>
Rabu, 11 September 2019 19:40

Mantan Presiden BJ Habibie Mangkat

GORONTALO – Innalillahi wainna ilaihi rojiun, mantan presiden Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) mangkat pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.02 WIB.

BJ Habibie yang berdarah Gorontalo meninggal setelah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta.  BJ Habibie yang lahir pada 25 Juni 1936 ini menjalani perawatan intensif beberapa hari.

“Tadi siang kami bersama masyarakat Gorontalo mendoakan kesembuhan Pak BJ Habibie, namun Tuhan berkehendak lain,” kata Imran Bali, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik bersama Inspektur Huzairin Roham, Kepada Kantor Inpekstorat Provinsi Gorontalo.

Siang tadi, kedua instansi bersama warga Gorontalo melakukan doa bersama setelah salat ashar untuk kesembuhan mantan Presiden BJ Habibie.

Imran Bali dan Huzairin Roham malam ini kembali mengajak warga Gorontalo untuk berdoa atas wafatnya Presiden Ketiga Republik Indonesia ini.

“Almarhum memiliki jasa yang luar biasa dalam memajukan Indonesia. Beliau tokoh Indonesia dan juga dunia,” ujar Imran Bali.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Kantor Inspektorat Provinsi Gorontalo menggelar doa untuk kesehatan dan keberkahan Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie), mantan Presiden Republik Indonesia, Rabu (11/9/2019).

Kegiatan ini dilakukan setelah mantan presiden asal Gorontalo ini dikabarkan mendapat perawatan intensif di di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Pimpinan dan staf Badan Kesbangpol dan Kantor Inspektorat menggelar doa bersama yang diawali dengan salat ashar berjamaah di Masjid Almirshad.

“Kami mendoakan kesembuhan Bapak BJ Habibie yang sedang dalam proses perawatan di rumah sakit,” kata Imran Bali, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Gorontalo.

Imran Bali juga meminta masyarakat Gorontalo untuk bersama-sama mendoakan mantan Presiden BJ Habibie agar segera pulih dan sembuh sehingga dapat melakukan aktifitas.

“Mari seluruh warga Gorontalo berdoa untuk kesembuhan Bapak BJ Habibie,” kata Inspektur Huzairin Roham.

Suasana khusuk menyelimuti doa bersama ini, seluruh pimpinan dan staf dua instansi ini bermunajat kepala Allah SWT agar mantan Presiden BJ Habibie disembuhkan dari sakitnya. Saat ini BJ Habibie masih dalam perawatan intensif RSPAD Gatot Soebroto  Jakarta.

Doa bersama ini dipimpin oleh Ahmad Mulane dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

 

Pewarta : Rahmat Mardjun/Hasan Huradju - Badan Kesbangpol

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Isu gender merupakan salah satu isu utama dalam pembangunan, khususnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sudah banyak yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan penguatan kelembagaan pengarustamaan gender.

Namun data menunjukan masih adanya kesenjangan antara perempuan dan laki-laki dalam akses, partisipasi, kontrol dan manfaat serta penguasaan terhadap sumber daya seperti bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, dan bidang strategis lainnya.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Gorontalo dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlidungan Anak   (PPPA) mengangkat isu  ini dalam diskusi tematik dengan tema membangun opini publik untuk penguatan isu dan kelembagaan PPPA di daerah di Hotel Maqna, Kota Gorontalo, Selasa (11/9/2019)

Kepala Dinas PPPA Provinsi Gorontalo, Risjon Kujiman Sunge dalam arahannya menyampaikan kesetaraan gender menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai secara global, yang dikenal dengan istilah Planet 50:50, perempuan dan laki-laki setara berperan dan terlibat dalam pembangunan.

Risjon Kujiman Sunge  menjelaskan jika melihat angka kekerasan berdasarkan survey pengalaman hidup perempuan nasional 2016 di Indonesia masih sangat memprihatinkan dan terungkapnya berbagai kasus kejahatan seksual di beberapa daerah.

“Perempuan dan anak menjadi objek sekaligus subyek upaya pencegahan kekerasan dan mewujudkan keadilan serta kesetaraan gender perlu keterlibatan dari semua pihak,” kata Risjon Kujiman Sunge.

Pemerintah pusat dan daerah harus melakukan analisis gender proses perencanaan dan penganggaran untuk memastikan ada keadilan dalam hal akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan bagi laki-laki, perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas  dan kelompok rentan lainnya.

Diskusi yang diikuti 80 orang peserta ini dari OPD Provinsi, Dinas PPPA Kabupaten/Kota, Bappeda Kabupaten/Kota, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat dan forum anak. 

Sebagfai narasumber dari Kementerian PPPA, Ratna  Susianawati, Staf Ahli Menteri Bidang  Komunikasi Pembangunan, Rini Handayani Staf Ahli Menteri Bidang Antarlembaga, Budiyanto Sidiki Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo, Nurhayati Olii Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Titi Kristiany Margono Kepala Seksi Pengarustamaan Gender (PUG) dan Data Informasi serta kepala-kepala seksi bidang pemberdayaan perempuan dinas sosial lainnya.

“Ini kesempatan mendorong mengubah cara berpikir, sudah saatnya kita  bicara kesetaraan gender,  dimensinya tidak  hanya perempuan  tetapi mencakup kelompok-kelompok seperti lansia, dan penyandang disabilitas,” kata Ratna Susianawati.

 

Pewarta : YOAN THALIB – Dinas Sosial PP dan PA

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

LIMBOTO - Ikan ini merupakan "kuliner kampung" yang dulumya hanya populer di rumah tangga desa. Aroma sagela adalah daya tarik utamanya, juga cita rasanya yang khas.

Sagela atau juga disebut ikan roa merupakan produk unggulan di Gorontalo. Selama ini yang dikenal luas oleh masyarakat adalah produk sambal sagela dan abon sagela. 

"Diversifikasi menu sagela sangat diperlukan untuk dapat mendukung pengembangan UMKM olahan pangan di Gorontalo agar dapat menarik minat para wisatawan yang berkunjung ke Gorontalo," kata Dewi Biahimo, district fasilitator  National Support for Local Investment Climates (NSLIC)/National Support for Enhancing Local and Regional Economic, Selasa (10/9/2019).

Untuk meningkatkan ekonomi lokal Gorontalo lembaga ini menggandeng Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten Gorontalo menggelar pelatihan pengembangan produk olahan sagela berlokasi di Pentadio Resor.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang pengolah sagela dari berbagai UMKM.

Dalam pelatihan kali ini para peserta mengembangkan beragam produk berbasis olahan sagela seperti calzone, keripik pisang sambalado sagela, panada tore isi sagela, soft sweet bun sagela. Para peserta bersama dengan trainer bersama sama menguji coba menu-menu tersebut. 

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili mengatakan Pemerintah Gorontalo mendukung upaya peningkatan ekonomi warga melalui diversifikasi olahan sagela yang sudah lama dikenal masyarakat.

"Ikan sagela telah menjadi daya tarik kuliner Gorontalo, ada sambal sagela, nasi goreng sagela, dan sekarang sagela dimanfaatkan untuk calzone, keripik pisang sambalado sagela, panada tore isi sagela, dan lainnya. Ini akan menjadi sumbangan Gorontalo bagi kekayaan kuliner Indonesia," kaya Rifli Katili.

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Musim kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir menyebabkan bencana kekeringan di sejumlah daerah di Provinsi Gorontalo. Akibatnya tidak saja dirasakan oleh petani tetapi juga nelayan di daerah pesisir pantai.

Sejumlah sumber air mengalami kekeringan yang menyebabkan petani mengalami gagal tanam dan gagal panen. Selain itu, nelayan tidak bisa melaut karena ombak tinggi yang terus terjadi.

Kondisi tersebut direspon Gubernur Gorontalo dengan mengeluarkan surat Antisipasi Dampak Rawan Pangan kepada para Bupati dan Wali Kota. Surat itu memuat perintah untuk menyalurkan Cadangan Beras Nasional (CBN) kepada warga terdampak di daerah masing-masing.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Sutrisno menjelaskan, CBN merupakan beras yang dikelola oleh Perum Bulog untuk mengantisipasi bencana alam di daerah. Kuota CBN di setiap kabupaten/kota masing-masing 100 ton.

“Apabila cadangan itu masih dirasa kurang, maka Bupati atau Wali Kota bisa mengajukan ke provinsi yang memiliki cadangan beras sebesar 200 ton. Kita akan distribusi sesuai kebutuhan tiap daerah,” terang Sutrisno, Selasa (10/9/2019).

Lebih lanjut Sutrisno menjelaskan, hingga saat ini sudah ada dua daerah yang menetapkan status Bencana Alam Kekeringan yakni Kabupaten Gorontalo (Kabgor) dan Kabupaten Bone Bolango (Bonebol). Kabgor sedang menyalurkan 100 ton cadangan beras, sementara Bone Bolango menyalurkan 8 ton cadangan berasnya.

Saat ini BPBD, Dinas Sosial dan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota terkait penyaluran cadangan beras. Harapannya bisa membantu akses pangan warga terdampak dan warga kurang mampu.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Gorontalo membahas tindak lanjut penyusunan peta jalan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bersama Kepala SMK se-Provinsi Gorontalo, Perguruan Tinggi, dunia usaha dan industri serta Bapppeda.

Kegiatan yang berlangsung di Grand Q Hotel Kota Gorontalo, Senin (9/9/2019) dibuka oleh Penjabat Sekda Provinsi Gorontalo Sukri Botutihe ini dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan yang berdaya saing. Sebagaimana yang tercantum dalam Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK.

Syukri Botutihe mengatakan, saat ini lulusan SMK disebut-sebut sebagai penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia maupun di Provinsi Gorontalo.

Pengelola satuan pendidikan sekolah kejuruan dan pemangku kepentingan harus bekerja lebih keras untuk menjawab Inpres nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK.

Melalui inpres yang ditujukan kepada 12 menteri, 34 gubernur, dan kepala badan nasional sertifikasi profesi, diharapkan SMK benar-benar dapat menyiapkan tenaga kerja. Bukan saja memiliki keterampilan di dunia kerja melainkan juga punya karakter yang dibutuhkan dunia industri.

”Apalagi sekarang kita berada di era persaingan yang memiliki kompetensi tinggi, kita harus menyiapkan tenaga kerja terampil bukan menambah pengangguran,” ujar Sukri Botutihe.

Selain itu, ketersediaan dan kompetensi guru yang tidak sesuai dengan mata pelajaran juga sangat berpengaruh terhadap peningkatan daya saing SDM lulusan SMK.

“Bagi guru-guru dan Kepala sekolah yang ada di sekolah kejuruan harus berusaha mengembangkan kompetensi dirinya kalau kita ingin revitalisasi. Jangan sampai lulusan SMK ini hanya menjadi penonton masuknya pekerja asing di daerah kita,” kata Sukri Botutihe.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo Ramlah Habibie berharap kepada para kepala sekolah bersama pihak dunia industri dan usaha bisa menyelaraskan kurikulum SMK dengan pihak dunia usaha dan industri.

” Alhamdulillah untuk tahun ini dan tahun 2020 kami sudah melaksanakan vokasi uji kompetensi kepada siswa agar begitu siswa lulus mereka telah tersertifikasi sehingga lebih meyakinkan dan memudahkan dunia industri untuk menerima lulusan SMK,” kata  Ramlah Habibie.

Tindak lanjut penyusunan peta jalan revitalisasi SMK akan berlangsung selama 3 hari, mulai Senin-Rabu (9-10/9/2019).

 

Pewarta : Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim memastikan bahwa dana untuk iuran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Pemerintah Provinsi Gorontalo tersedia dan cukup untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Gorontalo hingga akhir tahun 2019.

Hal itu diungkapkannya saat menerima kunjungan Deputi Direksi Wilayah Suluttenggomalut BPJS Kesehatan, Dasrial, di rumah jabatan Wagub Gorontalo, Selasa (10/9/2019).

“Untuk Pemerintah Provinsi Gorontalo dana kita cukup untuk iuran hingga akhir tahun ini. Tetapi untuk kabupaten/kota nanti kita akan menyurat untuk mencukupkan dana Jamkesda sampai akhir tahun 2019,” kata Wagub Idris Rahim.

Idris Rahim mengutarakan penyediaan dana iuran Jamkesda tersebut merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih prima kepada seluruh masyarakat yang menjadi salah satu program unggulan dalam RPJMD 2017-2022.

“Kita tidak menginginkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tertunda hanya karena tidak tersedianya dana untuk iuran Jamkesda,” tegas Idris Rahim.

Komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo tersebut mendapat apresiasi dari Deputi Direksi Wilayah Suluttenggomalut BPJS Kesehatan. Dasrial mengungkapkan, keberhasilan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam pelaksanaan program JKN menjadi model nasional karena telah mampu mengcover lebih dari 95 persen penduduk dengan jaminan kesehatan.

Tentang isu kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada tahun 2020, Dasrial menuturkan bahwa pihaknya hingga saat ini masih menunggu keluarnya Peraturan Presiden yang mengatur tentang iuran. Menurutnya, penentuan iuran tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah.

 “Saat ini pembahasan iuran sedang berproses, sedang dihitung dengan benar oleh akademisi dan aktuaria berapakah iuran yang sesuai dalam pembiayaan JKN. Kita tunggu saja, seluruh provinsi dan kabupaten/kota juga menunggu hal itu untuk kecukupan dana pada tahun 2020. Kita tuntaskan tahun ini dengan baik dan untuk tahun depan tentunya akan ada forum-forum yang membahas lebih lanjut,” kata Dasrial.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo menggelar sosialisasi pengembangan motif karawo yang dikhususkan untuk pengurus Pokja III TP PKK tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo, Selasa (10/9/2019) di gedung Bele Limbui Kota Gorontalo.

Sosialisasi tersebut dibuka oleh Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah.

Idah Syahidah menyampaikan upaya untuk memajukan karawo saat ini adalah dengan menyesuaikan perkembangan motif dan fashion. Hal yang demikian inilah adalah salah satu cara dan tuntutan yang wajib dipenuhi oleh pengrajin dan desainer karawo

“Dengan motif yang baru dan beragam, maka pembeli memiliki banyak pilihan sesuai selera pembeli, harga jual juga menentukan. Kami yakin harga mau setinggi apapun jika memuaskan coraknya dan modelnya tetap akan laku terjual,” kata Idah Syahidah.

Idah Syahidah yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gorontalo ini menegaskan, desain motif harus terus beragam, pengrajin maupun desainer ataupun masyarakat harus dan terus mensosialisasikan kain khas ini di mana saja berada. Terlebih jika diberikan tugas di luar daerah, sudah sepatutnya menggunakan kain karawo karena secara langsung hal yang demikian bisa menambah pengetahuan masyarakat luas mengenai karawo

“Kami contohkan, saat ikut Lemhannas sekitar 2 minggu di Jakarta. Selama kegiatan itu saya menggunakan terus jilbab yang bermotif karawo. Saya juga kadang pakai baju karawo bahkan saya bawah kue karawo. Nah teman-teman anggota DPR yang melihat itu mereka jadi ikut tertarik, bahkan mereka memesan jilbab dan kue karawo. Saya pun menyuruh Gubernur untuk mengirimkan ke Jakarta. Hal – hal seperti ini tanpa kita sadari sudah turut membantu pelestarian kain khas kita, tanpa menunggu momen-momen seperti adanya festival karawo atau kegiatan lainnya,” ujar Idah Syahidah.

Sulawan karawo adalah salah satu kearifan lokal yang sudah dikenal dunia,  karawo sudah tampilkan dalam parade New York Fashion Week,  Amerika Serikat.

 

Pewarta : Echin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sehari bersama anak adalah program untuk mendorong kepedulian serta kesadaran pemenuhan dan perlindungan hak anak untuk menciptakan kesempatan anak Indonesia khususnya di Provinsi Gorontalo dalam meningkatkan kapasitasnya.

Anak harus mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik, memberikan kesempatan bagi anak, termasuk di dalamnya anak panti dan anak yang termaginalkan untuk mengatualisasikan potensi dan kreatifitasnya dengan penuh keceriaan dan mandiri.

Untuk itu dalam semarak  peringatan Hari Anak Nasional Indonesia Provinsi Gorontalo melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melaksanakan program sehari bersama anak dengan tema “Anak Bahagia Indonesia Sejahtera” pada Selasa (10/9/2019).

Menurut Kepala Dinas Sosial PPA dan PA, Risjon Kujiman Sunge dalam sambutan pembukaan kegiatan, menuturkan bahwa momen sehari bersama anak dapat memberikan wahana ekspresi dan aktualisasi diri untuk anak-anak dan menjalin kekuatan silaturahim dan bersosialisasi anak anak.

“Sehari bersama anak ini ada beberapa kegiatan  yang dilaksanakan yakni permainan tradisionalyang dipilih menjadi wahana bermain bagi setiap anak untuk bersuka cita bersama teman- temannya,” kata Risjon Kujiman Sunge.

Sebagai upaya memberi pilihan jenis permainan yang berbeda bagi anak-anak di tengah-tengah gempuran permainan modern sebagai dampak dari kemajuan teknologi di masa kini, permainan tradisional ini dipilih untuk mengurangi kecanduan anak-anak terhadap games modern yang seringkali menimbulkan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak.

Sehari Bersama Anak ini didukung  oleh PT Pegadaian Gorontalo, CV Mufidah, Anisa Rumah Muslimah G orontalo serta Kalbe Nutrional (susu zee) Gorontalo yang  berlangsung di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Gorontalo, kegiatan seru ini dihadiri oleh Bunda PAUD Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah, Kepala Pengadaian Gorontalo, para Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota  dan Lembaga Kesejahteraan Anak Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Boalango dan Kabupaten Gorontalo, TK PAUD, Sekolah Dasar Luar Biasa  Kota/Kabupaten Gorontalo dan Forum Anak Daerah Provinsi Gorontalo, semuanya lebih dari 350 anak.

Idah Syahidah menjelaskan dalam siklus kehidupan manusia masalah anak-anak merupakan fase manusia mengalami tumbuh kembang yang menentukan masa depannya. karenanya anak tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara.

“Mereka adalah generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa ini karenanya  mereka mempunyai hak yang sama hidup dan berkembang secara optimal, merasakan lingkungan yang aman, nyaman dan bahagia,” kata Idah Syahidah.

Idah Syahidah juga menjelaskan, anak-anak menjadi harapan untuk mewujudkan mimpi-mimpi para founding father di masa lalu. Nasib bangsa ini di masa depan ditentukan oleh seberapa berhasilnya orang dewasa dalam mendidik anak-anak masa kini untuk menjadi manusia yang unggul kelak.

Program sehari bersama anak ini mendapat apresiasi dari Bunda PAUD, Idah Syahida. Kegiatan ini sebagai kerja nyata untuk mengingat kembali dan menggunggah kepedulian serta kesadaran tentang pentingnya pemenuhan dan perlindungan anak, hak-hak anak.

Idah Syahidah berharap tidak hanya sehari ini pelaksanaan sehari bersama anak tetapi besok, lusa dan tiap hari juga  sehari bersama anak, walaupun mungkin waktunya dengan anak hanya sebentar tetapi memberikan kualitas pendidikan terhadap anak-anak.

“Untuk itulah pada momen penting ini sehari bersama anak mari kita bersama sama intropeksi diri apa yang sudah kita lakukan dan berikan pada anak-anak,” ujar Idah Syahidah.

 

Pewarta : Owan Thalib - Dinsos PPPA

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelola perpustakaan se-Provinsi Gorontalo bertempat di Hotel Horizon Nayumi, Kota Gorontalo.

Bimbinga teknis ini berlangsung selama 2 hari, Selasa- Rabu (10-11/9/2019 yang diikuti 100 orang dari perwakilan kabupaten dan kota serta perguruan tinggi.

“Bimtek pengelola perpustakaan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengelola perpustakaan agar memiliki kecakapan yang dapat mendukung pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan,” kata Yosep Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo saat membuka kegiatan ini, Selasa (10/9/2019).

Yosep Koton  menjabarkan beberapa kompetensi yang akan ditingkatkan dalam bimbingan teknis ini adalah perpustakaan pusat belajar masyarakat sepanjang hayat, kemampuan melakukan komunikasi asertif, dan membuat infografis sederhana di perpustakaan.

“Sasaran utama kami adalah pustakawan dan atau tenaga pengelola perpustakaan umum provinsi, kabupaten/kota, desa serta tenaga pengelola perpustakaan sekolah,” ujar Yosep Koton.

Opong Sumiyati, Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpusnas selaku ketua tim sekaligus mewakili kepala perpustakaan nasional menyampaikan apresiasi kepada Dinas dan peserta yang antusias mengikuti kegiatan ini.

“Kami mewakili kepala Perpustakaan Nasional mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kesungguhan peserta serta kerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo,” papar Opong Sumiyati.

Dalam pembukaan ini, Yosef Koton menekankan arti penting perpustakaan yang berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa, fungsi perpustakaan ini menjadi tantangan bagi pengelolanya untuk menciptakan sebuah perpustakaan yang bisa menjadi tempat menggali ilmu pengetahuan dan informasi.

Kebijakan untuk memajukan dunia perpustakaan dinilai merupakan opsi yang paling realistis dalam mengembangkan potensi masyarakat agar menjadi manusia yang berilmu, beriman, dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab dalam mendukung program program pemerintah.

“Pepatah tua mengatakan tak ada masa kini kalau tak ada masa lalu, Tak ada masa depan kalau tak ada masa kini. Masa lalu itu adalah guru yang paling hebat tempat belajar dan menjadi cermin bagi masa kini dan juga masa depan dan masa lalu itu ada pada bahan koleksi di perpustakaan,” ujar Yosep Koton.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo