>

WONOSARI - Harga komoditas pangan di Gorontalo harus tetap stabil dan tidak boleh mengalami gejolak (fluktuatif) yang dapat merugikan petani, distributor dan konsumen.

Berbagai upaya dan kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah melalui Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, salah satunya adalah dengan memberikan bantuan dana ke gabungan kelompok tani (Gapoktan) kelompok tani (Poktan) dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) telah yang ada di kabupaten/kota melalui program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM).

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno mengatakan bantuan PUPM ini secara tidak langsung berperan mengatasi melambungnya harga pangan pada saat paceklik dan menjadi instrumen yang dibuat pemerintah untuk menahan gejolak harga pangan dalam situasi masyarakat yang sulit.

“Bantuan  ini dapat dikelola baik sesuai aturannya dan kelompok yang sudah mendapatkan bantuan agar dapat ditingkatkan hasilnya, dipelihara peralatannya sehingga produksi meningkat,” kata Sutrisno saat mengunjungi Gapoktan dan Poktan di Desa Jati Mulya Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo, Rabu-Kamis (11-12/9/2019).

Dana bantuan program PUPM pada tahapan penumbuhan tahun 2019 ini sebesar Rp1,92 miliar bagi 12 Gapoktan/LUPM dan 24 Toko Tani  yang masing masing mendapatkan Rp160 juta per Gopoktan/ poktan/ 2 Toko Tani Indonesia.

Dana ini digunakan untuk pengadaan revitalisasi Rice Milling Unit (RMU), mesin penggiling padi dan penyaluran/penjualan beras ke TTI.

Pada tahap pengembangan 2019 jumlahdana yang digelontorkan Rp480 juta bagi 8 Gapoktan/lumbung pangan masyarakat yang masing masing  mendapatkan Rp60 juta. Dana ini merupakan dana operasional  penyaluran/penjualan beras ke TTI sebanyak 50 ton.

Dalam kunjungan ini, Sutrisno didampingi Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Moch Ridwan Nadjamuddin dan Kepala Seksi Cadangan Pangan, Nurhayati Baharudin.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

GORONTALO – Sebanyak 89 Aparatur Sipil Negara (ASN) ambil bagian pada Pekan Olahraga (POR) Korpri tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Gorontalo tahun 2019.

POR Korpri mempertandingkan dua cabang olahraga, yaitu bulutangkis ganda putra yang diikuti oleh 60 peserta atau 30 tim dari masing-masing OPD, dan cabang olahraga catur dengan 29 peserta.

“Yang dicari melalui POR Korpri ini bukan semata-mata prestasi, tetapi  adalah jalinan silaturahmi antara anggota Korpri Provinsi Gorontalo,” kata Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Gorontalo, Sukril Gobel, dalam sambutannya saat membuka POR Korpri Provinsi Gorontalo di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, Senin (16/9/2019).

Ke depan Asisten Administrasi Umum berharap adanya kolaborasi dan sinergitas antara Badan Kepegawaian Daerah dan Pengurus Korpri Provinsi Gorontalo agar kegiatan yang melibatkan seluruh anggota Korpri bisa diakomodir penganggarannya dalam APBD.

Menurutnya, dukungan anggaran tersebut sangat penting karena idealnya pelaksanaan POR Korpri mempertandingkan lebih banyak cabang olahraga, sekaligus untuk pembiayaan keikutsertaan para juara ditingkat provinsi ke ajang PORNAS Korpri.

“Sama halnya dengan pekan olahraga lainnya, muara dari POR Korpri ini adalah PORNAS Korpri dan itu tentunya membutuhkan anggaran. Ke depan anggarannya bisa dimasukkan ke RKA BKD dan didukung oleh Pengurus Korpri,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Gorontalo, Zukri Suratinojo menjelaskan bahwa pemilihan cabang olahraga pada POR Korpri tingkat OPD Provinsi Gorontalo didasarkan pada cabang olahraga yang banyak digemari oleh ASN.

 “Untuk tahun ini cabang olahraga yang kita angkat adalah yang paling banyak digandrungi oleh ASN Pemprov Gorontalo, dengan harapan seluruh OPD bisa mengirimkan atlet-atletnya. Ke depan kita akan berusaha agar lebih banyak lagi cabang olahraga yang dipertandingkan dan setiap juaranya bisa diikutkan ke PORNAS Korpri,” jelas Zukri.

POR Korpri tingkat OPD Provinsi Gorontalo akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 16 hingga 18 September 2019. Para pemenang pada masing-masing cabang olahraga akan mendapatkan piagam penghargaan dan sejumlah bonus.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menilai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Gorontalo secara umum sukses menyelenggarakan seluruh rangkaian ibadah haji musim haji 1440 Hijriah/2019 Masehi, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan jemaah. Hal itu diutarakan Pelaksana Harian Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag RI, Slamet, saat menerima kunjungan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim di Kantor Kemenag RI, Jakarta, Senin (16/9/2019).

“Secara keseluruhan penyelenggaraan ibadah haji sudah berjalan baik, termasuk oleh PPIH Gorontalo,” kata Slamet.

Pada kesempatan itu Wagub Idris Rahim mengutarakan beberapa hal yang menjadi masukan dari jemaah haji Gorontalo dan perlu dievaluasi untuk penyelenggaraan ibadah haji di tahun mendatang. Salah satunya menyangkut kapasitas tenda jemaah saat berada di Mina yang tidak mampu menampung  para jemaah haji.

“Jemaah haji kita itu mengeluhkan kapasitas tenda yang di Mina seharusnya hanya untuk 45 jemaah, tetapi pada pelaksanaan haji tahun ini tendanya ditempati lebih dari 100 jemaah,” ucap Wagub Idris Rahim.

Menanggapi hal itu Plh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag RI menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan dampak dari penambahan kuota 10.000 jemaah haji Indonesia. Menurutnya kondisi itu tidak hanya dirasakan oleh jemaah haji Gorontalo, tetapi oleh seluruh jemaah haji Indonesia.

“Kita memperoleh tambahan kuota 10.000 jemaah, tetapi area di Mina itu sudah tidak bisa ditambah dan diperluas,” terang Slamet.

Pertemuan itu juga dimanfaatkan oleh Wagub Idris Rahim untuk memohon dukungan dan alokasi anggaran dari Kemenag RI untuk pengembangan asrama haji Gorontalo dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji. Tahun ini Kemenag RI mengucurkan anggaran sebesar Rp12 miliar untuk pengembangan masjid dan revitalisasi sejumlah gedung Asrama Haji Gorontalo.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menetapkan status darurat kekeringan yang terjadi hampir merata di enam kabupaten/kota.

Penetapan status darurat didahului dengan Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kekeringan yang dipimpin oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Senin (16/9/2019).

Hingga saat ini sudah ada tiga kabupaten yang menetapkan status Darurat Kekeringan yakni Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo.

“Hasil konfirmasi kami Bapak Gubernur, hari ini juga sedang berlangsung rapat di Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Pohuwato yang juga menetapkan status siaga darurat,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Sumarwoto.

Data sementara yang terhimpun di BPBD bahwa jumlah korban dampak kekeringan sebanyak 32.624 jiwa tersebar di 16 kecamatan di tiga kabupaten. Warga di daerah tersebut kesulitan mengakses air bersih. Ada juga laporan kebakaran lahan dan rumah yang sudah mencapai 105 kejadian.

Untuk merespon status darurat kekeringan, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menginstruksikan tiga hal kepada Sekretaris Daerah dan instansi teknis kabupaten/kota. Pertama memetakan dampak kekeringan hingga ke tingkat dusun, kedua menyusun anggaran untuk intervensi berbagai bantuan dan ketiga segera menyiapkan Peraturan Gubernur untuk menindak tegas pelaku pembakaran lahan.

“Apapun yang diputuskan sekarang komitmen kita segera ditindaklanjuti. Saya tidak mau setelah dari sini mau dirapatkan-rapatkan lagi. Apapun keputusan kita demi rakyat dalam rangka menghadapi kekeringan sekarang segera kita kerjakan,” tegas Rusli Habibie.

Selain masalah kekurangan air bersih, masyarakat Gorontalo menghadapi ancaman gagal panen pertanian. Ditaksir sekitar 330 hektar sawah dan 1.850 hektar lahan jagung yang terdampak. Data tersebut masih akan diverifikasi lapangan oleh Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menetapkan status darurat kekeringan yang terjadi hampir merata di enam kabupaten/kota.

Penetapan status darurat didahului dengan Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kekeringan yang dipimpin oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Senin (16/9/2019).

Hingga saat ini sudah ada tiga kabupaten yang menetapkan status Darurat Kekeringan yakni Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo.

“Hasil konfirmasi kami Bapak Gubernur, hari ini juga sedang berlangsung rapat di Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Pohuwato yang juga menetapkan status siaga darurat,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Sumarwoto.

Data sementara yang terhimpun di BPBD bahwa jumlah korban dampak kekeringan sebanyak 32.624 jiwa tersebar di 16 kecamatan di tiga kabupaten. Warga di daerah tersebut kesulitan mengakses air bersih. Ada juga laporan kebakaran lahan dan rumah yang sudah mencapai 105 kejadian.

Untuk merespon status darurat kekeringan, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menginstruksikan tiga hal kepada Sekretaris Daerah dan instansi teknis kabupaten/kota. Pertama memetakan dampak kekeringan hingga ke tingkat dusun, kedua menyusun anggaran untuk intervensi berbagai bantuan dan ketiga segera menyiapkan Peraturan Gubernur untuk menindak tegas pelaku pembakaran lahan.

“Apapun yang diputuskan sekarang komitmen kita segera ditindaklanjuti. Saya tidak mau setelah dari sini mau dirapatkan-rapatkan lagi. Apapun keputusan kita demi rakyat dalam rangka menghadapi kekeringan sekarang segera kita kerjakan,” tegas Rusli Habibie.

Selain masalah kekurangan air bersih, masyarakat Gorontalo menghadapi ancaman gagal panen pertanian. Ditaksir ada 330 hektar sawah dan 1.850 hektar lahan jagung yang terdampak. Data tersebut masih akan diverifikasi lapangan oleh Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto  atas nama Pemerintah Provinsi menyerahkan bantuan korban bencana kebakaran di Kelurahan Pulubala Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Minggu (15/9/2019).

Bantuan ini berupa family kids 4 paket, kids ware 2 paket, perlengkapan sekolah 2 paket, selimut  4 lembar, tikar 4 lembar,  sandang 4 paket,  tenda gulung (terpal) 4 lembar.

“Pemerintah Provinsi merasa prihatin atas musibah kebakaran ini, data menunjukkan bahwa di Kota Gorontalo ini kejadian yang ke 25 di tahun 2019,” kata SUmarwoto.

Data BPBD Provinsi Gorontalo menunjukkan  90 persen  kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik, oleh karena itu Sumarwoto meminta masyarakat untuk selalu memeriksa instalasi listrik di rumah maupun gedung perkantoran.

“Hindari colokan yang tumpang tindih dan penggunaan kabel yang tidak standart,” pinta Sumarwoto.

Sumarwoto berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban keluarga yang tengah dilanda musibah, korban diminta bersabar dan segera bangkit dari suasana bersedih agar bisa segera pulih kembali aktifitas sehari-hari.

“Bagi masyarakat sekitar harap kejadian seperti ini dijadikan pelajaran berharga dan bisa mengdindari musibah kebakaran,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, akan segera memberlakukan laporan harian berdasarkan keasistenan. Laporan ini nantinya akan menjadi bahan laporan harian kepada Gubernur Gorontalo.

Hal ini disampaikannya di rumah jabatan sekda, Sabtu (14/9/2019), saat memimpin rapat pengecekan kesiapan OPD terkait dampak bencana kekeringan.

Darda akan membuat format khusus berdasarkan keasistenan, baik Asisten 1, Asisten 2, dan Asisten 3.

” Setiap hari itu saya akan laporkan ke pak gubernur, baik itu kegiatan di keasistenan 1, keasistenan 2, dan 3,” jelas sekda.

Darda mencontohkan di keasistenan 1 membawahi masalah sosial politik, maka ia akan mendapatkan laporan harian terkait kegiatan OPD yang berada di bawah keasistenan tersebut.

Ini dilakukannya mengantisipasi informasi-informasi yang tidak sampai hingga ke tingkat atas, padahal OPD itu telah melakukan kerja-kerja yang optimal.

“Bapak sudah kerja, tapi orang tidak tau. Gimana caranya supaya orang tau bahwa OPD ini sudah bekerja,” jelas sekda.

Dalam rapat tersebut juga dibahas kesiapan rencana kontinjensi (red-rencana tanggap darurat) setiap OPD, terkait adanya dampak kekeringan yang sangat dirasakan masyarakat.

Seperti diketahui, kemarau yang berlangsung hampir dua bulan, ditambah perbaikan 3 bendung yaitu bendung Lomaya di Kabupaten Gorontalo, bendung Alale dan bendung Pilohayanga di Kabupaten Bone Bolango, membuat masyarakat di beberapa wilayah di kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo merasakan dampak kekeringan.

Hadir dalam rapat tersebut seluruh asisten, sejumlah eselon II dan III OPD terkait.

 

Pewarta : Asriani - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Minggu, 15 September 2019 23:25

Turnamen Tenis Panipi Cup diikuti Delapan klub

GORONTALO – Turnamen Tenis Panipi Cup 2019 resmi dimulai. Pembukaan Turnamen Tenis Panipi Cup dilakukan di Lapangan Tenis Indoor, Pengprov Pelti Gorontalo, Sabtu (14/9/2019).

Turnamen yang diikuti oleh 8 club masing-masing dari Pengcab Pelti Pohuwato, Pengcab Pelti Kabupaten Gorontalo, Pengcab Pelti Boalemo, PLN Tenis Club, Club Momongu Lipu, Tirta Darma Tenis Club dan Tenis Sehat Club ini, diawali dengan pertandingan partai eksebisi pasangan Sekda Provinsi Gorontalo Darda Daraba dan David Bobihu melamawan pasangan Bupati Pohuwato Amin Haras dan perwakilan Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

Sekda Provinsi Gorontalo Darda Daraba pada kesempatan itu berharap minimal setiap bulan bisa dilaksanakan tunamen seperti ini. Menurutnya, turnamen ini bisa membangkitkan gairah petenis di Provinsi Gorontalo.

“Jika turnamennya bisa jalan tiap bulan, kita bisa mendapatkan sorotan dari pusat akhirnya pemerintah pusat akan mengambil yang mana yang menjadi agenda nasional yang dilaksnakan di Gorontalo. Cuma memang persyaratannya harus memiliki enam lapangan yang memiliki standard yang sama dan ini yang sementara kita perjuangkan,” ujar Darda yang juga menjabat sebagai Ketua Pengprov Pelti Gorontalo.

Di bawah kepemimpinannya, Darda bertekad ingin menghilangkan mitos bahwa tenis di luar pulau jawa yang kurang bagus dan tidak berkembang. Semangat itu sudah mulai dibuktikan dengan melaksanakan pembinanaan pelatih pada beberapa waktu lalu dengan mendatangkan pelatih bertaraf internasional dari ITF (International Tennis Federation).

 “Alhamdulillah dari 24 pelatih yang diikutkan ada 5 pelatih yang lulus dan sudah bertaraf International. 5 pelatih ini nantinya akan membina petenis-petenis muda Gorontalo. kita juga akan menggandeng sekolah-sekolah untuk mencari bakat petenis muda. kita harus buktikan bahwa di Gorontalo harus sama dengan petenis yang ada di pulau jawa,” imbuh Darda.

Sementara itu, David Bobihoe selaku sponsor tunggal Panipi Cup mengatakan, tahun ini merupakan tahun ketiga dilaksanakan turnamen Panipi Cup. Munculnya ide Panipi Cup ini, dikatakannya untuk menyambung kembali turnamen yang pernah dibuatnya selama menjabat sebagai Bupati Gorontalo.

“Selama memimpin kabupaten selama 10 tahun itu ada turnamen bupati cup sampai 2015. Di tahun 2016 sudah tidak ada lagi turnamen tersebut sehingga saya dan teman-teman kumpul dan diskusi akhirnya muncul ide teman-teman untuk menyelenggarakan turnamen yang sama dengan nama yang berbeda yakni Panipi Cup. Dan Alhamdulillah di tahun 2017 Panipi Cup dilaksanakan pertama kalinya yang dimenangkan oleh Pohuwato dan di tahun 2018 dimenangkan oleh PLN Tenis Club sehingga di tahun ini kita agendakan lagi,” ungkap David.

David berharap dengan kepemimpinan Pak Darda, Pelti (Persatuan Lawn Tenis Indonesia) Gorontalo bisa terus berkembang.

“Walaupun turnamen ini dilaksanakan secara sederhana namun profesionalitas panitia luar biasa. Turnamen seperti ini sangat berguna untuk menumbuhkan minat untuk sama-sama mengembangkan tenis di Gorontalo,” tandasnya.

 

Pewarta : Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Kurang dari dua pekan sebelum diluncurkan tanggal 22 September 2019, Sistem Donor Darah Gorontalo (SIDDGO) terus disosialisasikan kepada masyarakat, Sabtu (14/9/2019).

Salah satunya melalui Dialog RRI yang diikuti oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Rachmad Fudail selaku inisiator aplikasi, Plt Ketua PMI Ishak Liputo serta Alwin Naue selaku pengembang.

SIDDGO merupakan aplikasi berbasis web dan android diharapkan bisa menjadi solusi kekurangan darah di Gorontalo. PMI menyebut butuh 1.000 hingga 1.200 kantong darah setiap bulannya. Di sisi lain, jumlah pendonor dan informasi ketersediaan darah di Unit Transfusi Daerah (UTD) belum terdata dengan baik.

“Ada suatu kesulitan di masyarakat (untuk akses darah), makanya sangat penting untuk dibuat (aplikasi) online. Saya punya 4.500 anggota dengan segala golongan darahnya. Dari situ saya sampaikan rencana aplikasi ini ke Pak Gubernur yang ditindaklanjuti oleh Pemprov dan PMI,” ujar Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Rachmad Fudail.

Dengan akses yang lebih luas, SIDDGO diharapkan bisa menjangkau pendonor darah dari berbagai kalangan. Pelibatan ASN dari Pemprov, Pemkab, Pemkot serta unsur TNI dan Polri diharapkan bisa memaksimalkan distribusi darah bagi warga yang membutuhkan.

“Saya juga terus menghimbau kepada masyarakat umum, PNS, PTT termasuk BUMN, BUMD dan mahasiswa untuk aktif mendonorkan darah. Termasuk istri saya, tadi saya cek ibu Idah sudah mendonor 36 kali,” ungkap Gubernur Rusli.

Meski belum diluncurkan, aplikasi SIDDGO sudah tersedia di play store. Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 2.200 kali. SIDDGO sudah diuji coba kepada 30 orang yang membutuhkan darah serta telah melatih sejumlah tenaga admin.

SIDDGO memiliki sejumlah fitur utama di antaranya fitur untuk meminta darah, fitur stok darah, fitur unit transfusi serta statistik jumlah pendonor.

Cara meminta darah cukup dengan memilih jenis darah yang dibutuhkan dan lokasi pengguna. Secara otomatis pengguna akan dihubungkan dengan pendonor yang tersedia di aplikasi. Status permintaan darah bisa dipantau secara real time.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BONE BOLANGO, Humas – Keseruan adventure offroad Jelajah Wisata Alam Gorontalo (JAWG) 2019 terus berlanjut. Kali ini memasuki etape tiga di Kabupaten Bone Bolango, Minggu (15/7/2019).

Jika pada etape sebelum-sebelumnya para peserta disuguhi dengan tantangan pegunungan dan sungai yang kering, maka tantangan etape tiga ada pada aliran sungai Bone yang cukup dalam dan deras.

Rombongan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memulai petualangan sepanjang 14 kilometer itu dari Jalan Kota Gorontalo, tidak jauh dari jembatan Talumolo 2. Di lokasi itu mereka dituntut untuk bisa melewati  arus sungai Bone dengan tunggangan masing-masing.

Batu kerikil dan dalamnya sungai menjadi tantangan yang cukup menguji andrenalin. Peserta harus bisa memaksimalkan mesin four wheel drive (4WD) pada mobilnya. Fungsinya agar roda belakang dan roda depan bisa bekerja maksimal menarik mobil keluar dari sungai.

Baru beberapa kilometer menelusuri sungai, mobil yang dikendarai Gubernur Rusli terperosok ke dalam lumpur. Upaya evakuasi harus dilakukan dengan menggunakan winch mobil lain.

“Tadi mobil agak miring sehingga roda belakang jatuh ke lumpur. Begitu saya gas, jadi terbenam lumpur. Di sinilah tantangannya bagaimana kita bisa keluar dari kesulitan ini,” ucap Rusli.

Selepas dari lumpur, mobil jenis hartop berwarna kuning itu mengalami free lock. Gardan ban depan tidak berfungsi sehingga sulit melahap tantangan berikutnya.

Gubernur Rusli bersama istri terpaksa berganti mobil lain yang sudah disiapkan. Perjalanan pun berlanjut dengan melintasi sungai Bone yang menjadi lintasan utama.

Perjalan offroad kali itu keluar di Desa Huloduotamo, Kecamatan Suwawa Selatan. Rombongan memilih melewati jalur bawah jembatan terus hingga ke obyek wisata Lombongo. Rmbongan beristirahat sejenak untuk melepas lelah.

“Jadi ada pegunungan, ada bebatuan, sungai dan pesisir laut. Pelaksanaan olahraga otomotif ini kita bikin berbeda dengan tepat lain,” imbuhnya.

Berbagai jalur offroad yang sudah dilalui mulai dari etape satu hingga tiga rencananya akan dijadikan sebagai lintasan pada gelaran JAWG skala nasional.

Awalnya event JAWG yang mengundang berbagai pecinta mobil tanah air akan dilaksanakan pada bulan Desember 2019 nanti. Dengan berbagai pertimbangan teknis, JAWG diundur  ke bulan Februari 2020.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo