>

 

Sekda Darda Daraba (ketiga kiri) duduk bersama pimpinan OPD pada doa syukuran jemaah haji anggota Korpri yang juga dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1441 H serta cermah agama dalam rangka pembinaan spritual guna meningkatkan iman dan taqwa ASN dilingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Jumat (13/9/2019) bertempat di Grand Sumberia. (Foto: Haris – Humas)

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar syukuran jamaah haji anggota Korpri yang juga dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1441 H bertempat di Grand Sumberia.

Syukuran ini juga diisi ceramah agama dalam rangka pembinaan spritual guna meningkatkan iman dan taqwa ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Jumat (13/9/2019).

Gubernur Gorontalo yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Syukri Botutihe, sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Badan Kepegawaian Daerah dengan menggelar doa syukuran penyambutan jamaah haji anggota Korpri yang juga dirangkaikan dengan peringatan tahun baru Islam dan pembinaan spritual ASN.

Dikatakannya, momentum seperti ini terkadang sulit dilaksanakan apalagi untuk mengumpulkan ASN yang berjumlah 5000 lebih belum di tambah pegawai tidak tetap (PTT).

“Untuk itu, manfaatkan betul-betul momentum ini selain untuk silahturahmi antar pegawai juga untuk mendoakan dan mensyukuri kembalinya pak sekda dan jamaah haji lainnya khususnya ASN di lingkup Pemprov Gorontalo” ujarnya

Sementara itu, Kepala BKD Provinsi Gorontalo Zukri Surotinojo mengatakan, kegiatan ini untuk menegaskan kembali pentingnya menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan yang bersumber dari Al Qur’an, dimana peristiwa hijrah Rasulullah dan para sahabatnya dari Mekah ke Madinah merupakan tonggak sejarah yang monumental dan memiliki makna yang sangat berarti bagi setiap muslim. Pasalnya hijrah merupakan tonggak kebangkitan islam yang semula diliputi suasana dan situasi yang tidak kondusif di Mekah.

 “Diharapkan melalui kegiatan ini agar insan aparatur sipil negara dapat menegakkan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa pada tahun baru islam tersebut, utamanya ketika diperhadapkan dengan tugas tugas kedinasan, sehingga lahir insan yang berbudaya kerja optimal dilandasi oleh sikap amanah, disiplin, penuh tanggung jawab, serta mudah untuk saling memaafkan,” ujar mantan Kepala Biro Humas Protokol.

Dalam kesempatan itu, Sekda Provinsi Gorontalo H. Darda Daraba yang juga termasuk dalam jamaah haji Gorontalo kloter 34 memberikan pesan dan kesannya selama berada di tanah suci.

Syukuran ini juga diisi dengan ceramah agama dan doa yang dibawakan oleh Ustadz Mansur Basir.

 

Pewarta : Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO- Sebanyak 51 pengurus baru Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI)  Provinsi Gorontalo masa bakti 2019-2022 dikukuhkan oleh Ketua Umum IPI Pusat T Syamsul Bahri.

Pengukuhan ini dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Horison Nayumi, Kota Gorontalo, Kamis (12/9/2019).

 "Hari ini anda sudah dikukuhkan sebagai Pengurus Daerah Provinsi Gorontalo dan selamat menjalankan tugas. Anda adalah sebagian dari puluhan ribu pengurus dari Sabang sampai Merauke yang bertugas untuk meningkatkan budaya minat baca di masyarakat Indonesia menjadi SDM lebih maju dan lebih baik sehingga bisa bersaing di tingkat internasional," kata Syamsul Bahri pada saat pengukuhan.

Syamsul Bahri mengingatkan tugas mulia pustakawan walau tidak digaji tetapi tetap semangat untuk mencerdaskan anak bangsa agar menjadi SDM yang berkualitas.

Dalam pengukuhan tersebut, Yosef P Koton Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menyampaikan ucapan selamat kepada Hans Ruchban sebagai Ketua IPI Provinsi Gorontalo yang baru dan Erna Harmain sebagai Wakil Ketua.

 Yosef juga menyampaikan, pustakawan memiliki peran yang sangat penting sehingga tidak bisa dipandang sebelah mata terhadap profesi ini.

“Profesi pustakawan sama dengan profesi dokter, dosen san sebagainya bila ditekuni dengan profesional manfaatnya akan sangat dirasakan masyarakat dan juga pustakawan itu sendiri. Dengan dikukuhnya pengurus ini, maka harus segera melakukan inovasi baru dengan program untuk meningkatkan budaya minat baca siswa, mahasiswa bahkan di masyarakat sehingga SDM kita menjadi lebih baik, dan kesejahteraannya dapat lebih meningkat,” papar Yosep Koton.

 

 Pewarta : Domy - Diarpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melaksanakan sosialisasi pengembangan program revitalisasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Horison Nayumi, Kota Gorontalo, Kamis-Sabtu (12-14/9/2019).

Sosialisasi pengembangan revitalisasi perpustakaan ini dibuka oleh dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Opong Sumiyati, diikuti oleh 50 orang perwakilan dinas kearsipan dan perpustakaan dari provinsi dan kabupaten/kota.

“Mohon maaf kepada Kepala Dinas dan seluruh peserta atas ketidakhadiran Kepala Perpusnas karena dalam kegiatan ini karena sementara mengikuti Diklat Lemhanas,” kata Opong Sumiyati mengawali sambutan pembukaan.

Opong Sumiyati mengatakan kegiatan sosialisasi pengembangan program revitalisasi perpustakaan ini  dilaksanakan di hampir seluruh provinsi dan pada hari ini Provinsi Gorontalo beroleh kesempatan untuk dilaksanakannya kegiatan ini.

Opong Sumiyati menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi informasi berbasis teknologi Informasi Komunikasi (TIK), meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, mempererat peran dan fungsi perpustakaan agar tidak hanya sekedar tempat penyimpanan dan peminjaman buku.

“Fungsi perpustakaan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Opong Sumiyati.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef Koton menambahkan sasaran program revitalisasi perpustakaan bukan hanya untuk anak sekolah tapi masyarakat umum seperti pemuda, perempuan dan juga pelaku usaha mikro termasuk kelompok marginal.

“Kelompok marginal seperti penyandang disabilitas juga disasar dalam program revitalisasi perpustakaan ini,” kata Yosep Koton.

Semua sasaran ini dicakup sebagai upaya untuk pemberdayaan dan pengembangan perpustakaan sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM dan dapat  meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo, menggelar rapat Penandatanganan Kontrak atau surat perjanjian kerja konstruksi dengan pihak Kontraktor Pelaksana.

Kepala Bidang Bina Marga Abdul Fandit Ahmad, yang mewakili Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mengatakan penandatanganan kontrak tersebut merupakan tahapan prosedur untuk memulai pekerjaan pembangunan ruas jalan Tenilo-Pilolodaa-Iluta (penurunan grade) tahap 4.

“Penandatanganan kontrak pekerjaan jalan Tenilo-Pilolodaa-Iluta (penurunan grade) tahap 4 sudah selesai dilaksanakan,” kata Abdul Fandit.

Menurut Kepala Bidang Bina Marga, penurunan grade pada ruas jalan Tenilo-Pilolodaa-Iluta yang panjang fungsional rencana 6,3 kilometer itu sangat penting. Karena penurunan grade yaitu perbaikan alignment vertikal dan horisontal, sehingga sesuai dengan desain perencanaan dan geometrik jalan rencana, hal itu bertujuan agar para pengguna jalan tersebut bisa merasa lebih nyaman.

“Dari hasil survei Bidang Bina Marga, memang ada beberapa titik atau spot yang perlu penurunan grade, sehingga bisa mendapatkan grade yang tidak menyulitkan pengguna atau pengendara, untuk melintasi jalan tersebut,” lanjut Fandit

Selain itu Abdul Fandit berharap pekerjaan penurunan grade terhadap ruas Tenilo-Pilolodaa-Iluta tahap 4 yang akan memerlukan waktu pelaksanaan selama 90 hari dengan anggaran APBD pada tahun 2019 sebesar Rp7,523 miliar lebih itu bisa selesai tepat waktu, tepat mutu, tepat administrasi dan tepat kualitas

“Saya berharap setelah ditanda tangani kontrak ini, pekerjaannya bisa segera dilaksanakan oleh pelaksana, agar masyarakat sudah bisa menikmatinya dan Insyaallah ini bisa berjalan dengan lancar Sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati bersama. Pekerjaan penurunan Grade di ruas jalan tersebut bisa rampung tahun ini sehingga ke depannya pekerjaannya dapat ditingkatkan lagi, minimal sudah ada segmen yang bisa di aspal,” papar Abdul Fandit.

 

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 12 September 2019 19:36

OPD Diminta Seriusi Rekomendasi Hasil Temuan

GORONTALO - Untuk mengevaluasi sejauh mana penyelesaian tindak lanjut rekomendasi temuan, Inspektorat Daerah Provinsi Gorontalo melaksanakan rapat pemutakhiran tindak lanjut rekomendasi temuan hasil pemeriksaan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi Gorontalo, Kamis (12/9/2019).

Kegiatan yang digelar di Aula Inspektorat Provinsi Gorontalo itu dipimpin oleh Kepala Sub-bagian (Kasubbag) Perencanaan dan Evaluasi, Hasan Huradju yang juga Plh Sekretaris Inspektorat dan dihadiri oleh seluruh OPD yang merupakan Obyek Pemeriksaan (OBRIK) Inspektorat.

Dalam rapat tersebut Hasan Huradju menyampaikan tujuan diadakannya rapat tindak lanjut rekomendasi temuan hasil pemeriksaan untuk memutakhirkan data hasil temuan Inspektorat Provinsi Gorontalo, BPK RI dan Inspektorat Jenderal Kementerian Teknis.

“Kami berharap keseriusan OPD dalam menyelesaikan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan oleh pemeriksa internal maupun eksternal, baik itu rekomendasi Tuntutan Ganti Rugi (TGR) maupun rekomendasi administrasi,” kata Hasan Huradju.

Hasan Huradju mengharapkan dengan adanya rapat pemutakhiran ini dapat meningkatkan persentase penyelesaian tindak lanjut rekomendasi temuan hasil pemeriksaan dari tahun sebelumnya, baik pemeriksaan internal maupun eksternal.

Pewarta : Reza Akase/Hasan Huradju - Inspektorat

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA  – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengikuti proses pemakaman Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9/2019). Pemakaman secara kenegaraan itu dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo.

Sebagai kerabat dekat, Rusli Habibie yang mengenakan koko berwarna putih dan upia karanji (songkok khas Gorontalo) berkesempatan menaruh bunga di pusara pamannya itu. Ia ikut berdoa serta memberikan penghormatan terakhir pada almarhum BJ Habibie.

“Sejak pagi saya sudah di rumah duka di Patra Kuningan. Tadi juga sempat menyambut pak Presiden Jokowi bersama ibu serta sejumlah tamu-tamu yang hadir memberikan ucapan bela sungkawa,” jelas Rusli Habibie usai prosesi pemakaman.

Bagi Gubernur Gorontalo dua periode itu, sosok BJ Habibie bukan sekedar tokoh bangsa. Lebih daripada itu, ia sudah dianggap sebagai sosok ayah yang pernah mengasuh dan membesarkannya saat muda dulu.

“Almarhum sudah saya anggap sebagai ayah saya sendiri. Belasan tahun saya tinggal di rumah beliau di Bandung Jawa Barat. Pernah bekerja bersama di IPTN dan menjadi inspirasi saya saat menjabat Bupati dan sekarang sebagai Gubernur,” imbuhnya.

Saat BJ Habibie dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Rusli didampingi istrinya Idah Syahidah sempat membesuk. Sayangnya, saat Bapak Demokrasi itu wafat Rusli tidak berada di samping karena sedang mengikuti konfrensi pers bersama Direktur Utama BPJS Fachmi Idris terkait rencana penyesuaian iuran BPJS tahun 2020 nanti.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 4.100 batang rokok Hasil Tembakau (HT) dan 3.527 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dimusnahkan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Gorontalo.

Rokok dan minuman ini merupakan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal yang telah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Pemusnahan BKC ilegal merupakan pelaksanaan ketentuan perundang-undangan cukai dan menindaklanjuti Surat Kepala Kantor Pelayanan Negara dan Lelang atas nama Menteri Keuangan nomor S-51/MK/WKN.16/KNL.01/2019 tanggal 5 Agustus 2019.

Kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo, Dede Hendra Jaya dalam sambutannya menyampaikan jumlah BKC ilegal khususnya hasil tembakau di Provinsi Gorontalo memang relatif sangat kecil.

Hal tersebut dikarenakan relatif tingginya tingkat kepatuhan hukum masyarakat Gorontalo, khususnya dalam mengkonsumsi BKC illegal.

“Hasil survey eksternal dari tim survei UGM pada tahun 2018 dan Internal Bea Cukai secara Nasional di tahun 2019 ini, dengan hasil 0 persen untuk BKC Hasil Tembakau Ilegal di Gorontalo,” ucap Dede Hendra Jaya, Kamis (12/9/2019).

Dede Hendra Jaya menjelaskan Kantor Bea Cukai merupakan instansi vertikal di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang berada dibawah naungan Kementerian Keuangan, yang memberikan janji pelayanan penuh dengan integritas dan profesionalisme tanpa ada gerakan korupsi, kolusi dan nepotisme.

Selain pemusnahan BKC ilegal tersebut, juga dilaksanakan Pencanangan Kantor Bea Cukai sebagai kantor Zona integritas, menuju Kantor WBK (Wilayah Bebas Korupsi)/WBBM (Wilayah Birokrasi Bebas Melayani).

“Saya selaku Kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo, sebagai bagian dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta bagian Kementerian Keuangan di hadapan bapak/ibu sekalian menyatakan dengan tegas, mendukung upaya pemerintah mewujudkan Birokrasi yang bebas dari korupsi dan Birokrasi Bersih Melayani,” kata Dede Hendra Jaya.

Kegiatan Pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal dan Deklarasi Pembangunan Zona Integritas, turut dihadiri KPKNL Gorontalo, KPP Pratama Gorontalo, KPPN Gorontalo, Diskumperindag Gorontalo, Badan Karantina Gorontalo, Bank Indonesia perwakilan Gorontalo, KSOP Gorontalo, dan perwakilan Garuda Indonesia.

 

Pewarta : Tim PLI BeaCukai

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Penjabat Sekda Provinsi Gorontalo Syukri Botutihe menegaskan, implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) harus memberikan perubahan kepada masyarakat agar lebih sadar akan kesehatan lingkungan maupun dirinya.

Hal tersebut dikatakan Syukri saat memberikan arahan pada Evaluasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2019 di Grand Q Hotel, Kamis (12/9/2019).

Syukri mengungkapkan, saat ini Indonesia maupun di Gorontalo itu sendiri tengah menghadapi tantangan besar yakni meningkatnya penyakit tidak menular (PTM). PTM ini menurutnya, diakibatkan pola hidup masyarakat jaman sekarang yang terlalu banyak mengkomsumsi makanan instan, terlalu banyak pekerjaan sampai jarang berolahraga.

“Meningkatnya PTM dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan kualitas generasi bangsa. Hal tersebut juga bisa berdampak pada besarnya beban karena penanganan PTM membutuhkan biaya yang besar dibandingkan penyakit menular,” ujar Syukri.

Syukri berharap, dengan dilaksanakannya evaluasi Germas ini menjadi sarana untuk melihat kembali sejauh mana proses pelaksanaan Germas di Provinsi Gorontalo yang telah dilaksanakan serta upaya-upaya perbaikan ke depan untuk memaksimalkan pelaksanaan kegiatan yang lebih baik.

“Untuk mensukseskan Germas, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Peran Kementerian dan Lembaga di sektor lainnya juga turut menentukan, dan ditunjang peran serta seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Asisten Bidang Pemerintahan itu.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Provinsi Gorontalo Misranda Nalole mengatakan, evaluasi yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana capaian pelaksanaan Germas baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota diikuti 89 orang peserta yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, Lintas program dan Komunitas Germas Gorontalo Community.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 50 orang pustawakan yang berasal dari provinsi, kabupaten dan kota Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo, Politeknik Kesehatan (Poltekes), IAIN Sultan Amai dan Pustakawan SMA di Provinsi Gorontalo mengikuti sosialisasi sertifikasi pustakawan, Kamis (12/9/2019).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo bertempat di Hotel Horison Nayumi, Kota Gorontalo.

Sosialisasi sertifikasi pustakawan dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef P Koton.

“Tujuan sosialisasi sertifikasi pustakawan adalah upaya peningkatan kualitas pustakawan yang lebih profesional dan kompeten dalam pengelolaan perpustakaan serta diharapkan lebih memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pemustaka,” kata Syahrudin Porindo, Kepala Bidang Perpustakaan.

Sebagai narsumber dalam sosialisasi ini adalah Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional, Opong Sumiyati.

“Kami berharap pustakawan menjadi ujung tombak dalam pengembangan perpustakaan di Provinsi Gorontalo. Ada 3 aspek yang menjadi standar seorang pustakawan yang berkualifikasi yaitu kualifikasi pendidikan, Kompetensi dan Sertifikasi,” kata Yosep Koton.

Yosep Koton  juga mengingatkan salah satu yang sangat penting bagi pustakawan adalah sertifikasi karena dengan sertifikasi menjadi bukti bila seorang pustakawan itu profesional dalam pengembangan dan pengelolaan perpustakaan.

“Tugas pustakawan ke depan adalah bagaimana menjadikan perpustakaan itu sebagai pusat belajar dan pengembangan ketrampilan serta keahlian masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan untuk meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan,” jelas Yosep Koton.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Suasana duka menyelimuti bangsa Indonesia pasca wafatnya Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibe pada Rabu kemarin. Tidak terkecuali bagi Aparatur Negeri Sipil (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

ASN di Kesbangpol Provinsi Gorontalo melakukan aksi hening cipta selama dua menit sebelum menggelar rapat Pengawasan Orang Asing, Kamis (12/9/2019). Rapat itu diikuti oleh unsur Forkopimda, Tim Pora, perwakilan OPD dan Kesbangpol Kabupaten/Kota.

“Mari kita mengheningkan cipta sambil mengirimkan doa atas wafatnya Presiden RI ke-3 BJ Habibie. Hening cipta mulai,” ucap Kaban Kesbangpol, Imran Bali.

Pantauan Humas sepanjang hari ini, pusat-pusat perkantoran mulai memasang bendera setengah tiang. Sejumlah warga juga melakukan hal yang sama sebagai tanda duka atas kepergian salah satu putra terbaik bangsa Indonesia itu.

Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo juga turun ke jalan dengan mobil berpengeras suara untuk mensosialisasikan pengibaran bendera setengah tiang. Imbauan itu sejalan dengan surat Sekretariat Negara tentang Hari Berkabung Nasional selama tiga hari ke depan.

 

Pewarta: Mardjun-Kesbangpol

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo