>

Displaying items by tag: Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyelenggarakan rapat koordinasi melalui video conference mengenai langkah mitigasi pandemik covid-19, Jumat (27/3/2020).

Video conference ini diikuti pejabat eselon 1 dan 2 Kemenparekraf/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf), Kepala Dinas Pariwisata seluruh provinsi se-Indonesia, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata serta Kepala Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gugus Tugas Pariwisata yang dibentuk Pemerintah Provinsi Gorontalo langsung tancap gas menyebarluaskan informasi dan edukasi pencegahan dan antisipasi penanganan Covid–19 dengan beragam cara dan metode.

Secara rutin gugus tugas ini menyemarakkan media sosial dengan beragam flyer elektronik melalui Facebook, Instagram dan Whatsapp.

Selain itu pertemuan secara internal di Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo juga dilakukan untuk membekali Aparat Sipil Negara (ASN) dan pegawai lainnya tentang antisiapasi bahaya penyebaran virus coron ini.

Sosialisasi ini dilakukan dengan mendatangkan pemateri Erni Nuraini Mansur, Kepala Seksi Surveillans Dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo di aula dinas, Kamis (19/3/2020).

“Gugus Tugas PAriwisata juga melaksanakan rapat dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata, yaitu dinas pariwisata kabupten/kota, industri pariwisata, pelaku usaha dan ekonomi kreatif, untuk merumuskan bersama langkah-langkah antisipatif preventif terkait upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 khusus bidang pariwisata di wilayah Provinsi Gorontalo,” kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Saat ini gugus tugas pariwisata tengah menyiapkan format dan mekanisme pelaporan secara rutin, untuk mempermudah proses pelaporan oleh pemerintah kabupaten/kota yang memiliki kewenangan di wilayah destinasi wisata.

Gugus tugas pariwisata juga telah menetapkan kesepakatan yang akan ditindaklanjuti semua pihak untuk memperkuat Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah destinasi wisata kabupaten dam kota. Melakukan koordinasi dengan Instansi terkait seperti Kantor Imigrasi Kelas I Provinsi Gorontalo, PT ASDP Pelabuhan Penyebarangan terkait informasi dan tracking mobilisasi wisatawan asing yang masuk dan keluar wilayah Gorontalo khususnya di wilayah perbatasan

“Kami juga selalu melakukan pemutakhiran informasi dengan para pemilik cottage/resort di wilayah destinasi terkait jumlah wisatawan asing yang sementara tinggal dan melakukan kunjungan wisata,” jelas Rifli Katili.

Untuk publikasi, proses penyebaran informasi dengan Content Buzzer dan flyer informasi dilaksanakan melalui media yang secara fungsional bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik dan Biro Humas Protokol.

 

Pewarta : Aldi Inaku - Pariwisata

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO – Semua pelaku industri pariwisata, dinas pariwisata kabupaten dan kota, pengurus asosiasi, gugus tugas dinas perhubungan, dinas kesehatan dan Kantor Imigrasi Provinsi Gorontalo akan dikumpulkan untuk membicarakan sektor pariwisata di tengah maraknya kasus coronavirus disease (Covid-19) di dunia.

Pertemuan yang tidak harus secara fisik ini dilakukan untuk mencari jalan keluar dan tindakan pencegahan serta antitisipasi dan merumuskan kebijakan terkait persebaran virus corona yang berdampak pada sektor pariwisata. Para pemangku kepentingan ini juga  akan menindaklanjuti surat edaraan Gubernur terkait Gugus Tugas Pariwisata.

“Kami akan mengundang semua pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan kebijakan bersama tentang kepariwisataan,” kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Rencana pertemuan bersama ini diungkapkan Rifli Katili pada sosialisai antisipasi persebaran virus Corona di aula dinas yang menhadirkan pembicara Erni Nuraini Mansur, Kepala Seksi Surveillans Dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Kamis (19/3/2020).

“Kita tidak boleh panik tapi harus waspada, kalau melihat data di Italia kasus yang meninggal mencapai angka yang tertinggi dalam satu hari yakni 475 orang. tapi jangan melihat Italia, Indonesia di urutan kedua, Memang jumlahnya cuma 227 yang dirilis tapi dilihat angka kematian mencapai 8,37 persen jauh melebihi angka rata-rata dunia hanya 4 persen, padahal tingkat kematian virus tersebut hanya 2-4 persen,” kata Rifli Katili.

Pandemi Covid-19 ini sangat berpengaruh pada kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Bahkan penerbangan di rute tertentu yang selama ini menjadi jembatan wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia  telah ditutup.

Menghadapi masalah ini, semua pihak yang terkait dengan dunia pariwisata akan dikumpulkan untuk menentukan langkah mengantisipasi persebaran Covid-19 agar wabah ini cepat berlalu.

 

Pewarta : Aldi Inaku - Pariwisata

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pencegahan persebaran virus Corona harus dimulai dari sendiri, dengan menjaga kesehatan dan membatasi interaksi fisik dengan yang lain. Ini merupakan salah satu pemaparan langkah pencegahan Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Erni Nuraini Mansur, Kepala Seksi Surveillans Dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo pada sosialisasi antisipasi persebaran dan bahaya virus Corona di aula dinas, Kamis (19/3/2020).

Sosialisasi pengendalian virus corona atau Covid-19 di Dinas Pariwisata ini merupakan upaya edukasi untuk Aparat Sipil Negara (ASN) dan Darma Wanita. Upaya sangat penting untuk memahami pengendalian persebaran virus corona yang sedang mewabah di Indonesia.

“Sampai sekarang Gorontalo belum ada kasus positif corona sehingga kita tetap berupaya untuk mempertahankan status ini dan melakukan pencegahan,” kata Erni Nuraini Mansur.

Edukasi pencegahan persebaran Covid-19 ini dihadiri seluruh ASN dan pegawai di Dinas Pariwisata. Dari edukasi ini diharapkan peserta dapat melakukan hal yang sama kepada masyarakat sekitarnya, sehingga semakin banyak orang yang paham.

Pertemuan ini juga digunakan sebagai sarana informasi kebijakan pemerintah terkait kasus Covid-19.

Pemerintah Provinsi Gorontalo telah mengambil keputusan untuk menutup destinasi pariwisata pada waktu tertentu sampai kondisi dinyatakan aman. Keputusan ini dilakukan sebagai upaya menutup kemungkinan penyebaran Covid-19.

Menanggapi penutupan sejumlah obyek wisata ini, Rifli Katili mengakatan hal ini memang tidak mudah, karena obyek wisata ini kewenangan dan wilayahnya  berada di kabupaten/kota.

“Kalau ditutup kita harus berkomunikasi dan kemudian menyampaikan itu kepada pemerintah kabupaten/kota, minimal melalui dinas pariwisatanya,” kata Rifli Katili.

Tidak hanya destinasi dan obyek wisata, Dinas Pariwisata juga harus memikirkan tempat dan area publik yang menjadi bagian dari kepariwisataan, seperti industri pariwisata yang di dalamnya terdapat perhotelan, restoran, travel dan lainnya.

 

Pewarta : Aldi Inaku - Pariwisata

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO – Cerita Jelajah Wisata Sulawesi (JWS) hingga kini masih menyisakan kenangan yang indah, bagaimana Pemerintah Provinsi Gorontalo berjuang menggaungkan Gorontalo melalui touring melintasi kota-kota dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan hingga di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Kisah menarik selama perjalanan mulai dari 22-29 Februari 2020 ini masih tetap hangat dibincangkan oleh siapapun, termasuk mereka yang pernah disinggahi rombongan JWS ini.

Untuk merefleksi napak tilas upaya menggaungkan pariwisata Gorontalo, Dinas  Pariwisata Provinsi Gorontalo menggelar nonton bareng Touring jelajah wisata sulawesi yang disiarkan oleh salah satu TV nasional, di warung kopi Ano, Kota Gorontalo, Minggu (15/3/2020). Selain di tempat ini, nonton bareng juga dilaksanakan di beberapa lokasi lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili menyambut baik antusiasme masyarakat termasuk komunitas warung kopi, kelompok warga, OPD, Sagela Comunity Gorontalo, Kesbangpol, komunitas sepeda, Biro Umum, Biro Humas dan Protokol, BEM UNG, IAIN, Poltekes, juru bicara gubenur, dan staf khusus gubernur yang turut hadir menyaksikan JWS 2020 ini.

"Tujuan nonton bareng ini  untuk memasarkan paket pariwisata Gorontalo ke berbagai daerah, apalagi saat ini di tengah kondisi seperti saat ini,” kata Rifli Katili.

Rifli Katili  menjelaskan Jelajah Wisata Sulawesi ini merupakan zsalah satu cara mengajak masyarakat di daerah-daerah, khususnya di Sulawesi untuk menjual pariwisata sehingga tidak jalan sendiri-sendiri.

Provinsi Gorontalo juga membutuhkan daerah lain sebagai pintu masuk datangnya wisatawan, mancanegara maupun domestik. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara merupakan pintu masuk wisatawan, sehingganya Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar Jelajah Wisata Sulawesi yang dimulai dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan berakhir di Kota Manado, Sulawesi Utara.

“Pariwisata merupakan leading sector dan sumber pendapatan devisa Negara. Hari ini sektor pariwisata menjadi sumber pendapatan ekonomi kedua setelah sawit," jelas Rifli Katili.

 

Pewarta : Aldi Inaku - Dispar

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO –  Dinas Pariwisata Provisi Gorontalo tengah mendorong terbentuknya 2 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata,  KEK Lombongo dan KEK Minanga (Kwandang dan sekitarnya) .

Dua kawasan ekonomi khusus ini dipaparkan oleh Risli Katili, Kepala Dinas Pariwisata di depan anggota DPD, Rahmijati Jahja yang sedang menjalankan kunjungan daerahnya di masa reses, Senin (9/3/2020).

Selain 2 KEK ini, Rifli Katili juga mendorong Bandara Djalaludin sebagai Bandar udara internasional untuk kebutuhan haji dan membuka penerbangan dari dan ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

Di bidang ekonomi kreatif, dari 16 sub sektor ekonomi kreatif, Provinsi Gorontalo fokus pada 5 hal yaitu fashion (karawo), kuliner, desain, pentas seni serta musik dan fotografi.

“Dari 6 kabupaten/kota sudah ada 2 kabupaten yang mencanagkan diri sebagai kabupaten kreatif yaitu Kabupaten Bone Bolango dengan ikonnya Center Point, dan Kabupaten Gorontalo dengan Taman Budayanya,” kata Rifli Katili.

Kunjungan kerja anggota DPD RI Komite III ini diterima Rifli M Katili di aula dinas.Rifli Katili  didampingi Sekretaris Dinas, Sofyan J Puloo, para pejabat eselon 3 dan 4 serta staf.

Rifli berharap melalui pertemuan ini berbagai aspirasi dapat diperjuangkan oleh anggota DPD di tingkat pusat.

“Kami berharap anggota DPD Komite III dapat memperjuangkan di pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata untuk memberikan dukungan penguatan serta penganggaran atas program yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo,”kata Rifli Katili.

Sementara itu Rahmijati Jahja menyampaikan kunjungan kerjanya ini merupakan bagian dari agenda resesnya ke daerah pemilihan dalam rangka menggali lebih dalam tugas dan fungsinya sebagai anggota DPD Komite III.

Rahmijati Jajhja berharap dapat menyerap aspirasi yang telah disampaikan oleh dinas pariwisata bersama jajarannya yang nantinya hasil kujungan kerja ini menjadi bagian dari pemenuhan tugas dan dapat memperkuat sinergitas antar anggota DPD dan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Intan – Pariwisata

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Para pelaku ekonomi kreatif antusias dalam dialog yang menghadirkan sejumlah narasumber  di  Gorontalo Palace Convention Center, Kota Gorontalo pada rapat koordinasi bidang pengembangan ekonomi kreatif dan Sumber Daya Manusia pariwisata yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Kamis (12/3/2020).

Para pembicara yang memantik diskusi hangat ini adalah Suri Handayani ,  Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo,  Akmaludin dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia, dan Affandi Djafar Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bone Bolango.

Perkembangan ekonomi kreatif pada masa sekarang sangat penting sebagai aktor pertumbuhan ekonomi yang paling dinamis. Dibutuhkan upaya untuk menumbuhkembangkan para pelaku di sektor ini agar terjadi multiplier effect ekonomi yang signifikan dan dirasakan masyarakat.

Sementara Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator dalam menganalisis potensi ekonomi di daerah. Selain menggambarkan kondisi ekonomi daerah, PDRB juga dapat menunjukan keterbandingan ekonomi antar daerah, juga menghitung kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional.

Gelombang kreativitas menuntut tersedianya data PDB Ekonomi Kreatif. Ketersediaan data PDRB Ekonomi Kreatif ini akan bermanfaat untuk merencanakan dan mengevaluasi pembangunan ekonomi kreatif di daerah demi tercapaikan target nasional, yaitu untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian bangsa.

Data PDRB Ekonomi Kreatif yang akurat digunakan sebagai acuan penyusunan strategi pembangunan ekraf yang fokus pada potensi masing-masing daerah.

Suri Handayani  memaparkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Ekonomi Kreatif  lahir dan bertumpu pada ekonomi baru yang tidak terlepas dari perkembangan teknologi. Indonesia merupakan pengguna Internet terbesar  ke 5 di dunia.

“BPS telah melakukan pemetaan dan di peroleh 223 lapangan usaha . Ekraf sendiri mempunyai 16 subsektor di dalamnya terdapat industri dan perdagangan,” kata Suri Handayani.

Sementara itu Akmaludin menjelaskan Bank Indonesia  merupakan instansi yang mendukung program pemerintah daerah termasuk pengembangan ekonomi melalui UKM, visi dan misi pariwisata akan berkembang jika ada komponen  yang mendukung seperti UKM. Akmaludin juga mengatakan dengan adanya  program go digital akan dapat memudahkan UKM  berkembang dan mandiri.

Affandi Djafar yang menjadi Ketua Komite Ekraf  Bone Bolango memaparkan 16 subsektor merupakan  ekosistem kelembagaan,  dalam membentuk komite ekonomi kreatif mengakomodir pelaku UKM dan membangun ekosistem ekonomi kreatif melakukan 10 standar  prinsip menuju kota kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo , Rifli Katili mengharapkan forum ini dapat berkelanjutan, Kesepakatan para pelaku ekonomi kreatif dapat dikonkritkan untuk diimplementasi di lapangan.

“Peluang ini harus diambil dan para pelaku ekonomi kreatif harus menibndaklanjuti pada forum berikutnya,” kata Rifli Katili.

Dalam pertemuan ini  ditandatangani kesepakatan perumusan hasil rapat koordinasi triple helix oleh Kepala Dinas  Pariwisata Provinsi Gorontalo bersama perwakilan Kabupaten/kota.

 

Pewarta : ALdi Inaku – Dinas Pariwisata

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 13 Maret 2020 07:03

Ekonomi Kreatif Gorontalo Mulai Tancap Gas

GORONTALO –  Sebanyak 75 orang penggiat ekonomi kreatif, pemerintah dan komunitas bertemu dalam rapat koordinasi bidang pengembangan ekonomi kreatif dan Sumber Daya Manusia pariwisata di Gorontalo Palace Convention Center, Kota Gorontalo, Kamis (12/3/2020).

Sebagain dari mereka berasal dari pelaku dan penggiat ekonomi kreatif di Provinsi Gorontalo yang bergerak di bidang fashion, kuliner, fotografi, musik, pertunjukan dan sektor lainnya.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bidang Ekonomi Kreatif dan SDM Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo. Dalam laporannya, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan SDM Pariwisata, Nurlaela N Musa, mengatakan rapat koordinasi  ini bertujuan menyinergikan program kegiatan antara provinsi dan kabupaten /kota untuk mencapai tujuan bersama.

“Sinergi diperlukan dan penting untuk mendapatkan hasil yang optimal, terutama bagi dinas pariwisata dan ekonomi kreatif di kabupaten/kota,” kata Nurlaela N Musa.

Sementara itu Kepala Dinas Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo , Rifli M Katili sangat mengapresiasi dan mendukung Komite Kreatif yang dibentuk di Kabupaten Bone Bolango. Rifli Katili juga menegaskan perlunya menyinergikan pengembangan ekonomi kreatif di depan.

“Ekonomi kreatif adalah kekuatan ekonomi baru yang  meliputi 16 subsektor,  mencakup 223 lapangan usaha, sektor Ekraf meliputi fashion, kuliner, kriya, fotografi, dan musik merupakan skala prioritas,” kata Rifli Katili.

Dijelaskan Rifli Katili kemajuan suatu daerah dilihat dari kemajuan aktifitas ekonominya, untuk itu pertemuan ini merupakan muara kepentingan berbagai pelaku usaha kreatif yang harus dimanfaatkan, berkolaborasi untuk meraih kesuksesan bersama.

 

Pewarta : Aldi Inaku – Dinas Pariwisata

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah diharuskan memiliki paradigma kepariwisataan yang kuat agar  mampu menghitung seberapa besar kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (BDRB) daerah.

Secara nasional PDRB sektor pariwisata sudah dihitung, namun di daerah tidak semua menghitungnya. Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo mengharapkan ada kerjasama dengan  Bappeda dan BPS agar kontribusi pariwisata terhadap PDRB dapat di hitung, agar semua pelaku usaha dapat tahu bahwa mereka memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan daerah dan menunjang pertumbuhan ekonomi.

Harapan untuk menghitung PDRB sector pariwisata ini disampaikan oleh Rifli Katili pada rapat koordinasi pariwisata sinkronisasi program tahun anggaran 2021, Selasa (10/3/2020) bertempat di Ballroom Hotel Grand Q Kota Gorontalo.

Rapat yang dibuka Sekda Provinsi Gorontalo, Darda Daraba  dihadiri oleh Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki, perwakilan dinas pariwisata dan Bappeda kabupaten/kota, Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Dinas Perikanan dan Kelautan dan Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Dalam laporan, Rifli Katili menyampaikan tujuan rapat ini untuk menyinkronisasikan 3 program, sinkronisasi terkait pengembangan destinasi di kabupaten/kota, sinkorniasi pengembangan pemasaran dan promosi. Dan sinkronisasi pengembangan ekonomi kreatif.

Rifli Katili juga mengajak Dinas Pariwisata kabupaten/kota untuk mempromosikan destinasi pariwisata secara terpadu.

"Kami mendorong tiga aspek terkait promosi yaitu bagaimana kita menbranding suatu destinasi secara bersama-sama. Setelah kita branding maka kita iklankan dan kita dorong program ini yang harus dimajukan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Terakhir bagaimana kita menjual baik di dalam dan luar negeri," kata Rifli Katili.

Rifli Katili menjelaskan ada 3 hal penting dalam mendorong pariwisata maju dan berkembang, diantaranya bagaimana membranding suatu destinasi wisata secara bersama sehingga bukan hanya kabupaten/kota yang dipromosikan melaikan provinsi juga ikut serta, bagaimana mempromosikan pariwisata di daerah dan bagaimana mendorongnya sehingga pariwisata mendunia serta terjual baik di dalam maupun luar negeri.

Dari ketiga hal ini, Rifli Katili mengajak dinas parawisata lainnya secara terpadu mempromosikan destinasi wisata yang ada di kabupaten/kota maupun provinsi guna menunjang perekonomian daerah.

Rifli Katili menegaskan, sektor pariwisata adalah penyumbang ke-2 terbesar devisa negara, kita akan mendorong sektor pariwisata di daerah sehingga menjadi sektor andalan yang menunjang pertumbuhan ekonomi yang selama ini hanya didominasi oleh sektor pertanian.

 

Pewarta : Aldi Inaku - Dispar

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sejumlah rekomendasi dihasilkan dalam Focus Discussion Group (FGD) pengembangan destinasi wisata yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Kamis (13/2/2020).

Rekomendasi tersebut adalah strategi pengembangan destinasi pariwisata Gorontalo harus berbasis market oriented dengan ditunjang product oriented, pemerintah bersama pelaku industri pariwisata dan stakeholders terkait harus melakukan identifikasi dan pemetaan potensi wisata sebagai dasar untuk menetapkan pengembangan skala prioritas daya tarik wisata, pemerintah daerah harus melibatkan seluruh stakeholder dalam mereview dokumen RIPPDA dengan menetapkan skala prioritas pengembangan wisata, dalam mengembangkan pariwisata perlu menyiapkan database pariwisata berbasis digital, dalam meningkatkan promosi dan kunjungan wisatawan Pemerintah dan pelaku industri pariwisata perlu membangun sekretariat bersama asosiasi kepariwisataan, dalam meningkatkan kunjungan wisatawan perlu memaksimalkan Calendar of Event dan dalam rangka percepatan pembangunan, pengembangan obyek wisata perlu melibatkan kolaborasi Pentahelix (akademisi, pebisnis, pemerintah, komunitas dan media).

FGD dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Rifli Katili dengan menghadirkan narasumber Endah Trihayuningtyah, Ketua Program Studi Destinasi Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan Rendy WijayaSekretaris Jurusan Pariwisata Universitas Negeri Gorontalo.

“Ada 3 tujuan yang hendak kami capai dalam FGD ini,” kata Rifli Katili.

Rifli Katili menjabarkan ketiga tujuan ini adalah terbangunnya sinergitas kebijakan antar pemerintah dan stakeholder untuk pengembangan pariwisata, mewujudkan efektivitas, efesiensi pengelolaan dan pengembangan pariwisata baik alam, buatan dan wisata sejarah serta budaya termasuk pembangunan di kawasan konservasi, dan mendorong peran serta pemerintah desa dalam mengembangkan destinasi wisata di wilayah kewenangannya masing-masing.

Rifli Katili juga menyebutkan pariwisata adalah salah satu sektor yang memberikan kontribusi pada pembangunan nasional dan daerah, sehingga menghasilkan multiplier effect dalam peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan wisata.

“Membangun pariwisata unggul di Provinsi Gorontalo salah satunya melalui pengembangan destinasi wisata kabupaten/kota yang berbasis kearifan lokal. tantangan dan peluang perlu kita jawab secara komprehensif dengan melakukan sinergitas dan integrasi program yang fokus menjawab tantangan digitalisasi pariwisata 4.0,” ujar Rifli Katili.

 

Pewarta : Fery Lahay - Dispar

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 8
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama