>

GORONTALO – Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo, Sukril Gobel membuka Pendidikan dan Pelatiahn (Diklat) Kepemimpinan Tingkat III Angkatan VI Provinsi Gorontalo.

Diklat ini diikuti 35 orang yang berasal dari Pemerintah Provisi Gorontalo  8 orang, Pemerintah Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat  7 orang, Pemerintah Kota Tomohon 2 orang, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango  2 orang, Pemerintah Kabupaten Boalemo 1 orang, Pemerintah Kota Kotamobagu  7 orang, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 1 orang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara 1 orang, KPU Kalimantan Utara 1 orang dan Pemerintah Kota Gorontalo 5 orang.

“Diklat bertempat di Kampus II Badan Diklat Provinsi Gorontalo yang diikuti 35 orang dai berbagai daerah, dengan pola kontribusi dari masing-masing instansi pengirim,” kata Sofian Ibrahim, Kepala Badan Diklat Provinsi Gorontalo, Senin (9/9/2019).

Sofian Ibrahim menjelaskan, Diklat Kepemimpinan Tingkat III bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan pejabat struktural eselon III yang akan berperan dan melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing serta mampu berkolaborasi dengan stekholder untuk menangani isu nasional strategis.

Dalam sambutannya Sukril Gobel, Asisten III Setda Provinsi Gorontalo menyampaikan tujuan utama Diklatpim III ini adalah untuk melahirkan pemimpin yang memiliki kompetensi visioner, memangku kepentingan strategis untuk menangani isu nasional strategis.

“Peserta Dillatpim II juga disiapkan menjadi pemimpin untuk peningkatan kinerja instansinya melalui penetapan visi atau arah kebijakan yang tepat serta mampu menjadi teladan bagi bawahan dan pemangku kepentingan dalam integritas, nasionalisme, standar etika publik, moralitas dan tanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Sukril Gobel.

Sukril Gobel juga berharap peserta mampu melakukan kolaborasi secara internal dan eksternal dalam mengelola tugas-tugas organisasi ke arah pencapaian tujuan pembangunan nasional dan visi instansi.

“Sekarang dituntut memiliki kemampuan melakukan inovasi yang sesuai dengan bidang tugas guna penetapan arah kebijakan yang lebih efektif dan efisien,” ujar Sukril Gobel.

Para tenaga pengajar pada kegiatan ini berasal dari Widyaiswara Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kota Gorontalo.

Hadir dalam pembukaan Diklat ini adalah Suwarno Basiru, Koordinator Widyaiswara Provinsi Gorontalo,

Daniel Pontonuwu, Kepala BKPP Kota Tomohon dan sejumlah undangan.

 

Pewarta : Moh. Azwar Baruadi - Badan Diklat

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Kelompok Usaha Bersama (Kube)  fakir miskin di tengah masyarakat telah menjadi sarana untuk meningkatkan usaha ekonomi produktif, khususnya dalam peningkatan pendapatan, menyediakan kebutuhan yang diperlukan bagi keluarga miskin, menciptakan keharmonisan hubungan sosial antarwarga, menyelesaikan masalah sosial yang dirasakan keluarga fakir miskin, pengembangan diri dan sebagai wadah berbagai pengalaman antar anggota.

Untuk itu Kube harus mendapat perhatian dan bimbingan dari Pemerintah agar mampu menjalankan fungsinya. Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah menggelar bimbingan teknis penrima bantuan Kube.

Bimbingan teknis ini diselenggarakan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo di 3 lokasi yang berbeda,  Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Boalemo.

Kepala Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo, Risjon Kujiman Sunge menjelaskan tujuan bimbingan tekns bagi Kube ini adalah meningkatkan kemampuan anggota kelompok Kube di dalam memenuhi kehidupan sehari –hari yang ditandai meningkatnya kualitas pangan, sandang, papan, kesehatan tingkat pendidikan serta meningkatnya pemenuhan kebutuhan sosial lainnya.

“Ada beberapa aspek sosial yang dapat meningkatkan kemampuan anggota Kube yaitu mengembangkan komunikasi dan relasi sosial yang baik dengan sesama anggota, dengan anggota keluarga dan dengan masyarakat, meningkatkan partisipasi sosial anggota Kube dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, dan memiliki kepedulian sosial untuk membantu orang lain. dan yang ketiga menguatnya motivasi anggota untuk melakukan perubahan ke arah kehidupan yang lebih baik, termasuk kesadaran pentingnya pendidikan,” kata Risjon  Kujiman Sunge, Senin (9/9/2019).

Bimbingan teknis ini dilakukan sehari di setiap kabupaten kota, diikuti oleh peserta 40 kelompok di Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango 50 kelompok dan di Kabupaten Boalemo 30 kelompok Kube. Kegiatan ini  dihadiri Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Remy Pakaya  dan Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin, Imran Basiru.

Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo  yakin Kube dapat dijadikan sarana yang efektif bagi warga masyarakat, keluarga miskin untuk mengatasi berbagai keterbatasan, seperti kepemilikan modal informasi, teknologi dan lainnya secara bersama-sama dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan sosial hidup.

 

Pewarta : Yoan Thalib – Dinas Sosial PP dan PA

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo mendukung diselenggarakannya ajang pencarian bakat anak muda Gorontalo oleh Indonesia Creative Model Searching (ICMS).

Ajang kreatif ini menghadirkan anak muda Gorontalo yang memiliki bakat di bidang acting, fashion, standup comedy, menyanyi, presenting (MC), dance, dan lain sebagainya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, kami mendukung acara pencarian bakat seperti ini. Dimana anak anak muda Gorontalo bisa mengasah bakat mereka dan bisa menyalurkannya,” ungkap Asisten II Setda Provinsi Gorontalo, Sutan Rusdi, saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Gorontalo pada malam final ICMS, di Ballroom Hotel Maqna, Minggu, (8/9/2019).

Sutanpun berharap peserta yang nanti memenangkan ajang ini dan akan mewakili Gorontalo di Jakarta, bisa membawa harum nama Gorontalo di kancah nasional.

Seleksi pencarian anak muda berbakat telah dilakukan kurang lebih 6 bulan. Dari 180 finalis, tersisa 60 finalis yang akan diseleksi kembali. Mereka yang meraih juara akan mengikuti casting di Jakarta dengan membawa nama Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Ecin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 09 September 2019 06:53

PPC Ujung Tombak Keamanan Pangan Masyarakat

GORONTALO - Petugas Pengambil Contoh (PPC) Pangan Asal Tumbuhan (PSAT) memiliki kemampuan yang tinggi dalam penerapan tata cara perlakua dan pengawasan mutu pangan.

Prinsip Keamanan pangan harus dimulai dari lahan produksi hingga pangan sampai ke meja makan, semua mata rantai yang dilalui harus mendapat perlakuan dan pengawasan oleh petugas untuk mencegah terjadi masalah keamanan pangan segar asal tumbuhan.

Untuk menyiapkan petugas ini sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pangan, Dinas Pangan telah melaksanakan bimbingan teknis PPC yang diikuti oleh peserta dari dinas pangan kabupaten dan kota selama 2 hari di Sumber Ria, Kamis-Jumat (5-6/9/2019).

Kepala Dinas Pangan, Sutrisno mengapreasi kegiatan Bimtek PPC karena petugas memiliki komitmen untuk melindungi dan menyelamatkan konsumen masyarakat di Gorontalo  maupun luar di Gorontalo melalui perlakuan keamanan pangan.

"PPC PSAT itu pekerjaan yang mulia," kata Sutrisno.

Sutrisno menjabarkan PPC PSAT ini merupakan SDM yang terlatih termasuk penggunaan standar pupuk, penggunaan pestisida, pengolahan tanah, proses produksi dan paska panen.

“Pangan harus aman untuk dikonsumsi,” kata Sutrisno.

Sutrisno yang mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo ini mengharapkan kepada petugas pengambil contoh ini supaya dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam Bimtek sehingga memberi maanfaat banyak bagi masyarakat.

Bimbingan teknis ini akan memberi kemandirian bagi kabupaten/kota di Provinsoi Gorontalo untuk melaksanakan pengambilan sampel, karena sudah memiliki PPC yang terlatih dan kompoten.

“PPC ini telah melaksanakan praktek lapangan pengambilan sampel di 3 titik lokasi di Kota Gorontalo antara lain di pasar moderen Gelael, pasar sentral, pasar buah yang hasilnya negatif kandungan dari zat zat kimia yang berbahaya untuk pangan yang akan di komsumsi oleh masyarakat,” kata Zakiya Beserewan, Kepala Bidang Konsumsi Pangan dan Konsumsi, penanggung jawab kegiatan.

Seluruh peserta dalam Bimbingan teknis ini mendapatkan sertifikat kelulusan sebagai petugas pengambil contoh di kabupaten dan kota.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Minggu, 08 September 2019 13:34

Hari Senin Besok Warga Dembe Pesta Apangi

GORONTALO – Warga Kelurahan Dembe Satu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, mulai bersiap menghadapi pelaksanaan Festival Apangi yang digelar setiap malam 10 Muharram. Persiapan nampak dari rumah warga yang mulai membuat kue apangi, salah satu jenis kue tradisional Gorontalo yang akan disajikan kepada tamu yang berkunjung ke rumah-rumah warga.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh keluarga Agustina Husain, yang pada tahun ini akan membuat kue apangi dalam jumlah fantastis, yakni sebanyak 3.500 biji. Kue apangi sebanyak itu akan menghabiskan bahan berupa kelapa untuk membuat santan sebanyak 50 biji, tepung terigu 50 kilogram, tepung beras 50 kilogram, serta bahan lainnya seperti gula pasir dan garam, yang semuanya akan dicampur untuk membuat adonan kue apangi.

Tim kerja Lurah Dembe I, Zulkarnain Husain saat diwawancara di kediaman keluarga Agustina Husain, Sabtu (7/9/2019, mengatakan bahwa Festival Apangi dimulai pada tahun 2016 yang diinisiasi oleh Pemerintah Kelurahan bersama Karang Taruna Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, PKK, serta mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat. Dijelaskannya, penyelenggaraan Festival Apangi tersebut bertujuan untuk mempromosikan, mendukung, dan sekaligus menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Dembe I yang sejak tahun 2005 ditetapkan sebagai destinasi Wisata Budaya di Kota Gorontalo.

“Pada tahun 2016 seluruh elemen masyarakat menyepakati diadakannya sebuah festival yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Dembe I, yaitu Festival Apangi. Konsepnya kita menyajikan kue apangi kepada setiap pengunjung yang datang ke rumah-rumah warga di Kelurahan Dembe I yang waktu pelaksanaannya kita tetapkan bertepatan dengan 10 Muharram karena sesuai budaya masyarakat Gorontalo kue apangi itu dikonsumsi saat berbuka puasa pada hari Assyura,” jelas Zulkarnain.

Zulkarnain menambahkan pada tahun keempat pelaksanaan Festival Apangi yang akan digelar pada tanggal 9 September 2019, ditargetkan jumlah apangi yang akan disajikan berjumlah 200.000 biji kue apangi.

“Tahun 2018 target kami hanya 100.000 biji, ternyata realisasinya jauh melampaui target yaitu sebanyak 180.000 biji kue apangi. Sehingga itu tahun ini kita targetkan sebanyak 200.000 biji kue apangi,” ujarnya.

Persiapan juga nampak dari kesibukan panitia yang mulai menyiapkan panggung utama Festival Apangi di lapangan Kelurahan Dembe 1, termasuk menyiapkan satu buah lagu khusus untuk Festival Apangi yang diberi judul Apangi 4. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap penyelenggaraan Festival Apangi, panitia menciptakan satu buah lagu khusus berbahasa daerah Gorontalo.

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie angkat bicara terkait dengan eksistensi warga rantau yang belajar atau mencari nafkah di Gorontalo. Bagi Rusli, warganya sangat ramah dan mampu menerima orang lain tanpa membedakan suku, ras dan agama.

“Pak Lucas Enembe Gubernur Papua pernah kuliah di Gorontalo. Waktu itu masih IKIP, beliau sendiri yang cerita sama saya. Setelah beliau sarjana muda melanjutkan kuliahnya di Unsrat Manado,” buka Rusli Habibie saat diwawancara usai mengikuti Adventure Offroad di Kabupaten Gorontalo, Sabtu (7/9/2019).

Menurut Rusli, selama ini warga dan pemerintah membuka diri bagi semua orang untuk datang dan tinggal di Gorontalo. Tidak saja bagi warga Papua, tapi juga warga dari daerah lain. Seperti yang dialami warga asli Gorontalo yang merantau di daerah lain.

“Mahasiswa Papua kurang lebih tiga ratusan tersebar di berbagai kampus. Sering juga mereka datang ke saya untuk silaturahim. Mereka sangat terterima, itu sifat orang Gorontalo yang sangat menerima dan menghargai para tamu, masyakarat, mahasiswa termasuk warga Papua,” imbuhnya.

Gubernur dua periode itu menilai riak-riak di Papua tidak terjadi jika semua pihak mampu menghargai dan menghormati antar sesama. Eksistensi warga tidak dinilai dari perbedaan suku, ras dan agama tetapi dipersatukan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami juga memberikan pelayanan tidak pilih kasih. Tidak ada karena mayoritas – minoritas berdasarkan agama dan seterusnya,” sambungnya.

Gubernur Rusli mencontohkan baru-baru ini ia bangga karena ada warga kelahiran Abepura, Jayapura yang menjadi konsultan pembangunan jalan di Gorontalo. Carter Lobook dipercaya merancang ruas jalan provinsi Mananggu-Kramat di Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo karena kemampuan akademik S3 serta pengalaman bi bidang teknik sipil.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menggelar Adventure Offroad etape kedua yang menyisir sejumlah Desa di Kabupaten Gorontalo, Sabtu (7/9/2019). Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan istri Idah Syahidah serta puluhan offroader lokal mengikuti gelaran ini.

Sedikit berbeda dengan etape pertama yang digelar pekan lalu, jalur kali ini dimulai dari Rumah Jabatan Gubernur masuk dan mengikuti aliran sungai di Desa Talumelito. Rute berlanjut ke perbukitan Desa Dulamayo Barat, Desa Malahu dan finish di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.

Di awal lintasan, offroader yang menunggangi mobil jenis jip dan hartop 4×4 atau four wheel drive (4WD) sudah disuguhkan oleh lintasan bebatuan sungai sepanjang 1,5 kilometer. Beberapa mobil harus DNF (do not finish) lebih awal karena masalah mesin. Beruntung saat ini sedang musim kemarau sehingga kondisi air sungai sedang mengering.

Obstacle atau rintangan berikutnya yang harus ditaklukkan yakni jalur mendaki sebelum lepas dari sungai. Satu mobil peserta mengalami freelock atau mesin penggerak roda depan tidak berfungsi sehingga sulit melahap jalur menanjak.

Upaya untuk menarik dengan winch mobil offroader lain tidak bisa mengatasi tantangan tersebut. Warga dan peserta lain terpaksa menarik dengan tali agar mobil bisa dievakuasi.

Jalur di perbukitan Desa Dulamayo Barat tidak kalah menantang. Lintasan yang sempit antara jurang dan tebing cukup untuk menaikkan adrenalin offroader. Peserta yang tidak mampu mengendalikan mobil saat menuruni bukit harus terperosok keluar dari jalur.

Jalur Talumelito – Dulamayo Selatan ini rencananya akan salah satu etape atau Special Stage (SS) dalam event Adventure Offroad Jelajah Wisata Alam Gorontalo (JAWG) Desember 2019 nanti. Event itu akan digelar besar-besaran dengan skala nasional.

“Jadi akan ada tiga etape. Etape pertama di jalur ini kita nanti nginap dan akan ada games di situ. Hari berikutnya kita lanjut etape Kabupaten Gorontalo Utara – Boalemo kita nginap lagi, terakhir di Kabupaten Pohuwato,” terangnya.

Event JAWG rencananya akan menjadi agenda parwisata tahunan pemerintah Provinsi Gorontalo. Diharapkan melalui ajang itu bisa mempromosikan keindahan alam daerah kepada para pecinta otomotif seperti event serupa yang digelar daerah lain.

Pada pelaksanaan adventure offroad itu, Gubernur Rusli beserta istri menyerahkan paket bantuan pangan kepada warga yang dilewati. Ada juga penyerahan bantuan kepada lebih kurang 250 KK miskin yang digelar di garis finish.

Sulitnya medan ditambah cuaca yang terik membuat mobil Gubernur Rusli dan beberapa mobil lain mengalami overheat mesin. Radiator menjadi panas dan berasap. Perjalanan pun sempat terhenti beberapa menit.

“Karena saya sudah terbiasa dengan offroad jalur ini tantangannya masih “kacang-kacang” (kecil atau mudah). Tapi jalur ini lebih sulit dengan jalur sebelumnya (pada etape pertama, Gorut – Boalemo),” diakui Gubernur Rusli.

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menghadiri malam keakraban anggota DPRD Provinsi Gorontalo di rumah jabatan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Jumat (6/9/2019).

Malam keakraban dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Gorontalo periode 2014-2019 dan juga anggota DPRD terpilih untuk periode 2019-2024.

Dalam sambutannya Wagub Gorontalo dua periode tersebut mengutarakan bahwa selama periode 2014-2019, anggota DPRD telah berkinerja dan bersinergi dengan Pemprov Gorontalo sehingga mampu mendorong suksesnya penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakat.

Fungsi DPRD sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, yaitu fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, berjalan dengan baik sehingga berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan di Provinsi Gorontalo.

“Meski anggota DPRD itu berbeda warna, berbeda pandangan, dan berbeda visi, tetapi sesungguhnya kita dibalut oleh satu tujuan yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu atas nama Pemprov Gorontalo saya ucapkan terima kasih kepada anggota DPRD periode 2014-2019,” ujar Idris.

Kepada anggota DPRD yang baru terpilih untuk periode 2019-2024, Idris berharap menjadi mitra Pemprov Gorontalo untuk mewujudkan Gorontalo yang lebih unggul, maju, dan sejahtera. Wagub mengibaratkan Pemerintah Daerah dan DPRD merupakan dua sisi dalam satu mata uang yang selalu menyatu untuk kepentingan bersama yakni masyarakat Gorontalo yang sejahtera.

“Apalagi saya melihat anggota DPRD yang baru ini merupakan wajah-wajah lama. Semoga ke depan kita bisa lebih bersinergi dan bermitra untuk kesejahteraan masyarakat Gorontalo,” tutur Wagub Idris Rahim

Dijadwalkan 45 anggota DPRD Provinsi Gorontalo periode 2019-2024 akan dilantik pada hari Senin, 9 September 2019. Dari 45 anggota DPRD tersebut 22 orang di antaranya merupakan anggota DPRD periode 2014-2019 yang terpilih kembali untuk periode 2019-2024. Sisanya sebanyak 23 orang adalah anggota baru untuk periode 2019-2024.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Sabtu, 07 September 2019 20:00

ANRI Selesaikan Audit Kearsipan Gorontalo

GORONTALO – Tim audit Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) membacakan risalah hasil audit kearsipan sekaligus penandatangan bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo di ruang kerja Kepala Dinas, Jumat (6/9/2019).

Tim audit yang diwakili oleh Nurgamah,  Arsiparis Madya dan Dian Karina Lestari, Pranata telah melakukan audir arsip dengan mengambil sampel di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Biro Pemerintahan.

Audit kearsipan eksternal pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan ini menggunakan metode pengisian formulir, wawancara dan pengamatan langsung oleh tim audit ANRI.

“Aspek yang diaudit adalah ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan bidang kearsipan dalam penetapan kebijakan kearsipan, aspek pembinaan kearsipan, pengolahan arsip inaktif dengan retensi sekurang-kurangnya 10 tahun, pengelolaan arsip statis, aspek sumber daya manusia kearsipan, aspek organisasi kearsipan, aspek pra sarana dan sarana kearsipan dan pendanaan,” kata Nurgamah.

Pada akhir pelaksanaan audit kearsipan eksternal ini menghasilkan risalah sementara hasil audit dan telah ditanda tangani oleh Ketua tim audit Nurgamah serta Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Yosef P Koton,  yang dihadiri oleh Kepala Bidang Kearsipan Mustari Sumaga, fungsional kearsipan, pengawas dan pelaksana pada bidang kearsipan.

"Risalah ini nantinya akan dibawa dan dirapatkan kembali oleh para deputi di ANRI dan akan menghasilkan nilai," jelas Nurgamah.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef P Koton mengharapkan nilai yang didapatkan lebih tinggi dari tahun lalu, dari kriteria cukup menjadi kriteria baik karena semua tugas dan fungsi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sudah dijalankan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

Berdasarkan Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5071), Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2012 nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5286), dan Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia nomor 6 tahun 2019 tentang Pengawasan Kearsipan, Arsip Nasional Republik Indonesia telah melaksanakan audit kearsipan terhadap Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan dari tanggal 3-6 September 2019.

 

Pewarta :  Domy - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KWANDANG - Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo melalui Bidang Kebudayaan Seksi Pembinaan Seni dan Tenaga Kebudayaan menyerahkan bantuan berupa alat kesenian pada komunitas Seni dan Budaya di Desa Boalemo Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (6/9/2019).

Bantuan alat Kesenian ini diserahkan oleh Ramlah Habibie, Plt Kepala Dinas Dikbudpora didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Meli Mohamad, Kepala Bidang Pembinaan   Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ernawati Panu, Kepala Seksi Pembinaan Kesenian dan Tenaga Kebudayaan, Safwan Eka Putra dan Kepala Seksi Pembinaan Bahasa dan Tradisi Daerah, Affandy Lakoro, juga hadir Kepala Desa Boalemo  dan Tokoh adat Gorontalo Utara, Mansyur Dali selaku Tenaga Kebudayaan Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo.

“Kami berharap alat Kesenian ini bisa bermanfaat dalam pengembangan Kebudayaan di Kabupaten Gorontalo Utara khususnya pada Komunitas Kampung KB Mandiri desa Boalemo,” kata Ramlah Habibie saat menyerahkan alat kesenian.

Dalam penyerahan bantuan ini, kedatangan rombongan Dinas Dikbudpora di lokasi disambut secara adat oleh anak-anak sekolah yang tergabung dalam Komunitas Seni dan Budaya, mereka menyuguhkan atraksi kesenian dan budaya di antaranya Buruda, Dana-dana tradisional, Tanggomo dan Senam Tolotidi.

"Kami sangat bangga disambut secara adat oleh anak-anak sekolah yang ada di sini,  semua berkat didikan dari Tenaga ahli Kebudayaan Dinas Dikbudpora Provinsi  Gorontalo, Mansyur Dali, beliau ini teman saya waktu kuliah," tambah Ramlah Habibie di sela-sela memberikan sambutan.

Tahun ini Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo menyerahkan paket bantuan alat kesenian pada komunitas seni dan budaya yang tersebar di Provinsi Gorontalo masing-masing di Kabupaten Gorontalo pada sanggar Maesaan Desa Yosonegoro Kecamatan Limboto Barat dan Kabupaten Gorontalo Utara pada Kampung KB Mandiri Desa Boalemo Kecamatan Kwandang.

 

Pewarta : PPID Kebudayaan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo