>

Displaying items by tag: Badan Penanggulangan Bencana Daerah

MARISA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Penguatan Peran Dunia Usaha, Lembaga Organisasi masyarakat dalam Penanggulangan Bencana Di Hotel Golden Sri Kabupaten Pohuwato, Selasa (18/2/2020).

Dalam Sambutanya Kepala BPBD, Sumarwoto menjelaskan Kabupaten Pohuwato memiliki Indeks Risiko Bencana tertinggi di Provinsi Gorontalo yakni 167 dan terendah Kota Gorontalo di 128, sementara rata-rata se-Provinsi Gorontalo angkanya 140.

“Angka ini menggambarkan kondisi di Kabupaten Pohuwato memiliki kerentanan yang cukup tinggi, oleh karena itu pemerintah daerah harus meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan dunia usaha dalam penanggulangan bencana,” kata Sumarwoto.

Keterlibatan dunia usaha dimulai dari peran prabencana, ikut aktif dalam kegiatan pencegahan dan kesiapsiagaan, selama keadaan darurat sampai pada pascabencana.

Kegiatan ini menghadirkan 40 Pengusaha dan tokoh organisasi kemasyarakatan se-Kabupaten Pohuwato.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato, Jony Nento saat membuka kegiatan ini meminta para pengusaha ikut berpartisipasi dalam penanggulangan bencana.

“Baru kena bencana banjir saja sudah butuh logistik dan truk untuk angkut korban dan barang, apalagi kalau bencana besar seperti di Lombok Nusa Tenggara Barat dan Palu, Sulawesi Tengah,” kata Jony Nento.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD, Isnandar dalam laporanya menyampaikan akhir dari kegiatan ini akan dibentuk Forum Koordinasi Pengusaha Peduli Bencana yang nantinya akan mengkoordinasikan peran serta para pengusaha dalam penanggulangan bencana.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf -0 BPBD

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

BIAU -  Ombak dan gelombang laut yang besar membuat pantai dan jalan di Desa Topi Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo Utara mengalami abrasi, rumah penduduk juga mengalami kerusakan akibat terjangan ombak ini sejak Rabu (12/2/2020).

Laporan gelombang dan ombak besar kepada tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo langsung direspon dengan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi.

“TRC BPBD langsung bergerak untuk pengecekan lapangan,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Langkah TRC ini diikuti rombongan Idah Syahidah, anggota Komisi VIII DPR  bersama Kepala BPBD Provinsi Gorontalo untuk meninjau lokasi kejadian. Kedatangan rombongan ini juga membawa bantuan yang diserahkan kepada 5 Kepala Keluarga yang menjadi korban keganasan gelombang tinggi, Jumat (14/2/2020).

“Terima kasih kepada Ibu Idah Syahidah yang telah peduli kepada masyarakat yang terkena musibah. Ibu Idah juga mengunjungi pelosok desa yang berada di ujung barat Bumi Gorontalo Utara,” kata SUmarwoto.

Di mata SUmarwoto, Idah Syahidah sudah lama dikenal sebagai sosok yang tidak mengenal lelah untuk mengunjungi masyarakat di pedesaan. Di mana pun mendengar ada musibah alumni Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung ini langsung turun tangan membantu warga.

Bencana gelombang pasang dan ombak besar yang disertai angin kencang di Gorontalo Utara ini menimpa  Keluarga Dedy Mii dan Yunus Dai, dinding bagian belakang rumah mereka ambruk dan atapnya terbang dihantam angin.

Untuk meringankan beban keluarga, Idah Syahidah bersama tim BPBD menyerahkan bantuan berupa beras, mi instan, terpal, perlengkapan sekolah, family kid .

“Kami berharap keluarga tabah menerima cobaan ini dan ke depan masyarakat harus menjaga lingkungan, tepi pantai ditanami pohon pelindung untuk pemecah ombak dan hidup bersih, terutama dari sampah plastic,” kata Idah Syahidah.

Idah Syahidah juga meminta masyarakat untuk menggunakan tumbler untuk persediaan minuman masing-masing, agar mengurangi sampah plastik dan juga bisa menghemat.

Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Sumarwoto juga berpesan bahwa pada Januari-Maret di Gorontalo termasuk daerah yang diprediksi terkena cuaca ektrem yang bisa menimbulkan bencana banjir, tanah longsor dan ombak besar,  ia minta masyarakat yang tinggal di sempadan sungai, lereng gunung dan tepi pantai meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Kalau masyarakat dan pemerintah siap, maka risiko bencana dapat dikurangi. Kehadiran Idah Syahidah serta Tim BPBD semoga menjadi obat bagi masyarakat yang ditimpa bencana,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyerahkan santunan kepada korban meninggal ledakan tabung balon gas, Senin (10/2/2020).

Korban letusan tabung balon gas yang meninggal dunia atas nama Anisa Putri Usman yang baru berumur 10 tahun. Anisa duduk di bangku kelas V sekolah dasar di Kota Gorontalo.

Keluarga korban mendapat santunan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo yang diserahkan Kepala BPBD, Sumarwoto.

“Kami mengucapkan rasa  belasungkawa dan dukacita yang mendalam atas meninggalnya almarhumah Anisa Putri Usman yang baru berusia 10 tahun, dan berharap keluarga tabah dan ikhlas menerima musibah ini,’ kata Sumarwoto.

Pada penyerahan santunan duka ini, hadir Lurah Ipilo beserta kerabat dan tetangga. Suasana terasa haru dan masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

“Akhir-akhir ini banyak bencana yang terjadi akibat kelalaian warga, antara lain bencana kebakaran yang di tahun 2020 sudah ke 3 kali, sebagian besar diakibatkan oleh korsleting listrik, kemudiaan saat ini juga masih musim penghujan yang setiap saat ada ancaman bencana banjir, oleh karena itu melalui pemerintah kelurahan dan desa mohon agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masing-masing terutama yang tinggal di sempadan sungai dan lokasi yang langganan banjir,” pinta Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf – BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo beserta pejabat administrator, pejabat pengawas, pelaksana dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) mensyukuri penghargaan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas peran serta aktif dalam penanganan bencana.

Pada Selasa (4/2/2020), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerima penghargaan dari Kepala BNPB, Letjend TNI Dony Monardo saat rapat kordinasi nasional penanggulangan bencana yang dibuka oleh Presiden Republik Joko Widodo di SICC Sentul, Bogor, Jawa Barat.

“Syukur dan terima kasih kepada semua pihak, utamanya seluruh pegawai dan PTT di BPBD Provinsi Gorontalo, atas kerjasama yang baik selama ini, tanpa kalian, kami para pimpinan itu pasti tidak akan sukses,” kata Sumarwoto, Jumat (7/2/2020).

Sumarwoto meminta staf BPBD untuk menjadikan penghargaan ini sebagai pelecut kerja keras, kerja cepat dan ikhlas dalam melayani masyarakat. Prestasi ini harus dijadikan sarana untuk menambah pengabdian kepada daerah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Joko Suwarno  berpendapat ini baru pertama kali BPBD Provinsi Gorontalo mendapat penghargaan sejak lembaga ini berdiri, ia merasa bangga menjadi bagian dari instansi ini.

“Mari kita bekerja lebih keras lagi, kita satukan tekad dan semangat, agar kinerja BPBD lebih meningkat lagi,” ucap Joko Suwarno.

Sumarwoto mengajak seluruh ASN agar menyukseskan apel terpadu kesiapsiagaan tahun 2020 yang rencana akan dilaksanakan akhir bulan Februari 2020.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 06 Februari 2020 07:34

Gorontalo Terima Penghargaan Dari BNPB

BOGOR - Pemerintah Provinsi Gorontalo mendapat penghargaan dalam bidang penanggulangan bencana, Selasa (4/2/2020).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto yang mewakili Gubernur Gorontalo menerima penghargaan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjend TNI Dony Monardo.

Penghargaan ini diserahkan pada acara rapat kordinasi nasional penanggulangan bencana yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo di SICC Sentul, Bogor, Jawa Barat.

“Penghargaan ini merupakan prestasi yang membanggakan karena berhasil mengalahkan provinsi besar yang sudah lebih dulu eksis,” kata Sumarwoto.

Sumarwoto mengatakan penghargaan ini merupakan hasil arahan dan dukungan Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah serta bantuan dari semua elemen dalam penanggulangan bencana, baik BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Pramuka, Orari, Rapi, OPD provinsi, dunia usaha dan para pakar di Gorontalo.

“Kita jangan berpuas diri dengan penghargaan ini, kami berharap penghargaan ini menjadi pelecut kinerja BPBD dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. mari kita wujudkan masyarakat yang tangguh, tanggap dan tangkas dalam menghadapi bencana,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah menyerahkan bantuan kepada keluarga korban tenggelam di Sungai Bolango, kota Gorontalo, Selasa (21/1/2020).

MB yang masih duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar Negeri 17 Kota Barat ini meninggal dunia akibat tenggelam saat bermain di Sungai Bolango bersama teman sebayanya.

Ayah korban, Latif Bahuwa menuturkan anaknya memancing dan mandi bersama teman-temannya Senin sore pukul 16.00 Wita di sekitar Jembatan Tenilo, teman korban menyampaikan bahwa Murat terpeleset dan jatuh ke sungai hingga tinggal tangan yang kelihatan, namun teman-temannya tidak segera memberitahu ke orang tua korban. Selasa (21/1/2020) pagi hari baru dapat kabar kalau anaknya tenggelam di Sungai Bolango

Saat itu Latif Bahuwa segera menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo. Bersama polisi dan TNI mereka melakukan pencarian dan pada pukul 08.30 Wita korban ditemukan.

“Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam, keluarga yang tinggalkan harus sabar dan tabah menerima musibah ini,’ kata Idah Syahidah.

Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo yang turut hadir dalam kegiatan terdebut berpesan kepada masyarakat agar berhati-hati menjaga anak-anak dan saling mengawasi jika ada anak yang bermain di sungai.

“Semoga tidak akan terjadi lagi musibah Anakyg tenggelam di Sungai,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Irwandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BONE PESISIR – Masyarakat korban gelombang pasang yang menghantam rumah mereka di Desa Tongo, Kecamatan Bone Pesisir, Kabupaten Bone Bolango mendapat santunan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Penyerahan bantuan ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto, Minggu (19/1/2020).

Dalam penyerahan paket bantuan ini Sumarwoto menyampaikan pesan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie yang merasa prihatin atas musibah ini dan memberikan bantuan logistik berupa beras 50 kg, ikan kaleng, terpal, selimut, perlengkapan dapur, dan sandang.

“Bantuan ini tidak seberapa tapi sedikitnya bisa meringankan beban keluarga korban,” kata Sumarwoto.

Sumarwoto yang didampingi Kepala Desa Tongo, Kepala Bidang Kedaruratan dan logistik Arifasno Napu, Kepala Sub-Bidang Logistik dan Peralatan Tahir Lahendeng dan sejumlah staf juga meninjau langsung kondisi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Cuaca ekstrem dalam beberapa hari yang lalu telah menimbulkan gelombang pasang yang tinggi. Beberapa rumah warga yang berada di tepi pantai mengalami kerusakan parah akibat gemburan ombak.

Kepada warga Tongo dan masyarakat lainnya, Sumarwoto berpesan  pada saat cuaca ekstrem ini masyarakat yang tinggal di tepi pantai dan sempadan sungai waspada dan hati-hati, diperkirakan hingga bulan Maret kondisi ini bisa terjadi.

“Mohon bantuan Kepala Desa untuk mengingatkan warganya baik di kantor, di masjid atau di acara-acara lain yang dihadiri banyak orang. Terakhir mari kita berdoa semoga dijauhkan dari bencana,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 27 Desember 2019 06:29

BPBD Gelar Family Gathering Dan Pelatihan Selam

GORONTALO -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menggelar Familly Gathering dan pelatihan penggunaan alat selam di Pantai Molotabu, Selasa (24/12/2019).

Kegiatan ini tidak semata menguatkan kebersamaan antarpersonal pegawai BPBD dan keluarga, namun juga memberi nilai lebih untuk peningkatapan kapasitas setiap pegawai. Kegiatan ini juga melibatkan pengurus Dharma wanita BPBD, sehingga semakin lengkap dan meriah kegembiraan di penghujung 2019.

“Akhir tahun yang menyenangkan dan berkesan, kami berwisata dalam kebersamaan dan juga meningkatkan kemampuan untuk menggunakan alat selam. Mereka yang telah mahir akan akan mengingatnya seumur hidup bahwa wisata di Pantai Molotabu ini memiliki nilai lebih,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provins Gorontalo.

Kegiatan wisata akhir tahun dilakukan untuk melepas rasa lelah dan penat selama satu tahun bergelut dengan kebencanaan. Semua pegawai larut dalam kegembiraan dan keakraban antarpegawai.

“Family gathering ini dirangkaikan dengan latihan penggunaan alat selam yang dipimpin staf dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Provinsi Gorontalo,” ujar Sumarwoto.

Sumarwoto juga berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan setiap tahun, agar lebih mendekatkan para pegawai sebagai tim yang setiap saat membutuhkan kekompakan dan kebersamaan dalam menjalankan misi kemanusiaan.

“Membangun semangat kerja baru, Selamat Tahun baru 2020 dan Salam Tangguh...Salam Kemanusiaan,” teriak Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KWANDANG – Sejumlah siswa dan guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Gorontalo Utara terlibat simulasi penanganan bencana gempa bumi, Kamis (11/12/2019).

Simulasi ini dipimpin oleh Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Gorontalo, Ny Idah Syahidah.

Mereka yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari SMA Negeri 1, SMA Negeri 5 dan sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Bahari Gorontalo Utara.

Kepada para peserta Ny Idah Syahidah menjelaskan pentingnya simulasi bagi warga sekolah, agar memiliki kesiapsiagaan apabila terjadi bencana gempa bumi di daerah ini.

“Daerah kita rawan bencana dengan indeks risiko bencana sebesar 140,”kata Ny Idah Syahidah.

Ny Idah Syahidah juga menjelaskan di samping simulasi penanggulangan bencana gempa bumi, para peserta juga diminta menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan, mengurangi pemakaian plastik dengan membawa tempat minuman sendiri (tumbler).

Sampah plastik saat ini menjadi masalah dunia yang mencemari daratan dan lautan. Ini akibat pemakaian plastik sebagai pembungkus makanan, kemasan produk,  hingga keperluan lain. Plastik tidak dapat dicerna dalam waktu pendek, diperlukan ratusan tahun terurai di alam.

“Ny Idah Syahidah memang sosok yang  kreatif dalam beriteraksi dengan siswa, 10 siswa diundang untuk menjawab pertanyaan seputar penanggulangan bencana, dan yang berhasil menjawab di beri hadiah tempat air minum yang indah,” kata Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daera (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Sumarwoto menjelaskan dipilihnya SMA Negeri 5 Gorontalo Utara ini karena lingkungan di sekitar sekolah ini merupakan kawasan yang dilewati patahan atau sesar Gorontalo, sehingga rawan terhadap bencana gempa. 

Simulasi ini merupakan kerja sama antara BPBD dan Forum Pengurangan Risiko Bencana yang diagendakan setiap tahun di tempat yang berbeda-beda.

Pada sesi terakhir, Ny Idah Syahidah meminta pasca simulasi ini sekolah bisa melaksanakan simulasi mandiri yang melibatkan seluruh warga sekolah.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mendapat kunjungan Mr Shinsuke Yazaki dari Kanematsu Corporation, Jepang, Rabu (13/11/2019).

Dalam kunjungan ini, Shinsuke Yazaki mempresentasikan program penanggulangan bencana khususnya pembuatan peta ancaman bencana banjir dan pemasangan alat system peringatan dini atau Early Warning System (EWS) gempa dan tsunami.

Shinsuke Yazaki menyakinkan bahwa Provinsi Gorontalo memerlukan peta ancaman bencana banjir dan alat deteksi dini ancaman bencana gempa dan Tzunami.

Gorontalo merupakan daerah yang dilewati patahan atau sesar yang membentang dari Kota Gorontalo, melewati Danau Limboto di Kabupaten Gorontalo, sampai di Kecamatan Kwandang dan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara.

Patahan ini berpotensi menimbulkan gempa tektonik sekitar 8,5 SR dan mengancam 1 kota dan 2 kabupaten, 9 kecamatan, 40 desa dan 108 ribu jiwa.

“Kondisi rusaknya hutan dan lingkungan juga berpotensi menimbulkan ancaman bencana banjir besar. untuk itu di Gorontalo perlu dibuat peta rawan banjir dan rute ke mana jalur penyelamatanya,” kata Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Sumarwoto  juga menjelaskan antisipasi bencana gempa besar yang betpotensi Tsunami, di pinggir pantai yang rawan tsunami perlu dipasang alat EWS.

“Kami berharap ada dukungan data untuk mendukung proposal kegiatan dan anggaran ke Pemerintah Jepang,” kata Shinsuke Yazaki.

Shinsuke Yazaki  meminta BPBD Provinsi berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota untuk penganggaran pemasangan alat EWS di wilayahnya masing-masing.

“Mari kita senantiasa waspada, siap siaga dan tangguh,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama