>

Displaying items by tag: Dinas Pangan Provinsi Gorontalo

JAKARTA - Dinas Pangan dengan program chili to school (Chitos) mendapatkan respon positif apresiasi dari Kementerian Pertanian dengan diterbitkan program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) dan Gerakan Tanam Cabai (Gertam).

Ini merupakan upaya pendidikan kepada siswa agar dapat menanam cabai di kebun  sekolah dan menumbuhkan pengembangan budaya bercocok tanam cabai dan tanaman lainnya.

Hal ini terungkap dalam rapat rencana aksi program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) dan Gerakan Tanam Cabai (Gertam) yang dihadiri oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Di Gedung Nusantara Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno sangat bersyukur dan berterima kasih karena Kementerian Pertanian telah merespon dan mendukung program  PMS dan Gertam ini, sebelumnya Dinas Pangan melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan olahraga Provinsi Gorontalo untuk memulai program ini.

“Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam program PMS untuk tahun 2019 ini mendapatkan alokasi dana Rp100 juta di 2  lokasi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan untuk tahun 2020 mendapatkan alokasi anggaran 10 SMA dan SMK,” kata Sutrisno.

Dalam penentuan kriteria sekolah yang mendapatkan bantuan dana PMS dan Gertam ini, salah satunya adalah sekolah harus memiliki lahan minimal 500 m2 dengan komoditas tumbuhan yang ditanam sayuran, buah-buahan dan biofarmaka.

Dalam kegiatan yang dihadiri kepala Dinas ketahanan pangan se-Indonesia ini Dinas Pangan Provinsi Gorontalo mendapatkan bantuan 1 unit mobil box untuk dukungan operasional distribusi pangan.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BULANGO UTARA - Dinas Pangan Provinsi Gorontalo terus menumbuhkembangkan budaya bercocok tanam cabai kepada masyarakat, salah satu yang disasar saat ini adalah sekolah.

Untuk itu program menanam cabai ini menjadi bagain dari program ekstrakurikuler sekolah serat dijadikan bagian dari edukasi tentang pentingnya membudidayakan tanaman pangan bagi siswa.

Melalui momentum peringatan Hari Pangan Sedunia ke-39 tingkat Provinsi Gorontalo yang dipusatkan di Desa Huntu Utara Kecamatan Bulango Utara, Jumat (24/10/2019) lalu, dilaksanakan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama antara Dinas Pangan dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas Pangan, Sutrisno menandatangani naskah pengembangan budidaya cabai di sekolah ini bersama Zain Mooduto, Kepala Seksi penghargaan,perlindungan sertifikasi PTK Dikbudpora.

Program budidaya pengembangan tanamna cabai di sekolah ini dikenal sebagai program Chili to School atau Chitos.

“Program Chili To School  atau Chitos ini merupakan  upaya dalam memberikan edukasi kepada siswa agar dapat menanam cabai di sekolah dan di rumah  masing masing,” kata Sutrisno.

Program ini akan meningkatkan cinta siswa kepada pertanian sekaligus menambah pendapatan keluarga melalui hasil panen, serta mengurangi pengeluiaran rumah tangga karena sudah tersedia cabai yang melimpah.

“Kalau sudah terpenuhi kebutuhan cabai untuk keluarga, hasil yang lainnya  bisa dijual di pasar lokal. Kebutuhan cabai di Gorontalo tinggi, juga di wilayah Sulawesi Utara mengambil dari daerah kita, ini akan memberi keuntungan bagi masyarakat,” ujar Sutrisno.

Sementara itu Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan menuturkan isi dalam  perjanjian kerja sama ini adalah Dinas Pangan menyediakan  bibit cabai yang unggul, pembimbingan siswa cara budidaya cabai, menentukan lokasi penetapan pengembangan inovasi teknologi untuk budidaya dan melakukan sosialisasi, pendampingan dan monitoring ke masyarakat dan siswa dalam budi daya cabai.

Penanda tanganan naskah kerja sama ini dihadiri  Asisten  Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sutan Rusdi, perangkat kecamatan Bulango Utara, Dinas Pangan Provinsi Gorontalo dan Dinas Pangan Kabupataen Bone Bolango dan masyarakat setempat.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Pangan Provinsi Gorontalo memprogramkan Bunda Cinta Babe atau ibu rumah tangga cinta budidaya ayam dan cabai dan Chitos atau chili to School, yaitu pemberian bibit cabai untuk siswa yang bisa ditanam di halaman kebun sekolah maupun rumah.

Program ini dilakukan sebagai bentuk inovasi yang memiliki dampak pada pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga, terutama membantu kaum wanita mengelola pangan di rumah.

Program ini juga sebagai bagain dari peringatan Hari Pangan Sedunia ke-39 tingkat Provinsi Gorontalo di rangkaikan dengan pencanangan Bunda cinta Babe dan Chitos.

Dalam kegiatan ini diserahkan 1000 bibit cabai kepada ibu rumah tangga dan siswa. Juga diserahkan piagam Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL), penyerahan bantuan alat pengembangan usaha pangan masyarakat, penyerahan bibit cabai, alat pertanian handspray kepada pengelola Kawasan Mandiri Pangan, juga penyerahan sertifikat prima 3 untuk komoditias bayam di Desa Huntu Utara, Kabupaten Bone Bolango.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Sutan Rusdi yang mewakili Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengatakan pemerintah telah menetapkan upaya melalui program peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat dengan pada 3 fokus utama.

“Ketiga focus tersebut adalah pemerataan kesejahteraan dan penanganan kemiskinan serta rawan pangan melalui KRPL dan Lumbung Pangan, stabilitas harga dan pasokan pangan melalui Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) dan Toko Tani Indonesia (TTI) dan monitoring harga pasokan pangan, serta peningkatan diversifikasi pangan melalui Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL) dan Gerakan konsumsi Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA),” kata Sutan Rusdi, kamis (24/10/2019).

Dalam  kegiatan ini Sutan Rusdi menegaskan peringatan Hari Pangan Sedunia ini harus dijadikan momentum gerakan keragaman pangan yang berbasis pangan lokal

Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober tahun ini mengangkat tema teknologi industri pertanian dan pangan menuju Indonesia lumbung pangan dunia tahun 2045. Sutan Rusdi berharap program yang dicanangkan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah.

Sutan Rusdi meninjau lokasi KRPL Desa Huntu Utara yang tidak jauh dari lokasi kegiatan, ia menanam cabai  dan panen sayur kangkung.

Sebelum upacara peringatan hari pangan sedunia, Dinas Pangan menggelar pasar murah beras non-subsidi dengan menggandeng TTI yang sudah dipaketkan 5 kg dan bahan pokok lainnya untuk melayani masyarakat.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

BOLIYOHUTO - Dinas Pangan Provinsi Gorontalo melaksanakan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) sejak tahun 2016 hingga sekarang, program ini berperan menyangga saat harga jatuhb pada masa panen raya dan menstabilkan harga pangan pada saat paceklik.

Sehingga program ini telah menjadi instrumen pemerintah untuk menahan gejolak harga dalam situasi tertentu dan mekanisme berkelanjutan pada situasi pasokan melimpah  dan kurang atau sebagai stabilisator dalam menjaga pasokan pangan pemerintah bersama masyarakat.

Untuk memastikan beroperasinya program bantuan pemerintah melalui Dinas Pangan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) dalam merevitalisasi dan pengadaan Rice Milling Unit (RMU) atau gilingan padi, Kepala Dinas Pangan, Sutrisno melakukan monitoring evaluasi ke penerima program Poktan Mulyo di Desa Sidomulyo Kecamatan Boliyohuto, Poktan Rimbun Permai Desa Bina Jaya Kecamatan Tolanggohula, Poktan Toyidito Desa Toyidito Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo.

“Dari hasil monev ini semua sudah memenuhi target yang diharapkan, walaupun masih ada perlengkapan alat RMU pendukungnya lainnya yang perlu ditambahkan dalam pengoperasiannya,” kata Sutrisno, Selasa (22/10/2019).

Mnegatasi masalah ini, Sutrisno meminta segera ditindaklanjuti ke penanggung jawab agar mesin RMU ini segera beroperasi untuk Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat di desa.

“Saya sudah kroscek lagi apa sudah beroperasi,” ujar Sutrisno.

Ketua Poktan Desa Bina Jaya, Roi berterima kasih atas bantuan RMU melalui Dinas Pangan ini, ia bertsama anggotanya akan memanfaatkan sesuai aturan yang ditetapkan.

“Bantuan ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, terutama  beras dan dapat memenuhi target yang diharapkan,” ujar Roi.

Dalam monitoring evaluasi Ini Sutrisno disertai Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan M Ridwan Najamudin selaku penanggung jawab kegiatan.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

MARISA  -  Dinas Pangan Kabupaten Pohuwato menggelar Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) untuk memperingati Hari Pangan Sedunia yang ke-39.

Kegiatan ini juga dirangkaiakn dengan pertemuan Dewan Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Pohuawto.

Bupati Pohuwato, Syarief Mbuinga  yang membuka kegiatan ini menegaskan momentum hari pangan sedunia ini adalah memerangi kemiskinan, kelaparan dan kerawanan pangan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para petani, nelayan, peternak, sebagai pejuang pangan yang dengan gigih bekerja untuk ketersediaan pangan di kabupaten Pohuwato," kata Syarief Mbuingga, Kamis (17/10/2019).

Dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno sebagai narasumber dalam pertemuan Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Pohuwato menjelaskan kemandirian pangan dimulai dari rumah tangga, sebagian besar rumah tangga belum memanfaatkan pekarangannya sehingga kebutuhan setiap harinya masih dibeli di pasar.

“Halaman atau kebun sekitar rumah dapat kita manfaatkan dengan menanam cabe, sayur-sayuran hijau dan tumbuhan lainnya untuk kebutuhan konsumsi di rumah. Ini mengacu pada konsep Beragam Bergizi seimbang dan Aman (B2SA). Kalau bisa menanam kenapa membeli, mowali mopomulo longgola motali,” kata Sutrisno.

Hari Pangan Sedunia ke-39 ini digelar beberapa  kegiatan seperti gelar pangan B2SA oleh para pelaku Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang tergabung dalam Asosiasi Industri (ASRI) dan Kelompok binaan taman membaca Dinas Perpustakaan Kabupaten Pohuwato di ruang pola Kantor Bupati Pohuwato.

Sebelumnya Kepala Dinas Pangan Kabupaten Pohuwato, Reflin Basir dalam laporannya menuturkan kegiatan ini terselenggara untuk memperkuat ketahanan pangan daerah khususnya di Kabupaten Pohuwato

Hadir dalam kegiatan ini Wakapolres Pohuwato, Vonce Mawicere,  Kepala  subdrive Bulog Gorontalo, Munafrin Samsudin, Kepala Badan stastistik Pohuwato Suparno,  Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Zakiya Beserewan, konsultan penyusun Food Security And Vunerability Atlas (FSVA) Rusthamrin Akuba dan jajaran dinas pangan Kabupten Pohuwato.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

GORONTALO – Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerja sama dengan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo memperingati hari pangan sedunia yang ke-39.

Kegiatan ini diisi dengan seminar sehari Regional Pan Expo dengan tema optimalisasi pangan lokal menuju ketahanan pangan daerah bertempat Auditorium Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (16/10/2019).

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo , Sutrisno  mengapresiasi seminar yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UNG.

"Di tangan generasi muda, para mahasiswa, kemajuan pangan lokal di Gorontalo menjadi penanda kemajuan bangsa," kata Sutrisno.

Pangan local, seperti ubi jalar, sagu, dan jagung merupakan aneka pangan khas Gorontalo yang perlu dioptimalkan melalui ketersediaan, produksi dan pemanfatannya serta sebagai pangan alternatif yang di harapkan dapat menjadi sumber pangan mendukung ketahanan pangan.

Sutrisno mengajak mahasiswa untuk menginformasikan masyarakat untuk mengonsumsi dan  memanfaatkan sumber daya pangan, khususnya pangan lokal daerah yang selama ini mulai dilupakan masyarakat.

Sebelum seminar, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama kampanye gemar konsumsi pangan lokal oleh Kepala Dinas Pangan, Sutrisno dan dan Dekan Fakultas Pertanian UNG,  Zainudin Antuli yang juga Ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia Provinsi Gorontalo.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Gorontalo, Yudi Noviandi, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas pangan Provinsi Gorontalo, Zakiya Beserewan, mahasiswa Fakultas Pertanian dan sejumlah siswa SMA dan SMK Gorontalo.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO - Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pangan terus melakukan pemberdayaan dan dan pengembangan usaha masyarakat di kabupaten/kota.

Komitmen ini menjadi bafasan utama pada rapat koordinasi (Rakor) program ketersediaan dan kerawanan pangan yang berlangung di Hotel New Rahmat Inn, Selasa (7/10/2019).

Rakor ini bertujuan untuk menggiatkan dan memberikan motivasi sekaligus mengevaluasi  pengelolaan bantuan yang diberikan Dinas Pangan pada kelompok kelompok Kawasan Pangan Mandiri  dan Kios Akses Pangan di 5 kabupaten/ kota.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno mengatakan terdapat 36 unit kios akses pangan masyarakat yang tersebar di desa-desa yang termasuk dalam rawan pangan. Kelompok kios akses pangan ini diberdayakan dengan bantuan  natura berupa  beras, minyak goreng, telur dan gula pasir sebagai bahan pangan masyarakat yang jauh jangkauannya ke pasar di desa.

Program kios akses pangan masyarakat dan kawasan mandiri pangan ini sudah berhasil berkembang, hanya 1 kios akses pangan tertunda dalam pengoperasiannya karena pengelolanya dalam keadaan sakit.

“Secara keseluruhan kios ini berjalan baik dan masyarakat sudah mendapatkan manfaatnya,” kata Sutrisno, didampingi Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dharmawaty Bokings.

Sutrisno menjelaskan bantuan modal awal hanya Rp2,5 juta ini udah berkembang menjadi Rp3,5 juta, ada kenaikan cash flow (pergerakan uang masuk) dan kios akses pangan  ini menyediakan pangan yang murah dan bermutu bagi masyarakat.

"Tahun 2020  program kios akses pangan masyarakat akan kita tingkatkan dari jumlah 36 unit menjadi 50 unit kios," jelas Sutrino.

Sebelumnya Kepala Seksi Kerawanan Pangan, Berni Salindeho dalam laporan panitia menyampaikan kegiatan bertujuan memberikan informasi hasil evaluasi perkembangan bantuan kawasan mandiri pangan, kios akses pangan dan kerawanan pangan.

Berni Salindeho juga memaparkan rakor ini sebagai sarana mengevaluasi analisis ketersediaan pangan, kawasan mandiri pangan dan kios akses pangan di Dinas Pangan kabupaten/kota.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Dinas Pangan kabupaten/kota, kepala- kepala desa  yang di daerahnya mendapatkan bantuan program ini, pemilik kios akses pangan masyarakat dan ketua kelompok kawasan mandiri pangan.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Untuk menggairahkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) khususnya pengusaha yang mengolah ikan roa/sagela, Dinas Pangan Provinsi Gorontalo menggelar temu kemitraan Umkm para pelaku usaha Ikan Roa/sagela.

Pertemuan ini berlangsung di ajang Gorontalo Culinary Expo kompleks rumah jabatan gubernur, Minggu (6/10/2019).

"Produk sagela sudah bermutu, berdaya saing dan mempunyai nilai tinggi, promosi pangan lokal dari sagela ini perlu kita tingkatkan di era digital dengan menguatkan kelembagan UMKM seperti promosi, pemasaran, perizinan dan regulasi rencana bisnis," kata Sutrisno, Kepala Dinas Pangan, Provinsi Gorontalo.

Di hadapan Peserta temu kemitraan Sagela ini Sutrisno menjamin Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui dinas yang dipimpinnya mendukung terus kegiatan promosi produk sagela melalui berbagai kegiatan.

Sutrisno juga mengingatkan para pelaku UMKM untuk terus melakukan inovasi dan mengembangkan  kreasi produk sagela. Saat ini UMKM dibawah binaan Dinas Pangan sudah  memiliki produk sagela dalam 15 varian rasa.

Dinas pangan juga menerbitkan regulasi melalui Peraturan Gububernur  (Pergub) untuk mewajibkan di setiap kegiatan, rapat, hotel, rumah makan wajib untuk menyajikan kuliner pangan lokal Sagela dan tahun depan akan akan dibangun galeri sagela, di tempat ini akan ada sagelamart sekaligus produk pangan lokal lainnya.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan mengungkapkan ikan sagela yang awalnya hanya sekedar kuliner kampung yang tidak asing bagi setiap rumah tangga, kini ikan yang di olah dengan cara diasapi tersebut menjadi produk unggulan Gorontalo dalam mendorong pengembangan UMKM.

Hadir pada temu kemitraan pangan lokal sagela ini  Perwakilan Hotel Grand Q Purwanto Gunawan,  perwakilan dari Bank Indonesia Sugito Prabowo, Fasilitator NSLIC Gorontalo Dewi Jayanti Biahimo.

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Ayo cicipi pangan lokal Gorontalo yang khas dan gratis di stand pameran arena Gorontalo Karnaval Karawo, Kota Gorontalo.

Pameran makanan ini merupakan dukungan Dinas Pangan untuk mengenalkan produk makanan yang menjadi salah satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif dalam upaya mendukung program Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Keikutsertaan Dinas Pangan ini untuk menyukseskan dan mengenalkan pangan lokal ciri khas Gorontalo. Beragam kue dan sajian makanan pangan  lokal ini dibagi secara gratis ke pengunjung di stand pameran, Sabtu (5/10/2019).

Sutrisno, Kapala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo mengatakan program gelar pangan sangat bermanfaat untuk pengunjung, mereka dapat mengetahui cara mengolah pangan lokal dengan berbagai macam varian produk seperti kue tradisional dan sajian makanan lainnya.

“Olahan pangan lokal memiliki nilai tambah ekonomi yang umumnya diciptakan oleh kaum perempuan. Penambahan nilai ini dapat meningkatkan nilai jual yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan,” kata Sutrisno.

Sutrisno mengingatkan, menu pangan lokal harus memperhatikan kandungan nilai gizi yang seimbang dan aman untuk dikonsumsi.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan selaku penanggung jawab pameran Gelar Pangan  menuturkan di stand ini juga akan dijual berbagai macam produk sagela dan aneka pangan organik salah satunya pangan lokal dari sagu Diniyohu yang akan disajikan gratis kepada pengunjung di stand gelar pangan..

“Silakan berkunjung ke arena pameran, kami juga menyediakan berbagai macam produk sagela dan aneka pangan organik” ujar Zakiya Beserewan.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sepanjang tahun 2019 program Dinas Pangan berjalan baik, memberi manfaat kepada masyarakat, khususnya program prioritas ketahanan pangan melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Pengembangan Usaha Pangan Rakyat (PUPM).

Program KRPL ini bahkan sudah memiliki 75 kelompok dan PUPM sebanyak 12 kelompok di Provinsi Gorontalo. Selain itu Sutrisno juga melaporkan program lumbung pangan.

Laporan ini disampaikan oleh Sutrisno, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo yang didampingi Sekretaris Dinas, Niveta Dj paramata kepada Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) dalam rangka konsultasi dan penyampaian hasil pelaksanaan program tahun 2019, serta rencana pelaksanaan program tahun 2020.

“Alhamdulillah di tahun 2019 ini Provinsi Gorontalo termasuk salah satu dari 10 provinsi yang mendapatkan alokasi bantuan pemerintah Program Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL), yakni 1 paket alat penepung jagung, yang saat ini sementara dikerjakan di IPB Bogor, diperkirakan alat akan dikirim pada akhir Oktober, pada November industri pengolahan tepung jagung yang berlokasi di Desa Dumati Kecamatan Telaga Biru ini sudah dapat dioperasikan,” kata Sutrisno, (Rabu (2/10/2019).

Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi menyambut baik dan mengarahkan program tahun 2020, ia menyampaikan di tahun 2020 untuk KRPL nama akan berganti menjadi Obor Pangan Lestari (Opal) dan tidak hanya fokus pada Kelompok Wanita Tani (KWT), tapi juga dapat memberdayakan pemuda tani sehingga ketahanan pangan akan lebih maju dan berdampak secara langsung bagi peningkatan ekonomi keluarga.

Agung Hendriadi meminta pemerintah daerah mendukung penganggaran program Dinas Pangan sehingga saling bersinergis dengan dana APBN untuk program ketahanan pangan masyarakat, pangan merupakan urusan wajib dan menjadi hak azasi manusia. Pemerintah berkewajiban memenuhi kebutuhan pangan.

Sebelumnya, Sutrisno yang didampingi Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Baserewan selaku PPK program peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat juga telah berkunjung ke IPB Bogor.

Mereka melakukan monitoring proses pembuatan alat penepung jagung untuk PIPL Provinsi Gorontalo, alat ini akan mendapatkan sertifikat uji kelayakan dari IPB Bogor, diharapkan dapat beroperasi baik dan memberikan manfaat bagi IKM pengolah jagung.

Kelompok tani Hasrat yang menerima program PIPL ini akan menjadi satu-satunya supplier tepung jagung di Provinsi Gorontalo dengan kapasitas produksi 1 ton per hari.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama