>

Displaying items by tag: Badan Penanggulangan Bencana Daerah

GORONTALO - Organisasi dan tata kerja suatu lembaga itu sangat dinamis sesuai dengan tantangan dan tuntutan zaman, oleh karena setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi perlu melakukan evaluasi analisis jabatan di institusinya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo saat menerima Tim Analisis Jabatan (Anjab) dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan lembaga terkait di ruangan rapat BPBD.

Rombongan ini dipimpin oleh Ismail Pomalingo Kepala Bidang Pengembangan BKD Provinsi Gorontalo.

“Kami berharap agar setiap eselon 3 dan 4 bisa memotret dan memetakan kebutuhan SDM melalui evaluasi Anjab,” kata Sumarwoto dalam sambutan penerimaannya, Selasa (27/8/2019).

Sumarwoto memaparkan hasil Anjab tahun lalu masih belum maksimal, ada beberapa jabatan yang masih kosong dan stafnya sangat minim, ia minta bisa dikembangkan sampai ke jabatan fungsional.

Selanjutnya Sumarwoto berharap BPBD bisa menambah staf yang kompeten untuk memaksimalkan peran Tim Reaksi Cepat (TRC) dan juga staf yang memiliki kompetensi pengoperasian Radio komunikasi untuk kordinasi dan pelaporan ke BNPB.

Terhadap permintaan Sumarwoto ini, Ismail Pomalingo bersama tim menyambut baik atas masukan dan saran-saran dari eselon 3 dan 4 Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Rian Saleh (14) Siswa SMP Negeri 8 Kota Gorontalo yang mengalami musibah tenggelam di Pantai Indah Kelurahan Pohe ditemukan sudah tidak bernyawa lagi.

Rian Saleh yang beralamat di jalan Palma Kelurahan Libuo Kota Gorontalo ini

Menurut saksia mata yang bernaa Pak Yo, pada Sabtu (24/8/2019) pukul 15.20 Wita, Rian Saleh bersama 6 temannya berada di Pantai Indah untuk mandi. Mereka kemudian diseret ombak , Rian saleh yang posisinya paling belakang tidak dapat menyelamatkan diri meskipun Pak Yo sudah berusaha menolongnya dengan sebatang bambu. Rian saleh hilang terseret ombak.

Upaya pertolongan dilakukan oleh gabungan instansi, Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melakukan berkoordinasi dengan BPBD Kota Gorontalo dan Kantor Pencarian dan Pertolongan, serta Tim dari Kepolisian Perairan. Mereka mencarikan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.

“Pada Minggu (25/8/2019) dilakukan pencarian lagi mulai pukul 05.40 Wita dengan teknik selam yang melibatkan BPBD, Kantor Pencarian dan Pertolongan dan masyarakat,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Kali ini mereka melakukan penyelaman hingga kedalaman 10-15 meter. Upaya ini akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya jasad Rian Saleh pada  kedalaman 15 m oleh masyarakat dengan menggunakan kompresor.

“Korban diserahkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan yang kemudian diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : iswandi Jusuf – BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO –  Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo langsung menuju lokasi saat mendengar laporan musibah tenggelamnya seorang anak.

Musibah yang terjadi pada Sabtu (24/8/2019) ini berlokasi di Pantai Indah Pohe, Kecamatan Hulontalangi, Kota Gorontalo.

“Rian Saleh Siswa SMPN 8 Kota Gorontalo tenggelam di Pantai Indah Gorontalo. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung melakuan kordinasi dengan Basarnas dan BPBD Kota Gorontalo untuk segera melakukan pencarian dan evakuasi selama tanggap darurat,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Sambil menunggu upaya pencarian, Sumarwoto berharap kedua orang tua dan keluarga sabar dan berdoa agar korban bisa segera ditemukan.  

“Kepada masyarakat diingatkan agar di musim kemarau ini hati-hati karena angin kencang dan memicu gelombang besar, kalau berlibur di pantai agar hati-hati dan anak-anak dipantau, jangan berenang terlalu ketengah, dan yang tidak tahu berenang sebaiknya jangan turun di air,’ kata Sumarwoto.

Upaya pencarian oleh TRC BPBD dilakukan pada hari pertama, namun belum mendapatkan hasil.

 

Pewarta : iswandi Jusuf – BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

JAKARTA – Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada keadaan darurat Bencana dan Pascabencana menjadi pokok bahasan dalam rapat pendampingan antara Badan  Nasioanl Pennaggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Rapat pendampingan ini dibuka oleh Sekretatis Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Nugroho, di Hotel Fave Pasar Batu, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

“Penerapan SPM ini sangat penting, baik dari sisi kelembagaan, penganggaran dan tata kelola administrasinya, masih banyak daerah Kabupaten yang BPBD hanya diurus oleh eselon 3, kemudian anggaran juga dibawah Rp6 miliar, padahal sektor kebencanaan sekarang menjadi urusan pelayanan dasar, sehingga daerah wajib memberi anggaran yang memadai,” kata Nugroho.

Nugroho memaparkan bencana bisa timbul kapan saja dan di mana saja, sehingga pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan, melakukan koordinasi dan mitigasi dengan melibatkan berbagai unsur.

“Hilangkan egosektoral antarlembaga, karena bencana tidak mampu hanya diurus oleh BNPB dan BPBD. Daerah perlu melakukan asistensi dan pengawasan melalui instansi teknis dalam pendirian bangunan, baik dari sisi tata ruang dan konstruksi, wilayah yang rawan bencana dihindari sebagi tempat pemukiman dan konstruksi bangunan harus memenuhi kaidah yang benar,” papar Nugroho.

BPBD diminta proaktif membuat peta rawan bencana dan didukung dengan data-data yang lengkap seperti indeks ancaman, Indeks ketahanan daerah dan indeks risiko bencana, dan hal lain yang penting dan harus dipenuhi, baik sarana prasarana maupun logistik dan biaya operasionalnya, sehingga ada dasar yang kuat untuk memperoleh tambahan anggaran.

Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Sumarwoto melaporkan dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk penanggulangan bencana sudah cukup bagus, anggaran setiap tahun meningkat dan pemerintah menganggarkan dana Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk bencana sebesar Rp5 miliar.

“Kami berharap dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota agar anggaran BPBD dapat  ditingkatkan,” kata Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Hamid Yusuf, warga Desa Bongopini Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango mendapat santunan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Hamid Yusuf adalah kepala keluarga yang mendapat musibah kebakaran yang melalap rumahnya. Akibat kebakaran ini, seluruh anggota keluarganya tidak bisa menempati rumahnya lagi yang habis dilalap di jago merah.

“Atas nama pemerintah Provinsi Gorontalo, kami menyampaikan turut prihatin atas musibah kebakaran dan menyerahkan bantuan Pangan ini. Salam dari Gubernur Rusli Habibie, Wagub Idris Rahim dan Sekda Darda Daraba yang sedang tugas luar daerah,” kata Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Selasa (20/8/2019).

Bantuan pangan yang diserahkan berupa Beras, ikan kaleng, mi instan, perlengkapan sekolah, terpal, perlengkapan dapur, family kids dan air kemasan.

“Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban keluarga korban,” ujar Sumarwoto.

Sumarwoto juga berpesan agar masyarakat berhati-hati di musim kemarau yang sangat panas ini, hindari membakar sampah di siang hari dan cermati instalasi listrik di rumah masing-masing.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

GORONTALO - Rapat Koordinasi Pusat Pengendalian dan Operasi Pengendalian Bencana tahun 2019 Provinsi Gorontalo digelar di di ruang rapat Lantai 1 Kantor Bapppeda Provinsi Gorontalo, Selasa (20/8/2019).

Rakor ini dipimpin oleh Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Sumarwoto saat mengawali sambutanya memaparkan data bencana kebakaran sampai bulan Agustus 2019 sudah 119 kasus, sementara kondisi saat ini masih musim kemarau sampai akhir bulan September 2019.

“Kami minta BPBD Kabupaten/Kota, Pemadam Kebakaran dan masyarakat waspada terhadap  dampak dari kekeringan ini, ancaman Kebakaran, kekurangan air bersih dan Gagal panen atau puso,” kata Sumarwoto.

Hadir dalam rakor tersebut Kas Op Danrem 131/Nani Wartabone, perwakilan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), PT PLN, BPBD dan Damkar Kabupaten/Kota, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Sosial, Dinas Perkim dan pemangku kepentingan lainnya.

Kepada PT PLN Gorontalo, forum rapat meminta agar melakukan pengawasan instalasi listrik, ikut turun langsung dalam penanggulangan bencana, membantu korban kebakaran dengan memasang Instalasi listrik gratis dengan biaya CSR.

“Dalam rapat tersebut kami juga menyepakati agar Kabupaten/Kota yang sudah dilanda kekeringan mengadakan rapat penetapan siaga darurat kekeringan,” ujar Sumarwoto.

Di akhir rakor diminta melakukan pendataan sarana dan prasarana serta membangun Fire Hydrant di titik-titik strategis serta menambah dan memperbaiki mobil armada pemadam kebakaran.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menerima Tim Penilai Lomba Kebersihan Kantor, Rabu (14/8/2019).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Pesta Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam kriteria lomba kebersihan kantor  ini yang menjadi unsur penilaian adalah kebersihan, kerapian, kenyamanan dan estetika, serta kemeriahan.

Kepala BPBD Provinsi Gorontalo Sumarwoto menyambut baik dan menyarankan agar lomba seperti ini dilaksanakan setiap tahun, karena berdampak positif terhadap kebersihan dan kerapian kantor, lomba ini memicu dan memacu kreatifitas staf untuk menata ruanganya masing-masing.

 “Sebelum tim penilai datang, secara internal dilombakan per bidang dan sekretariat, tapi yang menilai hanya Kepala Badan saja. Kemudian sebagai bahan pembanding penilaian, tiap kepala bidang saling menilai,” kata Sumarwoto.

Sumarwoto menambahkan yang terpenting dari kegiatan ini bukan memilih juaranya namun momentum untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan ini yang utama.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPDBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO -  Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo langsung meluncur saat menerima laporan musibah kebakaran.

Bencana kebakaran ini berada di di Kelurahan Talumelito Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo.

“Kami langsung ke lokasi kejadian,” kata Anton Hulima, anggota TRC BPBD Provinsi Gorontalo, Selasa (13/8/2019).

Anton Hulima menjelaskan kebakaran terjadi pada pukul 15.45 Wita di Kelurahan Talumelito Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, laporan diterima pada pukul 16:10 wita dari warga yang bernama Herman Lanti.

“Dugaan penyebab kebakaran berasal dari lahan kebun yang dibakar oleh pemilik untuk membersihkan semak sehingga api menjalar sampai ke kandang peternakan,” ujar Anton Hulima.

TRC BPBD Provinsi Gorontalo segera menurunkan 1 unit mobil tanki air 5000 liter menuju ke lokasi kejadian dengan berkoordinasi dengan Tim Pemadam Kebakaran Provinsi dan Kabupaten Gorontalo.

Kandang ayam milik Zainuddin (40) ini ludes, belum dihitung jumlah kerugian akibat musibah ini. Namun saat terjadi kebakaran terdapat 4000 ekor ayam hangus terbakar.

Menyikapi banyaknya kebakaran di Gorontalo, Kepala Pelaksana BPBD Sumarwoto mengingatkan kepada masyarakat agar hati-hati, saat sudah musim kemarau dan kebakaran sering terjadi di beberapa tempat.

“Masyarakat jangan membakar sampah sembarangan, apalagi di siang hari udara panas dan angin bertiup kencang memudahkan menjalarnya sumber api. Dirumah-rumah tolong diperhatikan kualitas instalasinya dan hindari steker yang tumpang tindih karena dapat memicu korsleting pemicu kebakaran,” kata Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

 

GORONTALO -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengikuti Rapat Sosialisasi Penanggulangan Bencana yang dilaksanakan oleh Korem 131/Nani Wartabone Gorontalo.

Kegiatan tersebut dibuka oleh komandan KOREM 131/Nani Wartabone Kol. (Inf) Arnod Ritiauw, Senin (12/8/2019).

Dalam sambutanya Kol. (Inf) Arnod Ritiauw menekankan pentingnya rapat kordinasi, latihan dan simulasi penanggulangan bencana utamanya bencana kebakaran.

“Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada seluruh unsur TNI, Polri, Pemda, swasta dan lapisan masyarakat agar siap siaga menghadapi ancaman bencana. Lakukan rapat kordinasi, mitigasi, latihan dan simulasi berbagai jenis bencana,” kata Kol. (Inf) Arnod Ritiauw.

Dalam kegiatan tersebut Kepala BPBD Provinsi Gorontalo menyambut baik dan memberi dukungan peralatan dan SDM saat latihan pemadaman kebakaran hutan dan menyarankan agar menggandeng mitra Perusahaan Hutan Tanaman Industri  (HTI) dan Manggala Api yang sudah memiliki kemampuan dan ketrampilan memadai.

Kapolda Gorontalo yang diwakili Direktur Operasional (Dirops)  memberi apresiasi dan dukungan atas rencana Danrem untuk menggelar latihan pemadaman kebakaran hutan dan menyarankan agar melibatkan berbagai unsur agar hasilnya lebih maksimal.

Di akhir arahanya Kol. (Inf) Arnod Ritiauw berharap kegiatan ini disukseskan dan pertemuan berikutnya forum yang lebih kecil dan membahas persiapan teknis.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 13 Agustus 2019 21:06

BPBD Berbagi Daging Kurban 2 Ekor Sapi

GORONTALO - Pegawai di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo berbagi sesama melalui pembagian daging kurban.

Dua ekor sapi disembelih di instansi ini dan dagingnya dibagikan kepada 70 orang di sekitar kantor BPBD, Selasa (13/8/2019).

“Iduladha tahun ini hanya menyembelih 2 ekor sapi dan dagingnya sebagian dibagikan kepada 70 orang masyarakat dari kelurahan Ipilo,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Sumarwooto menjelaskan pemotongan hewan kurban ini merupakan syariat Agama Islam dan juga  mengasah kepekaan sosial pegawai BPBD.

“Ini juga memberi outcome terhadap masyarakat sekitar atas kehadiran BPBD di kelurahan Ipilo,” ujar Sumarwoto.

Selesai pembagian daging kurban, pegawai BPBD memasak sate dan soup iga yang disantap ramai-ramai.

Sumarwoto berucap masakan mereka tidak istimewa tapi jadi enak karena dimasak dan dimakan bersama-sama. suasana ini yang mahal.

“Mari senantiasa kita bangun, kita jaga suasana kekeluargaan, saling menghormati dan saling membantu,’ pungkas Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama