumen informasi data kebencanaan sebagai dasar standar pelayanan minimal, pembangunan shelter yang dikombinasikan dengan pihak teknis terkait, hal ini dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan.

Selain itu juga Pemerintah Provinsi Gorontalo akan mengkoordinasikan pembuatan Tim Reaksi Cepat (TRC) Terpadu yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, termasuk dalam biaya pelatihan dan penanganan.

“Untuk rencana kontinjensi bisa disusun di tahun 2021 sebagai dasar pedoman pelaksanaan,” ujar Ramiz Suleman.

Dalam pertemuan yang dikoordinir Kementerian Dalam Negeri ini dihadiri Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB), Bappenas dan OPD Provinsi, Bappeda, BPBD kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BOLIYOHUTO  -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menutup posko bersama bantuan darurat bencana banjir di Kecamatan Boliohuto, Kamis (5/3/2020).

Tim Penanganan Darurat Bencana Banjir di kecamatan ini telah melaksanakan tugas memberi bantuan kepada korban bencana banjir di Desa Diloniyohu, Tolite dan Bongo Ngoayu, Kabupaten Gorontalo sejak Senin-Kamis (2-5/3/2020).

“Selama membuka posko, kami telah banyak melakukan kegiatan antara lain membantu evakuasi dan penyelamatan masyarakat,  menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada korban dengan mendistribusikan langsung 4.280 bungkus per hari,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Selain itu di posko ini juga memberi bantuan makanan kepada 821 Kepala Keluarga (KK) atau 2.526 jiwa yang menjadi korban banjir.  Mereka tersebar di beberapa kawasan yang direndam air, banyak peralatan rumah tangga yang tidak bisa difungsikan, termasuk kehilangan harta benda sehingga perlu penanganan darurat seperti pemberian makanan siap saji.

“Kami juga pembersihan fasilitas umum berupa gedung-gedung sekolah SMA, SD,  masjid dan beberapa rumah  masyarakat,” ujar Sumarwoto.

Saat banjir mulai surut tim terpadu dalam posko ini juga membantu pemulihan fungsi fasilitas umum seperti sekolah, Puskesmas, Posyandu. Mereka juga terlibat aktif melakukan pendataan dan kaji cepat, baik jiwa terdampak maupun infrastruktur serta merencanakan dan mengkordinasikan perbaikan fasilitas umum dengan instansi terkait.

Setelah mengadakan pelayanan masyarakat selama 4 hari, keadaan sudah mulai pulih, masyarakat sudah mulai melakukan aktifitas normal. Pemulihan yang cepat ini membuat posko bantuan bencana ini berangsur dikembalikan ke instansinya.

“Atas nama Kepala BPBD Provinsi Gorontalo menyatakan operasi penanganan darurat bencana banjir di Kabupaten Gorontalo dinyatakan selesai. Atas suksesnya layanan ini, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran TNI dan Polri, Basarnas, PMI, Kwarda Provinsi Gorontalo, Dinas Kesehatan, BPBD Kabupaten Gorontalo, BPBD Bone Bolango, tokoh agama dan masyarakat atas kerjasama yang baik ini,” papar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Sesaat setelah mendapat laporan orang tenggelam di Keluarahan Bugis Lingkungan II pada Minggu (1/3/2020) pukul 11.30 Wita, tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo langsung bergerak ke lokasi.

Korban yang nama Windi Jatwadi (14), siswa kelas 3 SMP Negeri 7 Kota Gorontalo pada hari itu bersama saudaranya, Naya Jatwadi tengah asyik mandi di Sungai Bone.

Menurut Naya jatwadi, saat mereka tengah berada badan sungai mereka ingin menyebrangi sungai, tetapi baru berjarak 7 meter Windi Jatwadi sudah tenggelam dan sempat memegang tangan Naya. Namun pegangan tangan Windi terlepas dan saat itulah korban langsung hilang dibawa arus sungai.

Tim Reaksi Cepat BPBD langsung ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan tim yang sudah berada di lokasi.

Windi Jatwadi ditemukan oleh tim gabungan yang berasal dari BPBD Kota Gorontalo, BPBD Provinsi Gorontalo, Kantor Pencarian dan Pertolongan, Polsek dan Polres, polisi perairan, Koramil, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan masyarakat pada pukul 12.55 Wita di lokasi tempat korban dinyatakan hilang.

Untuk mengurangi beban penderitaan keluarga atas musibah ini, Pemerintahan Provinsi Gorontalo melalui Kepala BPBD, Sumarwoto menyerahkan bantuan kepada keluarga korban, keluarga Bambang-Usman.

“Kami mengingatkan agar selalu mengawasi anak-anak serta selalu memberikan pembinaan untuk selalu berhati-hati saat berada di sungai. Ini pembelajaran kepada siapa saja,.” Kata Sumarwoto.

Bantuan yang diserahkan BPBD ini berupa paket kebutuhan pokok seperti beras, minyak kelapa, makanan, air mineral.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo langsung mendirikan posko di dua lokasi, Desa Diloniyohu Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo dan Desa Monano saat banjir bandang menerjang kawasan ini, Senin (2/3/2020).

Pendirian posko ini untuk memudahkan penanganan bencana, termasuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang berada di pengungsian. Hal ini dilakukan setelah melakukan koordinasi dengan TNI, Polri, Kantor Pencarian dan Pertolongan serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Kesigapan penanganan bencana banjir ini  merupakan langkah taktis yang harus diambil pada kondisi darurat agar masyarakat segera terbantu.

Di Desa Diloniyohu, posko didirikan di rumah kepala desa. Para petugas dan relawan di lapangan langsung bergerak cepat memberi bantuan evakuasi kepada korban, terutama pada usia lanjut dan anak-anak yang rawan terhadap bencana, mereka diungsikan di posko untuk sementara.

“Selanjutnya kami membuka dapur umum untuk menyiapkan makanan, dan memberi bantuan logistik berupa mi instan, ikan kaleng, air minum dan susu untuk balita,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Kepala BPBD Provinsi Gorontalo ini memimpin langsung tim untuk memberi pelayanan kepada masyarakat dan memberi motivasi kepada tim yang bertugas.

“Kerjasama yang baik antara Kapolda dan Danrem, Kepala Basarnas dan OPD terkait penanganan bencana ini sehingga masyarakat segera tertolong dalam waktu yang cepat. Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama ini,” kata Sumarwoto.

Sumarwoto juga menyampaikan pesan Kapolda Gorontalo agar masyarakat tetap tenang dan saling membantu, Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama unsur lainnya hadir untuk membantu masyarakat.

Operasi pelayanan korban banjir masih berlanjut sampai masyarakat bisa beraktifitas kembali.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO – Provinsi Gorontalo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyerahkan bantuan kepada pasangan suami-istri Basirun Otuhu (49) dan Sartin Lamatenggo (45), korban kebakaran rumah, Senin (24/2/2020).

Kedua warga jalan Panipi Desa Hunggaluwa Limboto Kabupaten Gorontalo  mengalami musibah kebakaran rumah pada Jumat (7/2/2020).

Bantuan yang diserahkan berupa bahan makanan seperti beras, ikan kaleng, mi instan, air minum, pakaian, sarung, dan terpal.

“Gubernur Gorontalo, Bapak Rusli Habibie turut prihatin atas musibah ini, melalui BPBD kami menyerahkan bantaun ini semoga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Dalam penyerahan bantaun ini Sumarwoto didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Arifasno Napu serta sejumlah pejabat BPBD.

“Di tahun 2020 ini saja sudah 5 kali terjadi kebakaran rumah penduduk. Pemicunya adalah hubungan arus pendek instalasi listrik di rumah. Kami menghimbau jika membuat instalasi listrik rumah sebaiknya menggunakan kabel yang standar dan selalu disesuaikan kapasitas listrik yang digunakan,” ujar Sumarwoto.

Sumarwoto juga berpesan untuk selalu mengontrol instalasi listrik secara periodic, termasuk mengganti  kabel.

Kebakaran yang  menghanguskan satu unit rumah ini terjadi akibat hubungan pendek listrik pada kabel kulkas sehingga dengan cepat api menjalar membakar rumah mereka tanpa menyisakan barang. Musibah ini terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Mobil pemadam kebakaran yang datang tidak mampu menyelamatkan rumah dari lalapan si jago merah.

Pasangan Basirun Otuhu dan Sartin Lamatenggo bersama 2 anaknya untuk sementara ditampung di rumah tetangganya yang masih terhitung kerabatnya.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Perumahan Altira Desa Mongolato Kecamatan Talaga Kabupaten Gorontalo, Rabu (19/2/2020).

Santunan ini diserahkan oleh Kepala BPBD, Sumarwoto kepada Hasna Abdullah Bouty.

Korban Hasna Abdullah Bouty dan anggota keluarga yang berjumlah  2 orang selamat dari amukan api setelah si jago merah ini melalap rumah meraka. Api menghanguskan rumah beserta isinya, tidak ada yang dapat diselamatkan.

Api dapat dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran (Damkar) provinsi  Gorontalo, Damkar kabupaten Gorontalo, dan Damkar kota Gorontalo.

Dalam penyerahan bantuan ini, Sumarwoto didampingi pemerintah  desa, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Arifasno Napu serta sejumlah pejabat.

Dalam sambutannya Sumarwoto menyampaikan bahwa dari tahun ke tahun terjadi peningkatan kebakaran rumah dan lebih dari 90 persen disebabkan hal sepele, seperti penggunaan charger handphone yang tidak baik, instalasi listrik tidak aman, kecerobohan yang pada menimbulkan kebakaran.

“Tahun 2020 saja sudah terjadi 4 kali kebakaran rumah. Upaya kesiapsiagaan terhadap faktor risiko kebakaran penting dan menjadi perhatian kita semua,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : ISwandi Jusuf – BPBD

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
Halaman 1 dari 6
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama