>

Displaying items by tag: Dinas Kominfo Dan Statistik Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Untuk mendukung penyiapan uang tunai dan kelancaran layanan penukaran kepada masyarakat menjelang Idulfitri, Bank Indonesia menyusun strategi secara internal dan eskternal.

Secara internal, Bank Indonesia melakukan penyediaan uang sebanyak Rp343 Miliar yang layak edar dan higienis untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dengan melakukan karantina uang Rupiah selama 14 hari sebelum diedarkan.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Bank Indonesia Provinsi Gorontalo berkomitmen menyiapkan kebutuhan uang tunai sebesar Rp343,3 miliar pada periode Ramadan dan Idulfitri tahun 2020.

Perkiraan jumlah kebutuhan uang tersebut turun sebesar 40 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TABONGO –  Sejumlah masyarakat di Limehe Timur terharu saat mereka menerima paket takjil yang dibagikan oleh Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Provinsi Gorontalo.

Suasana sore yang masih menyisakan panas menyengat tak terasa lagi saat keakraban staf dinas ini dengan warga, mereka saling sapa sambil mengingatkan untuk tetap di rumah saat pandemi Covid-19.

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
Sabtu, 04 April 2020 17:42

Info Covid-19 Di Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo masih menghimpun data untuk menghitung perekonomian di triwulan 1 terkait dampak wabah virus corona pada perekonomian. Hasil perhitungan ini rencananya akan dirilis pada bulan Mei 2020.

Hal ini terungkap pada rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang dilakukan via teleconference sesuai pola kerja Work From Home (WFH) yang dipimpin oleh Herum Fajarwati, Kepala BPS Provinsi Gorontalo, dan yang mmeberi masukan adalah Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili,  Rabu (1/4/2020).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Proses mengumpulkan satu data Indonesia bukan perkara yang mudah, diperlukan koordinasi antarinstansi, indentifikasi dan analisis, koordinasi penyediaan data, penyelenggaraan komitmen setiap sektor untuk penyediaan data.

Selain itu masih dibutuhkan beragam kegiatan yang mendukung penguatan koordinasi Pembina data, walidata dan produsen data.

Proses ini merupakan perjuangan panjang yang saat ini dilakukan oleh berbagai instansi untuk mewujudkan Satu Data Indonesia sesuai Peraturan Presiden nomor 39 tahun 2019. Satu Data Indonesia adalah kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagipakaikan antarinstansi pusat dan daerah melalui pemenuhan standar data, metadata, interoperabilitas data, dan menggunakan Kode referensi dan data induk.

Proses panjang ini disampaikan oleh Wahyudin Katili, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo pada forum data dan diseminasi publikasi data sektor Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Jumat (13/3/2020).

“Peran dari Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik sebagai pintu masuk perolehan data, karena di dinas kami ada Bidang Statistik, Bidang e-Gov dan Bidang IKP untuk dimaksimalkan, bukan hanya sekadar menyelenggarakan perolehan data tapi untuk memformulasikan dan mempulikasikan dangan baik,” kata Wahyudin Katili.

Dalam rapat ini, Wajyudin Katili juga meminta instansi vertical seperti Balai Jalan dan Balai Wilayah Sungai untuk memanfaatkan data ini dan berharap ada sinergi data dengan pemerintah Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota.

 

Pewarta : PPID Kominfo & Statistik

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap akan memenuhi target waktu yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri untuk menyampaikan usulan penyederhanaan birokrasi tidak melebihi 31 Maret 2020.

Hal ini akan mempercepat birokrasi yang lebih dinamis dan profesional sebagai upaya peningkaan efektifitas dan efisiensi untuk mendukung kinerja pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Hal ini menjadi bahasan pada rapat penyetaraan jabatan administrasi ke dalam Jabatan fungsional lingkup Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi  Gorontalo yang dipimpin Kepala Bidang Statistik, Fatma Biki, Rabu (11/3/2020).

Pertemuan yang berlangsung di ruang Poboide Dinas Perhubungan ini dihadiri Biro Hukum dan Organisasi dan pejabat struktural dan pelaksana Dinas Kominfo dan Statistik.

“Dalam rangka evaluasi penyetaraan birokrasi, pada prinsipnya Dinas Kominfo dan Statistik menerima semua masukan dari tim penyetaraan birokrasi berkaitan dengan pemetaan tugas pokok dan fungsi jabatan pengawas dan jabatan fungsional serta pelaksanaannya,” kata Fatma Biki.

Kepala Bagian Organisasi Biro Hukum, Helmi Tantu menjelaskan maksud dan tujuan penyetaraan jabatan administrasi ke dalam jabatan fungsional ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo pada saat Paripurna di MPR. 

Hekmi Tantu menjelaskan dari jauh  hari sudah bisa memetakan jabatan fungsional berdasarkan kriteria dan dukungan regulasi, sekaligus memanfaatkan momentum ini merupakan tindak lanjut pidato Presiden di MPR pada 20 Oktober 2019 berkaitan dengan penyetaraan birokrasi.

Kegiatan ini merupakan perantara penyederhanaan birokrasi untuk level tataran eselon IV ataupun pejabat pengawas di Pemerintah Provinsi Gorontalo, sudah hampir 15 OPD dari 17 termasuk Dinas Kominfo dan Statistik. Semua OPD di bawah bidang khusus jabatan pengawas sudah diidentifikasi.

Jabatan struktural akan disetarakan menjadi fungsional, tidak  menghapus jabatan struktural, tetapi menyetarakan dan fungsi tidak akan hilang.

“Ini akan mempertajam tugas dan fungsi dari jabatan tersebut dan hal ini tidak akan mengurangi jumlah pendapatan dari pejabat tersebut,” ucap Helmi Tantu.

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik, Wahyudin Katili sangat mengapresiasi pembahasan penyetaraan jabatan administrasi ke dalam jabatan fungsional ini dan berharap tugas pokok dan fungsi ini harus tercakup.

 

Pewarta : Wisnawaty Saleh - Kominfo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 06 Maret 2020 16:33

Dengan Internet Dunia Berada Di Genggaman

MARISA – Perkembangan teknologi informasi memberi peluang dan tantangan bagi masyarakat, tidak ada lagi sekat-sekat yang membatasi karena layanan internet sudah hadir hingga pelosok desa.

Melalui telepon seluler pintar (smartphone) yang menghadirkan internet, dunia berada di genggaman. Namun demikian internet memiliki 2 sisi, dapat memberi manfaat bagi penggunanya atau bahkan menjerumuskan pada pelanggaran etika bahkan hukum.

Untuk itu diperlukan sikap dewasa dan pendampingan bagi anak dan remaja saat melakukan jelajah (browsing) internet.

Pernyataan ini merupakan sajian penutup oleh Freksi Gani, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo pada Forum Group Discussion atau diskusi terpumpun internet cerdas kreatif dan produksi yang dilaksanakan di Bele Maleo (B’Maleo) Burung Indonesia, Marisa, Kabupaten Pohuwato, Jumat (6/3/2020).

Diskusi yang dibuak Kepala Dinas Kominfo dan Statistik, Wahyudin Katili ini dihadiri sejumlah siswa, guru, tokoh masyarakat, aparatur desa dan komunitas.

Kehadiran teknologi internet merupakan keniscayaan yang tidak bisa ditolak siapapun. Bahkan dengan menjamurnya perangkat yang mampu menghubungkan satu sama lain memberi peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan, perdagangan, dan  bidang lainnya. Namun di sisi lain dampak negatifnya juga mengintai siapa saja yang menggunakannya, cyber bullying, pornografi, atau tindakan ilegal lainnya.

Kebutuhan untuk selalu terkoneksi internet telah menjadikan sebagai kebutuhan pokok di dunia yang terus berkembang ini. Tidak ada sekat-sekat desa atau kota, negara maju atau terbelakang, laki-laki atau perempuan. Semua membutuhkan internet untuk memudahkan pekerjaan mereka.

“Sekarang dunia berada di genggaman kita, teknologi smartphone yang membawa internet memberi suguhan teknologi pada semua manusia, tanpa mengenal kelompok umur untuk saling terhubung,” kata Freksi Gani.

Perkembangan teknologi internet dan sisi gelapnya ini menjadi bahan diskusi yang hangat oleh 70 orang peserta disksui dengan penyaji.  Mereka juga larut dalam pemanfaatan teknologi internet untuk permainan yang mengasyikkan, bahkan bertabur hadiah.

Sejumlah pemateri dihadirkan untuk menyajikan paparannya, mereka adalah Supratman Nento Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Pohuwato, Irfan Akadji POH General Manager Telkom Gorontalo, Abdul Aziz Bouti dari Universitas Negeri Gorontalo dan Fried Dewi Ahmad Kepala Bidang E-Goverment Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : PPID Kominfo Dan statistik

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

MARISA –  Sebanyak 9 unit sekolah, 40 desa dan 10 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) serta seluruh kecamatan di Kabupaten Pohuwato yang datanya sudah terhubung jaringan internet.

Untuk mendukung operasional internet ini seluruh operator sudah mendapat pelatihan agar penggunaannya sesuai dengan kebutuhan dan dinamika.

“Operator internet desa dengan aplikasi Sidesa sudah saling terkoneksi di seluruh Indonesia, semua produk desa yang berada di pelosok bisa saling mempromosikan, menjalin bekerjasama. Ini peluang untuk menggerakkan ekonomi, meningkatkan pertumbuhan dan menyejahterakan masyarakat,” kata Supratman Nento, Kepala Dinas Komuniaksi Informatka dan Statistik kabupaten Pohuwato.

Supratman Nento mengungkapkan manfaat internet bagi pengembangan ekonomi, peningkatan layanan masyarakat dan memberi ruang bagi peningkatan ilmu pengetahuan terutama bagi sekolah di Pohuwato.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pohuwato juga telah mendidik kaum muda lokal untuk mengembangkan aplikasi yang dapat menunjang layanan publik, mempromosikan potensi lokal dan memberi peluang kemajuan pengetahuan.

Paparan kepala dinas ini disampaikan pada Forum Group Discussion atau diskusi terpumpun internet cerdas kreatif dan produktif yang dilaksaakan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo di Bele Maleo (B’Maleo) Burung Indonesia, Marisa, Jumat (6/3/2020).

Layanan internet di Kabupaten Pohuwato ini juga didukung oleh berbagai pelatihan, termasuk pelatihan tentang website desa dan sistem informasi desa dan kawasan (Sideka) kepada seluruh aparat desa di Kabupaten Pohuwato.

“Seluruh desa sudah diberikan pelatihan, masalahnya ada operator yang diganti karena masalah pilihan di pemilihan kepala desa,” ujar Supratman Nento.

Supratman Nento juga mengingatkan sisi negatif internet. Penggunaan internet yang masif dan saling terhubung membuat interaksi antarindividu juga meningkat, koneksi antarindividu ini juga sering menimbulkan gesekan jika tidak dibarengi dengan sikap yang baik.

Sikap terburu-buru, tidak disaring dalam berinteraksi di internet bisa menjerumuskan orang ke dalam masalah, termasuk bersinggungan dengan hukum. Semua yang disajikan di internet todak semua baik, ada sisi negatif. Ini yang harus diwaspadai.

“Gunakan internet, terutama melalui smartphone dengan baik kalau tidak ingin berurusan dengan hukum,” ujar Supratman Nento.

 

Pewarta : PPID Kominfo Dan statistik

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MARISA –  Masyarakat harus mampu memanfaatkan internet secara optimal namun juga harus diwaspadai sisi negatifnya. Di dunia internet, orang saling terhubung, saling mempengaruhi karena semua punya kesempatan untuk mengunggah atau mengunduh konten.

Karena sifatnya yang terbuka ini membuat internet memiliki sisi positif dan negatif yang dapat mempengaruhi masyarakat, terutama kaum muda, anak dan remaja.

Kehadiran internet tidak bisa ditolak dalam perkembangan teknologi dan informasi, bahkan koneksi internet sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, ketersediaannya harus ada sepanjang waktu.

“Dulu penggunaan internet hanya di kantor untuk kepentingan pekerjaan, namun sekarang sudah merambah ke masyarakat. Kemajuan teknologi ini tidak bisa ditolak namun perlu ada pendampingan dan pembinaan pada anak dan remaja,” kata Wahyudin Katili, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo saat membuka Forum Group Discussion atau diskusi terpumpun internet cerdas kreatif dan produktif.

Kegiatan ini dilaksanakan di Bele Maleo (B’Maleo) Burung Indonesia, Marisa, Jumat (6/3/2020) yang dihadiri puluhan peserta dari berbagai sekolah, aparatur desa dan kelompok masyarakat.

Wahyudin Katili mengungkapkan akses internet saat ini sudah merambah ke semua lapisan masyarakat, terutama penggunaan telepon seluler  cerdas. Wahyudin meminta peserta melihat fenomena yang terjadi dengan anak dan remaja saat menggunakan internet.

“Perlu antisipasi bersama sisi negatif internet bagi anak dan remaja. Mari menggunakan internet yang cerdas dan produktif,” ujar Wahyudin Katili.

Sementara itu Asisten 2 Bidang Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Pohuwato, Rusni Pakaya mengungkapkan banyak remaja dan anak-anak yang menggunakan internet secara salah, mengakses situs pornografi melalui telepon seluler pintar (smartphone).

“Kami pernah menjumpai sekelompok anak-anak mengakses situs internet yang tidak sesuai etika di tengah lapangan. Mereka sangat asyik menikmatinya,” ucap Rusni Pakaya.

Diskusi terpumpun ini mengajak peserta yang umumnya remaja ini untuk memanfaatkan internet secara baik, sesuai etika, budaya dan norma yang berlaku.

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam diskusi ini, antara lain Supratman Nento Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Pohuwato, Irfan Akadji, POH General Manager Telkom Gorontalo, Abdul Aziz Bouti dari Universitas Negeri Gorontalo dan Fried Dewi Ahmad Kepala Bidang E-Goverment Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : PPID Dinas Kominfo dan Statistik

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 9
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama