>

Displaying items by tag: Dinas Pangan Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Program bantuan langsung yang sedang dilaksanakan Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dinas Pangan Provinsi Gorontalo melalui 2 saluran.

Distribusi bantuan ini disalurkan pada program Kawasan Mandiri Pangan (KMP) dan Kios Akses Pangan Masyarakat.

Besaran bantuan ini dipaparkan pada rapat koordinasi perkembangan bantuan KMP dan Kios Pangan Masyarakat yang dilaksanakan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Selasa (2/7/2019).

Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dharmawaty Bokings, memaparkan   penyaluran bantuan sarana produksi telah dilakukan di 2 kabupaten, Gorontalo dan Bone Bolanggo.

Di Kabupaten Gorontalo terdapat 3 kelompok yang berlokasi di Kecamatan Boliyohuto Desa Bandung Rejo dan Kabupaten bone Bolango terdapat 2 kelompok berlokasi di Desa Bandungan Kecamatan Bulango Utara dengan anggaran Rp90 juta.

“Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan juga menggelontorkan natura berupa bibit cabe, tomat, hansdsprayer, pupuk dan obat obatan yang disalurkan pada bulan Mei-Juni 2019,” kata Dharmawaty Bokings.

Dharmawaty Bokings juga merinci, tahun 2019 ini Dinas Pangan mengalokasikan anggaran Rp150 juta untuk 1500 paket bantuan pangan berupa beras, gula, minyak goreng dan ikan kaleng. Bantuan ini dialokasikan untuk daerah yang dikategorikan rawan pangan berdasarkan hasil  analisis Sistem Kewaspadaan Pangan Dan Gizi (SKPG) dan Food security and vulnerability Atlas (FSVA)

“Bantuan tahap 1 sudah tersalurkan di Kabupaten Gorontalo Utara sebanyak 150 KK,  Kabupaten Pohuwato 150 KK,  Kabupaten Boalemo 150 KK, Bone Bolanggo 150 KK dan Kota Gorontalo 150 KK,” tutur Dharmawaty Bokings.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Program bantuan langsung Kawasan Mandiri Pangan (KMP) dan Kios Akses Pangan Masyarakat sedang digencarkan  Dinas Pangan Provinsi Gorontalo ke masyarakat.

Program yang sedang berjalan ini dihabas dalam rapat koordinasi perkembangan  bantuan ini di aula Dinas Pertanian, Selasa (2/7/2019).

Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dharmawaty Bokings dalam laporannya di hadapan sejumlah peserta dari kabupaten dan kota mengatakan di bidang ini wajibkan membuat analisis neraca Pola Pangan Harapan (PPH), Analisi Neraca Bahan Makanan (NBM), analisis Harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Metode sistem kewaspadaan pangan dan gizi ini adalah salah satu yang menentukan kerawanan pangan, peta ketahanan pangan dan penanganan kerawanan pangan. Dharmawaty Bokings menegaskan kegiatan ini ada atau tidak ada anggaran wajib dilaksanakan.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sila Botutihe sangat mengapresiasi program pemberian bantuan ini dan meminta untuk terus melakukan evalusi.

“Jangan sampai bantuan diberikan langsung habis. Harus dapat dievaluasi apakah bermanfaat atau tidak. Hal ini butuh inovasi para kepala bidang di kabupaten dan kota, bagaimana membuat formulasi agar bantuan terukur dan bermanfaat,” kata Sila Botutihe.

Program bantuan Dinas Pangan yang disalurkan melalui saluran, yang pertama melalui Kios Akses Pangan yang menyediakan bahan pangan pokok untuk mempermudah akses pangan dan ketersediaan pangan masyarakat pada daerah rawan pangan berupa bahan pokok beras, gula, minyak goreng dan telur dengan lokasi kios akses pangan di kabupaten dan kota. Kios ini ada di 12 desa yang masing-masing terdapat 3 kios dengan jumlah kios pangan 36 unit.

Penyaluran kedua melalui Kawasan Mandiri Pangan, ini merupakan pemberdayaan masyarakat di kawasan yang wilayahnya melingkupi beberapa desa rawan pangan dengan karakteristik kualitas sumber daya masyarakat rendah, sumber daya modal terbatas, akses teknologi rendah dan infrakstruktur pedesaan terbatas.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sila Botutihe memimpin rapat perdana koordinasi bersama para kepala Kepala Bidang dan Kepala kepala seksi lingkup Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

Topik yang menjadi bahasan ini adalah upaya percepatan kinerja pejabat eselon III dan IV dan memastikan semua program kerja berjalan maksimal

Sila Botutihe menegaskan pentingnya koordinasi antarsesama eselon III dan IV dalam menjalankan program Dinas Pangan .

“Setiap eselon III dan IV harus mampu melakukan tupoksinya dengan baik, dapat dipastikan semua program yang diaksanakan berjalan dengan baik, sehingga kerja pimpinan terbantu dan ringan,” ujar Sila Botutihe, Selasa (1/7/2019).

Selain itu Sila Botutihe mengharapkan seluruh pegawai Dinas Pangan mampu menjunjung kekompakan dan soliditas mendukung program kegiatan pimpinan saat ini.

Hadir dalam rapat para eselon III Sekretaris Dinas, Kepala bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, kepala UPTD Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan.

Para pejabat Eselon IV hadir Kasubag Kepegawaian dan Umum, Kasubag Perencanaan dan Keuangan, Kepala Seksi Ketersediaan Pangan, Kepala Seksi Sumber Daya Pangan, Kepala Seksi Kerawanan Pangan, Kepala Seksi Distribusi Pangan, Kepala Seksi Cadangan Pangan, Kepala Seksi Harga Pangan.

Kepala Seksi Penganekaragaman Keamanan Pangan, Kepala Seksi Konsumsi Pangan, Kepala Seksi Keamanan Pangan, Kepala SubTata Usaha, UPTD Kepala Seksi Manejemen Mutu, Kepala Seksi Seritifikasi dan Pengujian Mutu.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 6 dari 6
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama