>

Displaying items by tag: Dinas Pangan Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Untuk mengantisipasi gejolak harga pangan dan kebutuhan masyarakat Gorontalo menjelang Bulan Ramadan, khususnya gula pasir, Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan pasokannya aman.

Pemerintah telah mengantispasi dan menjaga ketersediaan serta stabilitas harga pangan tetap stabil, sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa gejolak harga.

Hal ini terungkap dalam rapat tim koordinasi Satuan Tugas Pangan Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan Dinas Pangan bertempat di Mawar Sharon, Selasa (25/2/2020).

Rapat yang dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Sutan Rusdi ini dihadiri sejumlah instansi terkait pangan, antara lain Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Bulog Sub Divre Gorontalo, Kepala Dinas Pangan Kabupaten/Kota, Direktur Persatuan Perusahaan Indonesia Gorontalo, dan para distributor bahan pangan.

Sutan Rusdi mengatakan pascakebakaran ladang tebu pabrik Gula Gorontalo, pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan masyarakat akibat berkurangnya pasokan, salah satunya dengan meminta manajemen pabrik gula untuk memprioritaskan pasokan gula di Gorontalo setelah pabrik beroperasi normal.

“Kami telah melakukan upaya preventif agar stok dan harga gula stabil,” kata Sutan Rusdi.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan, Sutrisno menjelaskan rapat tim koordinasi satuan tugas pangan ini sangat penting karena membahas komoditas strategis, situasi gejolak harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Menjelang hari hari besar keagamaan, bulan suci Ramadan, kami melakukan tindakan antisipasi pascakebakaran kebun tebu milik pabrik gula Gorontalo. Kami berharap keadaan ini tidak membawa pengaruh pada pasokan dan stabilitas harga gula pasir,” kata Sutrisno.

Sutrisno juga menjelaskan kebutuhan gula pasir di masyarakat sangat tinggi menjelang Ramadan. Selain gula pasir bahan pokok lain yang dibutuhkan masyarakat dan ketersediannya aman antara lain terigu dan minyak goreng. Tugas pemerintah adalah memastikan ketersediaan dan harga yang stabil.

“Para distributor telah menjamin kecukupan stoknya, ini juga didukung pabrik gula yang mulai kemarin berproduksi lagi dengan kapasitas 10-11ribu ton gula pasir,” ujar Sutrisno.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Pangan Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Kwarda Pramuka Gorontalo menggelar edukasi tentang kemanan pangan untuk jajanan anak sekolah. Sosialisasi ini berlangsung di SMAN 2 Kota Gorontalo, Sabtu, (15/2/2020).

Dalam sambutannya Ketua Kwarda Gorontalo Idah Syahidah menyampaikan sekolah sebagai garda terdepan yang harus melindungi anak dari jajanan makanan berbahaya, sudah menjadi rahasia umum selama ini siswa siswa gemar menyantap jajanan di sekolah. Untuknya, pemenuhan gizi jajanan anak harus diperhatikan.

“Tumbuh kembang anak yang baik adalah saat mereka mengkonsumsi jajanan atau makanan yang aman, bermutu dan bergizi.  Apalagi untuk remaja seperti kalian, anak-anak SMA yang pemikiran mereka sudah terbentuk. Jadi sudah sewajarnya tau makanan mana yang sehat dan tidak,” kata Idah

Anggota DPR RI ini menambahkan kegiatan ini juga sebagai ketahanan pangan keluarga lewat pangan lestari.  Kalau dipramuka ini ada di saka pramuka taruna bumi.  Jadinya anak anak SMA yang memang notabenenya adalah anak pramuka harusnya tau dengan punya hoby menanam, apa saja jenis pangan yang sehat dan bergizi

“Adik adik kalian saja yang masih SD, kami sosialisasikan tentang gemar makan ikan.  Mereka tau sekarang makan ikan adalah sumber protein. Jangan mau kalah sama adik adik SD dan Paud,” tambahnya

Selain itu istri gubernur ini pun berpesan, peran guru di sekolah untuk mengawasi kantin harus rutin dilakukan, juga melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS) harus juga mengawasi jajanan, kebersihan lingkungan serta memberikan pelatihan pengelola kantin.

Tak lupa pula di kegiatan sosialisasi tersebut, Idah kembali menggelorakan gerakan NO Pergaulan Bebas. Anak anak SMA/sederajat harus selalu diingatkan untuk tidak terlibat hal-hal yang dapat merusak diri. Melihat akhir akhir ini banyak kejadian yang tidak terpuji, yang dilakukan oleh remaja seusia mereka.

Dalam kegiatan tersebut Idah yang juga didampingi Kepala Dinas Pangan Sutrisno berserta jajarannya, kembali memberikan bantuan kepada pihak sekolah berupa bibit cabe dan tomat, benih bayam merah dan bayam hijua serta benih kangkung darat.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Banyak masyarakat yang memandang sebelah mata terhadap kualitas dan keamanan pangan, padahal pangan sangat penting dalam mendukung pengembangan peradaban bangsa.

Untuk itu Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pangan menggelar edukasi keamanan pangan yang dimulai dari sekolah dan Pramuka, Sabtu (15/2/2020). Kegiatan ini menghadirkan pembicara Idah syaidah sebagai Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo.

Idah Syahidah menjelaskan keamanan pangan ini sangat penting sejak di sekolah maupun di tengah masyarakat luas karena menyangkut kesehatan. Manusia harus mendapatkan bahan makanan yang sehat tanpa pestisida atau bahan lainnya yang merusak organ tubuh. Di sisi lain banyak anak-anak memilih jajanan berdasarkan penampilan rasa serta harga makanan yang murah tanpa mempedulikan syarat kesehatan.

“Ayo pintar-pintarlah memilih jajanan yang dikonsumsi yang sehat terutama bagi siswa yang sering jajan makanan di luar seperti kudapan,” kata Idah Syahidah.

Pada pertemuan ini Kepala Dinas Pangan, Sutrisno mengatakan sosialisasi keamanan pangan merupakan keharusan, termasuk menyiapkan pertanian organik yang tidak menggunakan pupuk kimia. Sutrisno juga meminta sektor pertanian harus mampu menyediakan produk yang aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Menurutnya siswa diharapkan dapat selektif dan berhati hati memilih jajanan di sekolah dan pihak sekolah serta pedagang dapat menyediakan atau menjual makanan untuk siswa yang aman, bermutu dan bergizi.

Dalam kegiatan ini Idah Syahidah menyerahkan bantuan bibit cabai ke SMAN 2 Gorontalo untuk program gerakan tanam cabai kepada guru, siswa dan penyerahan buku modul sosialisasi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang aman, bebas pengawet, pewarna dan borax.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) Kementerian Pertanian yang dilaksanakan sejak akhir tahun 2019 menunjukan perkembangan yang signifikan, salah satunya di SMA Negeri 2 Gorontalo.

Program pertanian yang dikembangkan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo ini telah memasuki masa panen perdana untuk kebun sayur.

Panen sayuran ini dihadiri Idah Syahidah, anggota DPR Komisi 8 Daerah Pemilihan Gorontalo yang didampingi Kepala Dinas Pangan Sutrisno, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Gorontalo Yusran Panigoro dan sejumlah pejabat, Sabtu (15/2/2020).

Pada panen perdana ini Idah syahidah mengingatkan pentingnya mempertahankan ketahanan pangan keluarga melalui Program Pertanian Sekolah dan program masyarakat Pemanfataan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Program Pertanian Sekolah merupakan salah satu peluang bagi siswa, tidak hanya ilmu pelajaran di dapat tetapi ada praktikum berkebun yang mengasyikkan. Program ini tidak menyia-nyiakan lahan SMAN 2 Gorontalo, semua ditanami dengan sayuran  sehingga tidak ada lagi lahan tidur.

“Pramuka, tenaga honorer, bapak dan ibu guru ayo berlomba mencari sesuatu yang beda dari teman-teman lainya. Pak Gubernur meinginkan rakyatnya sejahtera,” kata Idah Syahidah

Ia juga menuturkan agar siswa dapat menjadi enterpreneur, menjadi mitra usaha yang handal yang mampu memperkerjakan orang melalui pertanian dan peternakan ayam.

“Saya tantang kepala sekolah jika bisa menjadi salah satu sekolah percontohan untuk beternak ayam, kotoran ayam bisa dijadikan pupuk tanaman, saya siapakan kandang dan bibit ayamnya,” tantang Idah Syahidah.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno mengapresiasi kedatangan anggota DPR Idah Syahidah yang bersamaan dengan panen perdana program pertanian masuk sekolah atau tanimas ini.

“Pemerintah pusat dan Provinsi Gorontalo memperkenalkan dunia pertanian kepada para siswa, semoga mereka menjadi agripreneur, ke depan pertanian sangat menjanjikan,” kata Sutrisno.

Sutrisno menjelaskan sektor pertanian sekarang mengalami kemajuan yang pesat, penggunaan alat-alat pertanian yang canggih, proses produksi yang baik, hingga penanganan pasca-panen yang modern.

Kepala SMAN 2 Gorontalo Yusran Panigoro merasa kaget dengan kehadiran Idah Syahidah dan sejumlah pejabat pada panen sayuran perdana ini. kehadiran ini membawa semangat, berkah dan motivasi kepada para siswa, terutama anggota pramuka.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pangan yang telah memilih SMAN 2 Gorontalo untuk mengelola program pertanian masuk sekolah,” ucap Yusran Panigoro.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Karena memiliki peran penting dalam menstabilkan harga pangan di daerah, Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Kota Gorontalo mendapat dukungan Bank Indonesia memberikan bantuan mobil operasional.

TTIC ini diresmikan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, dan dihadiri Kepala Dinas Pangan Sutrisno, wakil Ketua Tim PKK dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontal,o Budi Widi Hartanto, Rabu (12/2/2020).

“Kami sangat bersyukur dan mendukung peluncuran Toko Tani Indonesia Center, yang berperan sebagai penstabil harga pangan di Gorontalo, ini sangat baik,” kata Budi Widi Hartanto.

Budi Widi Hartanto menjelaskan TTIC bertugas menindaklanjuti tugas pokok Bank Indonesia  di lembaga penegndali inflasi. TTIC memiliki peran penting karena di Gorontalo harga kebutuhan pokok cenderung naik yang berkontribusi pada kenaikan angka inflasi, seperti cabe, tomat, dan bawang merah yang banyak dikonsumsi masyarakat setiap harinya.

“Kami mengapresiasi dan mendukung upaya Kepala Dinas Pangan, Pak Sutrisno yang telah membuka TTIC Gorontalo dengan fasilitas bantuan mobil operasional jika diperlukan dalam program kegiatan seperti gelar pangan murah, kami siap dengan armada,” papar Budi Widi Hartanto.

Budi Widi Hartanto dan rombongan sebelumnya telah melihat langsung TTIC yang sudah tertata dengan produk bahan pangan hasil dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dalam rangka evaluasi program tahun 2019 dan koordinasi menyelaraskan, sinkronisasi  program dengan dinas pangan pemerintah kabupaten/ kota tahun 2020, Dinas Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi program ketahanan pangan di aula Dinas Pangan, Selasa (11/2/2020).

Kepala Dinas Pangan, Sutrisno mengatakan evaluasi program tahun anggaran 2019 mengenai ketersediaaan pangan di Gorontalo cukup dan Pola Pangan Harapan (PPH) di atas 89 persen yang berarti masyarakat mengonsumsi pangan sangat bagus, Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).

“Pola Pangan Harapan (PPH) di Provinsi Gorontalo di atas 89 persen, ini berarti masyarakat mengonsumsi pangan sangat bagus, Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA),” kata Sutrisno.

Untuk program tahun 2020 Dinas Pangan akan fokus dan mempertajam pada pemanfataan Pekarangan Pangan Lestari (P2L)  yang bekerja sama dengan Tim penggerak PKK karena merupakan program PKK sangat menyinkronkan dengan program P2L. Kolaborasi ini terus digaungkan untuk pemanfaatan pekarangan yang jumlah itu hampir 20 persen lahan pertanian yang tersedia.

Selain itu juga ada stabilisasi pasokan dan harga melalui kegiatan gelar pangan bagi masyarakat yang dinamakan Gelar Pangan Murah( GPM) di daerah rawan pangan dan juga pada hari Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Pengentasan daerah rawan pangan di Provinsi Gorontalo masih ada 117 daerah, baik prioritas 1. 2 dan 3. Ini perlu penanganan lintas sektor sehingga sudah melakukan perjanjian kerja sama untuk pengentasan rawan pangan melalui program lintas sektor seperti program kesehatan, infrastruktur, sosial. pertanian dan Organisasi Perangkat daerah (OPD) terkait,” ucap Sutrisno.

Dinas Pangan juga menyoroti masalah stunting dalam ketahanan pangan nasional. Untuk mengatasi permasalahan ini tidak cukup dikerjakan Dinas Pangan sendiri, Sutrisno meyebut perlu adanya sinergitas antarOPD dan pemerintah kabupaten/kota.

Di hadapan peserta rapat koordinasi, Sutrisno mengatakan dukungan anggaran dari pemerintah dalam program kegiatan ini ada peningkatan yang sebelumnya tahun 2019 anggarannya Rp10 miliar untuk tahun 2020 ada kenaikan Rp11,65 miliar lebih.

Menurutnya dukungan pemerintah sangat memperhatikan kepentingan masyarakat dan kesejahteraannya untuk itu diharapkan dinas pangan kabupaten/kota  untuk bekerja sesuai yang menjadi tupoksi, tanggung jawabnya mengacu pada aturannya.

Sebelum  rakor ini dimulai, kepala kepala dinas pangan kabupaten/kota menanda tangani pakta integritas dan perjanjian kinerja program kegiatan tahun 2020.

Hadir pada kegiatan rapat koordinasi kepala kepala dinas pangan kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, M Ridwan Najamuddin. Kepala Bidang Ketersediaan dan Rawan Pangan Dharmawaty Boking, Kepala UPTD Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan dan kepala Kepala Kepala Kepala Seksi.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Pangan Provinsi Gorontalo terus berkomitmen menjalin kerja sama untuk pelayanan dan pemberdayaan hasil pertanian masyarakat, terutama penguatan pertanian keluarga yang mengguna pekarangan rumah dan lahan produktif lainnya.

Hal ini terungkap dari penandatangan kerja sama antara Dinas Pangan dengan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Gorontalo Kelas II tentang pelatihan ketrampilan berkebun dan bercocok tanam bagi anak didik pemasyarakatan Gorontalo bertempat di Aula kantor Dinas Pangan, Selasa (4/2/2020).

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Sutrisno mengatakan anak-anak didik yang ada di LPKA Gorontalo Kelas II ini hampir seluruhnya memiliki orang tua berlatar belakang petani, untuk itu perlu diberikan pembinaan ilmu pertanian ketahanan pangan agar nantinya mereka menjadi trampil dan meneruskan pekerjaan orang tuanya.

“Dinas Pangan akan memfasilitasi program pertanian keluarga ketahanan pangan untuk anak didik LPKA Gorontalo dengan memberikan bimbingan teknologi pertanian tentang budidaya sayur-sayuran, buah buahan dan penyerahan bibit sekaligus produksi lainnya,ini betul betul learning by doing, belajar sambil bekerja,” kata Sutrisno.

Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Gorontalo Kelas II, Cahyo Dewanto menyambut baik kerja sama ini dan memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pangan dan jajarannya yang telah mewujudkankerja sama untuk memperhatikan dan mendidik anak anak LPKA dalam bidang pertanian ketahanan pangan Keluarga.

“LPKA Gorontalo di huni 13 orang anak didik dari dari berbagai kabupaten/kota yang bermasalah hukum, dan lahan yang digunakan dalam pembinaan pertanian ketahanan pangan keluarga yang ada di lokasi sudah disiapkan dan materi ini masuk pada pembinan pendidikan mandiri, ke depan anak-anak keluar LPKA dapat membantu orang tuanya, bekerja mandiri berusaha untuk mendapatkan penghasilan sendiri dan tidak terlibat lagi dalam kasus-kasus hokum,” kata Cahyo Dewanto.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Dinas Pangan Niveta Paramata, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Helly Mangundap, Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dharmawaty Bokings, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan M Ridwan Najamuddin, Kepala UPTD Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Ibnu Suprayogi dan kepala-kepala Seksi di jajaran Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

BONE PANTAI - Dinas Pangan Provinsi Gorontalo menggelar pangan murah mengawali kerja tahun 2020 yang dirangkaikan dengan Peringatan ke-78 Hari Patriotik, 23 Januari.

Bazar pangan murah ini berlangsung selama 2 hari, Jumat-Sabtu (23-24/1/2020) di beberapa Desa Bonedaa, Bondawuna Kecamatan Suwawa Selatan dan Desa Kemiri, Desa Pelita Hijau Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolanggo dan di lapangan Desa Pelita Kecamatan Bone.

“Kita meneladani para pejuang dengan semangat patriotismenya sehingga perjuangan mereka dapat meraih kemerdekaan, kita sebagai generasi yang sudah dimerdekakan harus mengisi kemerdekaan ini dengan berkarya," kata Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno.

Sebagai bentuk terima kasih atas perjuangan para pahlawan tersebut, Dinas Pangan memberikan layanan terhadap masyarakat mengisi kemerdekaan dengan bazar pangan murah di wilayah rawan pangan, di mana masyarakatnya sangat rentan terjadinya kerawanan pangan.

“Di daerah daerah rawan pangan yang agak susah akses transportasi logistik pangan, daerah tertinggal,daerah pinggiran maka terjadi peningkatan harga pangan oleh sebab itu Dinas Pangan mengatasi ini agar masyarakat bisa terbantu dengan kemahalan harga akibat akses pangan di daerah itu,” ujar Sutrisno.

“Bazar pangan murah ini jangan Cuma sampai di sini kalau bisa berkesinambungan agar desa-desa rawan pangan lainnya bisa tersentuh dengan harga pangan yang murah sesuai harga distributor,” kata Sekretaris Kecamatan Bone Pantai, Herdian Hasibu.

Dalam bazar pangan murah ini masyarakat sangat antusias karena terbantu penyediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau, mereka mengucapkan terima kasih Kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pangan yang telah menyediakan bahan pangan murah murah,” kata Ahmad, salah seorang warga Bone Pantai.

Tim Gelar Pangan Murah ini dimotori Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, M Ridwan Najamuddin yang didampingi Kepala Seksi Harga Pangan, Rahmanto Latief bersama Tim GPM lainnya kewalahan melayani masyarakat yang membeli bahan pangan.

Beberapa bahan pangan lainya di desa mengalami peningkatan harga jual seperti harga Gula pasir sudah mencapai Rp18.000/kg, telur 1 bak Rp55.000.

Sementara yang ditawarkan Dinas Pangan beras Rp44.000/5 kg, gula Pasir Rp14.000/kg, telur Rp45.000/bak, terigu Rp8.000/kg, minyak kelapa Rp12.000/liter.

 

Pewarta : Hariman - PPID Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Pangan Provinsi Gorontalo melaksanakan evaluasi ketahanan pangan 2019 dan sinkronisasi/koordinasi program kegiatan tahun 2020 bertempat di Hotel Qrand Q, Selasa (21/1/2020).

Dalam laporannya, Kepala Seksi Perencanaan dan Keuangan, Stanty Paputungan menyampaikan kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi aparat Dinas Pangan tentang Konsep kegiatan prioritas ketahanan pangan tahun 2020, di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota, mengetahui permasalahan dan kendala yang ditemukan di lapangan serta solusinya.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno mengatakan dengan mengadakan sinkronisasi program tahun 2020 ia berharap dalam pengentasan desa rawan pangan itu dilakukan secara terpadu.

“Keterpaduan lintas sektor dari kabupaten/kota untuk saling berbagi lokasi agar target dapat dituntaskan melalui program yang dilaksanakan pada tahun 2020, tidak tumpang tindih, bersinergi antarkabupaten/kota,” kata Sutrisno.

Sutrisno menegaskan untuk memperkuat kebersamaan dalam pengentasan kerawanan pangan, ketersediaan, keterjangkaun dan stabilitas pangan akan terkendali, cukup dan aman bagi masyarakat.

Di hadapan peserta, Sutrisno bersyukur karena evaluasi kinerja Dinas Pangan tahun lalu capaian indikator kinerjanya, terutama Pola Pangan Harapan (PPH) Konsumsi sangat baik dan PPH ketersediaan walaupun ada beberapa komoditas yang perlu didorong untuk peningkatan produksinya.

Paparan Badan Perencanaan Penelitain Pembangunan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo yang diwakili Kepala Bidang Ekonomi, Aryanto Husain menjelaskan secara makro evaluasi kinerja Dinas Pangan di beberapa kegiatan sudah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019.

“PPH Ketersediaan itu sudah melewati target apa yang dilakukan sekarang ini, istilahnya yang berkembang di lapangan ada hal-hal yang perlu diintervensi sehingga Dinas Pangan terus melakukan penguatan kegiatan tertentu,” ujar Aryanto Husain.

Aryanto Husain juga menjelaskan Dinas Pangan ini memiliki  2 fungsi, memfasilitasi kegiatan yang dianggap penting untuk dilaksanakan dinas lain misalnya bantuan, pasar murah dan lainnya. Dinas Pangan memiliki kegiatan bersifat subtansi misalnya mendorong terbentuknya Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL).

“Dinas Pangan perlu menyinergikan, memfungsikan fasilitasnya untuk mengatur bagaimana supaya kegiatan di luar Dinas Pangan bisa mendukung fungsi dinas yakni menyediakan pangan kepada masyarakat,” papar Aryanto Husain.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Dinas Pangan Niveata Paratama, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Helli Mangundap, Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dharmawty Bokings, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Moch Ridwan Najadmuddin, Kepala UPTD Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Ibnu Suprayogi, Kepala Kepala Dinas Dan sejumlah kepala bidang pangan kabupatan/kota dan para kepala seksi Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Tindak lanjut pelantikan pejabat administrator dan pengawas yang dilaksanakan oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie bertempat di Bele li mbui beberapa hari lalu, Dinas Pangan menggelar serah terima jabatan administrator dan pengawas bertempat di Aula kantor dinas, Rabu (15/01/2020).

Kepala Dinas Pangan, Sutrisno mengatakan mutasi ini hal yang biasa karena organisasi Pemerintah Provinsi Gorontalo sangat besar.

“Kami yakin dan percaya saudara yang hari ini serah terima jabatan adalah yang terbaik dan selalu jaga harmonisasi dalam rangka peningkatan kinerja  di Dinas pangan,” kata Sutrisno.

Sutrisno menanggapi laporan rapat koordinasi dan evaluasi hasil kerja serapan anggaran Dinas Pangan tahun 2019, ia mengucap syukur karena Dinas pangan mendapatkan peringat ke-3 terbaik dalam pengelolaan serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Ini hasil kerja keras kita semua, yang ikhlas dan diridai Allah SWT,” ujar Sutrisno.

Ia berharap pejabat yang ikut serah terima jabatan ini dapat menyesuaikan dengan tupoksi yang menjadi tanggung jawabnya, berkomunikasi, koordinasi dalam melaksanakan tugas, siap berkerja sama dan berinovasi.

Pejabat administrator dan pengawas yang mengikuti serah terima jabatan adalah Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Zakiya Beserewan diserahterimakan ke Helly Mangundap yang sebelumnya Kepala Seksi Kelembagaan Koperasi pada Dinas Koperasi UMK Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Seksi Manajemen Mutu Rahmanto Latief pada UPTD Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan (BPMKP) diserahterimakan ke Rena Mosii yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan, Kepala Seksi Harga Pangan Abd Rahman Doda diserahterimakan kepada Rahman Latif yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Manajemen Mutu (BPMKP), Kepala Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan Rena Mosii diserahterimakan ke Abd Rahman Doda sebelumnya Kepala Seksi Harga Pangan.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Dinas Pangan Niveata Paramata, Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dharmawaty Bokings, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan M Ridwan Najamuddin, Kepala UPTD (BPMKP) Ibnu Suprayogi dan staf pegawai Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta :  Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 6
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama