>

GORONTALO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo akan memberi bantuan logistik kepada Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia – Papua New Guinea dari Batalion 713/Satyatama.

“Kami akan memberikan bantuan yang akan digunakan selama dalam perjalanan,” kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memberikan arahan kepada personil Satgas Pamtas di Markas Batalion 713/Satyatama, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Senin (8/7/2019).

Dalam arahannya Rusli Habibie berpesan kepada Satgas Pamtas untuk selalu menjaga kekompakan, bersemangat dan bersinergi dalam menjalan tugas negara.

Rusli Habibie juga mengungkapkan rasa bangganya kepada prajurit TNI yang dengan gagah berani membela, menjaga, dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Di lengan kanan kalian ada bendera Merah Putih. Itu adalah tekad untuk setia kepada Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika,” kata Rusli Habibie.

Lebih lanjut Rusli berharap seluruh prajurit Batalion 713/Satyatama menjadi garda terdepan dalam memerangi kemiskinan, kebodohan, minuman keras, narkoba, dan pelecehan seksual.

Menurutnya, selama ini prajurit TNI telah banyak membantu terlaksananya berbagai program pemerintah dalam memajukan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 “Prajurit TNI harus jadi contoh dan teladan dalam memerangi musuh kita bersama, yakni kemiskinan, kebodohan, miras, narkoba, pelecehan seksual,” tandas Rusli.

Sebanyak 450 personil dari Batalion 713/Satyatama akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI – PNG selama 9 bulan. Dijadwalkan pemberangkatan akan dilaksanakan pada minggu ke-3 bulan Juli 2019 dengan menggunakan kapal laut.

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
Senin, 08 Juli 2019 13:11

Gorontalo Advokasi Pencapaian KLA

GORONTALO – Sebanyak  30 orang peserta dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA), Bappeda, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan kabupaten dan kota mengikuti advokasi implementasi  pencapaian Kabupaten/Kota Layak Anak di Provinsi Gorontalo.

Selama 2 hari, Kamis – Jumat (4-5/7/2019) di Hotel Eljie Kota Gorontalo mereka mendapat bimbingan dari nara sumber Tim ahli Pengembangan KLA Kementreian  PP-PA, Hamid Patilima dan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi  Gorontalo.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo Risjon Kujiman sunge mengatakan negara berkomitmen untuk menjamin upaya perlindungan anak yang diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 28 ayat B ayat 2 yang menyebutkan setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemerintah daerah provinsi dan kab/kota terkait 24 indikator percepatan  implementasi  pencapaian kabupaten/Kota Layak Anak (KLA),” kata Risjon Sunge.

Selain itu juga untuk membangun komitmen partisipasi dan peran aktif para pemangku kepentingan untuk percepatan KLA, memberikan kesamaan persepsi tentang pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. 

Dalam kegiatan ini juag dihadari Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nurhayati Olii dan Kepala Seksi Pemenuhan Hak Perempuan Ferdi Rus Modanggu.

Program Kota Layak Anak adalah langkah untuk menciptakan lingkungan yang dapat mengaspirasi hak-hak anak. Program dan kebijakan lokal ini dapat menjamin hak yang diberikan pemerintah bersama masyarakat dan dunia usaha.

Risjon Kujiman Sunge menambahkan, Provinsi Gorontalo telah melaksanakan program Kota Layak Anak (KLA) oleh 6 kabupaten/kota. Kabupaten Gorontalo bahkan telah memperoleh penghargaan KLA Nindya pada tahun 2018.

Sedangkan kabupaten dan kota lainnya masih dalam pengembangan pencapaian KLA yang dievaluasi oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Hamid Patilima salah seorang anggota tim ahli dan narasumber mengatakan  bahwa pelaksanaan Program KLA berbagai kebijakan  yang mendukung  hak dan perlindungan anak seperti antara lain pengembangan KLA, Sekolah Ramah Anak,  Puskesmas Ramah Anak, dan lainya.

Juga perlu dibentuk Forum  Anak di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota serta pembentukan Forum Puspa atau Pusat Pelayanan Anak di tingkat Provinsi, kampanye  gerakan perlindungan anak 

oleh lembaga masyarakat.   

 

Pewarta : Yoan Thalib – Dinas Sosial PP dan PA

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABILA – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Paris RA Jusuf melakukan dialog interaktif, menyapa rakyat di desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango, Minggu (7/7/2019).

Dalam dialog ini Paris Jusuf mengakui instrumen formal untuk menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dirasakan belum optimal untuk menyerap kebutuhan nyata masyarakat.

"Forum Musrenbang yang dilaksanakan berjenjang dari tingkat desa tidak maksimal menyerap kebutuhan masyarakat. Masyarakat yang diundang di acara itu katakanlah 200. Tapi yang hadir hanya 15. Akhirnya aspirasi yang tertampung hanya dari 15 orang. Yang sisanya terlewatkan," kaat Paris Jusuf.

Di sisi lain, instrumen formal di DPRD seperti kegiatan reses hanya dilaksanakan berkala. Sehingga tidak bisa mendeteksi persoalan kekinian yang ada di masyarakat. Sehingga DPRD idealnya harus menambah frekuensi pertemuan dengan masyarakat.

"DPRD Gorontalo sudah melakukannya dalam 5 tahun terakhir, setiap bulan ada agenda pertemuan dengan masyarakat, dialog interaktif menyapa rakyat," ujar Paris Jusuf.

Paris Jusuf juga meminta DPRD Kabupaten dan Kota sebaiknya juga melakukan hal yang sama, agar setiap bulan para wakil rakyat di kabupaten dan kota bisa bertemu dengan masyarakat, mendengar keluhannya dan menampung aspirasi warga.

“Dialog interaktif  DPRD Provinsi selama ini banyak mendengar aspirasi masyarakat, tetapi sesunguhnya menjadi wewenang kabupaten-kota,” jelas Paris Jusuf.

Paris Jusuf  sadar masyarakat yang menyalurkan aspirasi tidak tahu masaalh yang disampaikan ini kewenangan siapa, mereka hanya mengutarakan kepada wakil mereka. Kalau DPRD Kota dan Kabupaten jarang melakukan dialog dengan warga, maka sulit untuk menyerap keinginan warga dan mengetahui permasalahan di lapangan.

"Mudah-mudah dengan kegiatan dialog interaktif setiap sebulan sekali, DPRD kabupaten-kota bisa mendapatkan masukan berkaitan pengalokasian anggaran dalam menjawab kebutuhan masyarakat, sesuai dengan kewenangan masing-masing daerah,” pungkas Paris Jusuf.

 

Pewarta : Moh. Yani Uno – Sekretariat DPRD

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

SUWAWA – Penataan Danau Perintis di Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango menjadi fokus banyak instansi.

Selain Balai Wilayah Sungai II Sulawesi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo juga terlibat dalam normalisasi danau kebanggaan masyarakat Bone Blango ini.

Salah satu tahap pekerjaan dalam penataan ini adalah pembersihan eceng gondok, gulma dan tanaman air lain yang mulai menyesaki danau.

“Pemerintah Provinsi prihatinan terhadap aset danau perintis yang tidak terawat ini. Gubernur, Sekda serta Pemda Bone Bolango telah bertemu secara khusus yang menghasilkan satu kesepakatan untuk membersikan gulma dan rumput yang berada di atas air,” kata Handoyo Sugiharto, Kepala Dinas PUPR, akhir pekan lalu.

Untuk membersikan danau ini membutuhkan sarana yang memadai agar pekerjaan ini bisa segera tuntas, termasuk penggunaan alat berat untuk mengangkat gulma basah dan memindahkan ke lokasi lain.

Pekerjaan ini dilaksanakan selama 3 minggu dan hasilnya sudah mulai terlihat. Danau ini terlihat lebih luas dan nyaman untuk dijadikan kawasan pariwisata, selain memiliki fungsi hidrologi dan pengembangan perikanan.

Dinas PUPR menyebut sudah 5000 meter kubik eceng gondok, gulma serta tanaman air lainnya yang berhasil dibersihkan dari danau ini.

“Pembersihan sudah 60 persen dan untuk sampah secara perhitungan kita sebanyak 7500 meter kubik dan kita sudah membuang sekitar 5000 meter kubik sampah ke tempat pembuangan” lanjut Handoyo Sugiharto.

Handoyo Sugiharto berharap, danau ini dapat dijadikan tempat untuk parawisata, juga bisa bermanfaat untuk penanggulangan banjir dan membantu pertanian yang ada di Kabupaten Bone Bolango.

 

Pewarta : Yudi/PUPR – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

GORONTALO – Malam final pemilihan Duta Bahasa Privinsi Gorontalo dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Yosep P Koton, Sabtu (6/7/2019).

Pemilihan duta bahasa yang dilaksanakan di Bele Li Mbui Kota Gorontalo ini diikuti oleh 10 pasang fnalis dari berbagai instansi, kampus, dan lainnya.

Dalam sambutannya Yosep Koton yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo mengatakan kaum muda yang nantinya terpilih sebagai duta bahasa harus mampu bersaing di tingkat nasional bahkan ke tingkat internasional agar nama Indonesia, khususnya Gorontalo kita bisa dikenal.

"Jangan lupakan bahasa nasional kita, Bahasa Indonesia mskipun kita bisa berbahasa asing, jga lestarikan bahasa daerah kita” kata Yosep Koton,

Pemilihan Duta Bahasa ini dilaksanakan untuk memilih pemuda yang memiliki kemahiran dalam berbahasa indonesia, bahasa asing dan bahasa daerah, peduli pada budaya dan kearifan lokal dengan bertujuan mendukung gerakan literasi nasional.

Yosef menambahkan angka budaya minat baca di Provinsi Gorontalo hanya 29 persen, masih jauh dari angka rata-rata nasional di angka 50 persen. Sehingga tugas Duta Bahasa dapat bersinergi dengan Duta Baca dan berperan dalam meningkatkan budaya membaca di tengah masyarakat agar angka minat baca bias naik signifikan.

Dalam pemilihan ini, Dewan Juri yang terdiri dari Sukardi Gau Kepala Kantor Bahasa, Basri Amin akademisi dan budayawan Mansur Dali memilih Cinda Amaliyah Rahman dan Zulkifli Walangadi sebagai Duta Bahasa Provinsi Gorontalo. Keduanya akan mewakili daerah ini ke tingkat nasional.

 

 Pewarta : Domy – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Gorontalo terus mendorong penguatan Industri Kecil Menengah (IKM) di daerah. Salah satunya melalui pendampingan dan pembinaan yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Sweet Media di Kabupaten Boalemo, pekan lalu.

Pendampingan yang menyasar lebih kurang 20 IKM itu difokuskan pada peningkatan nilai manajemen usaha dan pengemasan produk. Salah satunya dengan mengolah jagung menjadi tepung.

“Ibu Idah Syahidah (Ketua Dekranasda) minta kami dari Sweet Media untuk meningkatkan kapasitas IKM. Sebarnya ada beberapa hal penguatannya, namun yang utama menyangkut peningkatan produk di desa dalam hal ini jagung,” jelas Direktur Sweet Media, Van Sweet Pulubuhu, Minggu (7/7/2019).

Lebih lanjut Van menjelaskan, produk jagung selama ini menjadi komoditi yang melimpah namun belum diolah menjadi produk yang bernilai tinggi. Jagung oleh sebagian warga masih dijual mentah dengan harga yang relatif rendah.

“Padahal jagung ini bisa kita olah menjadi tepung, popcorn, kue dan lain sebagainya. Ini yang terus kami dorong kepada ibu-ibu IKM di desa,” imbuhnya.

Untuk peningkatan IKM di Gorontalo sejauh ini dilakukan secara bersinergis dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan National Support for Local Investment Climates (NSLIC) selaku lembaga international yang dibiayai oleh Kanada.

Van Sweet bersama sejumlah pengurus beberapa kali diundang ke Jakarta untuk mengikuti Training of Trainner (TOT) bagi LPP. Biayanya ditanggung oleh Idah Syahidah yang juga sebagai istri Gubernur Gorontalo itu. Harapannya akan terus terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman untuk pelaku IKM Gorontalo.

 

 

Pewarta : Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapppeda) menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk pemberdayaan warga di pesisir Danau Limboto. Kerjasama itu merupakan upaya penyelamat danau yang semakin kritis.

Kerjasama fokus pada tiga hal yakni integrasi tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penguatan kapasitas aparatur desa serta kerjasama ekonomi dan pengelolaan lingkungan antar daerah.

“Ketiga aspek kerjasama itu diharapkan dapat mendorong pemberdayaan warga pesisir danau. Pemberdayaan ini pada gilirannya akan menyelamatkan danau dari pendangkalan,” terang Kepala Bapppeda Budiyanto Sidiki, Minggu (7/7/2019).

Untuk menseriusi kerjasama tersebut, Regional Development Policy Advisor JICA untuk wilayah Sulawesi, Shintani Naouyuki beserta tim akan kembali berkunjung ke Gorontalo 11 Juli mendatang. Salah satu langkah konkrit yang segera dilaksanakan yaitu kolaborasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat desa yang berada di pesisir Danau Limboto.

“Kita ingin program ini digerakkan melalui perencanaan desa dan pemberdayaan masyarakat sampai dengan mendorong kerjasama antar desa/kabupaten untuk pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” sambungnya.

Selain isu lingkungan, kerjasama juga menyasar program pendidikan, kesehatan, pariwisata dan penanggulangan bencana. Pada prosesnya, JICA akan mengirimkan 10 orang tenaga ahli muda Japan Overseas Cooperation Volunteers (JOCV) di Gorontalo sesuai dengan tematik isu yang dikerjasamakan.

Kondisi danau Limboto saat ini termasuk satu dari 15 danau kritis di Indonesia. Luas danau Limboto berkurang 4.304 Hektar (62,6 persen) atau rata –rata susut luas danau mencapai 66 hektar pertahun. Diprediksi danau ini akan lenyap 37 tahun kemudian yakni pada tahun 2044 bila tidak dilakukan upaya-upaya penyelamatan.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

LIMBOTO – Kafilah Provinsi Gorontalo merampungkan tugasnya pada Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke XXV di Pontianak, Kalimantan Barat. Partisipasi mereka berhasil mempersembahkan juara II untuk cabang hafalan 100 hadits beserta sanadnya untuk kategori putra.

Kepulangan mereka disambut oleh Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki di Bandara Djalaluddin, Minggu (7/7/2019).

 “Mewakili Pemerintah Provinsi Gorontalo dan juga selaku Ketua LPTQ Provinsi Gorontalo, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah, lebih khusus kepada ananda Rafli atas torehan prestasi ini,” kata Budiyanto Sidiki .

Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo itu berharap prestasi ini bisa menambah semangat para kafilah, pengurus LPTQ dan pemerintah daerah untuk meningkatkan prestasi di tahun yang akan datang. Terlebih lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional tahun depan akan kembali digelar.

“Terimakasih kepada peserta, official dan semua pihak yang sudah ikut terlibat. Semoga ini menjadi langkah awal kita dalam melakukan pembinaan tilawatil quran yang lebih baik,” imbuhnya.

Sementara itu, koordinator kafilah STQ Yasser Arafat Dama menyebut prestasi yang diraih Muhamad Rafli tahun ini terbilang sangat baik. Mengingat hafalan 100 hadits beserta sanadnya merupakan cabang lomba yang cukup bergengsi.

“Persaingan antar peserta sangat ketat. Perolehan nilai antara terbaik I dan terbaik II hanya terpaut 0,25 poin. Adapun terbaik I dari Provinsi Aceh, meraih nilai 98,67. Terbaik II dari Provinsi Gorontalo berhasil memperoleh nilai 98,42,” terang Yasser.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

LIMBOTO - Muhamad Rafli salah satu kafilah Gorontalo di ajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional sedang berbahagia. Ia tidak menyangka prestasinya menjadi Juara II cabang hafalan 100 hadits beserta sanadnya pada STQ ke XXV di Kalimantan Barat berbuah hadiah umroh.

Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki saat menerima kepulangan kafilah di Bandara Djalaluddin, Minggu (7/7/2019).

 “Saya sudah melaporkan ke Bapak Gubernur prestasi anakda Rafli ini. Beliau mengucapkan selamat dan terima kasih kepada semua kafilah yang sudah membuat harum nama Gorontalo. Sebagai ganjarannya, anakda Rafli diberi Pak Gubernur bonus umroh,” terang Budi.

Bonus umroh diharapkan bisa memotivasi kafilah lain untuk berprestasi. Ia berharap agar pembinaan tilawatil quran bisa dilakukan terus menerus secara berjenjang di tiap daerah. Terlebih, pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional akan digelar tahun 2020 nanti.

Sementara itu, Muhamad Rafli menyambut gembira bonus tersebut. Ia berterima kasih sekaligus tidak menyangka apa yang diraihnya mendapat ganjaran bumroh dari pemerintah daerah.

“Alhamdulillah saya senang mendengar kabar ini. Tidak lupa saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak gubernur atas hadiahnya dan kepada official yang sudah membina saya hingga meraih prestasi,” ucapnya.

Muhamad Rafli berhasil meraih terbaik II cabang hafalan hadits golongan 100 hadits beserta sanadnya. Ia hanya kalah 0,25 poin dari kafilah Aceh yang mengumpulman nilai 98,67. Prestasi ini cukup membanggakan sebab cabang hafalan 100 hadits termasuk kategori yang bergengsi di ajang STQ.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Penyelamatan Danau Limboto dijadikan sebagai salah satu fokus kerjasama riset pengembangan Geopark Gorontalo bersama The Research Institute for Humanity and Nature (RIHN) Kyoto Jepang.

Menurut Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki, Sabtu (6/7/2019), Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui bidang Litbang Bapppeda Provinsi Gorontalo telah melaksanakan beberapa kali pertemuan dengan Masayuki Sakakibara (RIHN) terkait kerjasama dalam riset untuk mengusulkan potensi geopark Gorontalo menjadi Nasional Geopark bahkan menjadi Global Geopark.

”Geopark secara umum dapat didefinisikan sebagai sebuah konsep manajemen pengembangan kawasan berkelanjutan yang menyerasikan keragaman geologi, hayati, dan budaya melalui prinsip konservasi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan secara holistik,” kata Budiyanto Sidiki.

Lebih lanjut Budiyanto Sidiki menguraikan, berdasarkan data tataan tektonik Indonesia oleh pakar geologi indonesia, Gorontalo harus mewaspadai ancaman bahaya gempa bumi dan tsunami, sebagai daerah yang rawan bencana, Gorontalo dikepung 4 patahan yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan gempa bumi dan tsunami.
Posisi Gorontalo ini unik, karena di daerah ini terdapat ancaman gempa dari 4 sisi, yaitu sesar di laut sebelah utara, sesar yang memotong daratan Gorontalo, serta sesar di sebelah selatan dan timur. Berdasarkan data ini salah satu sesar yang melintasi dataran gorontalo berada tepat membelah danau Limboto.

Lebih jauh Budiyanto mengungkapkan, data dari salah satu ahli geologi Jepang yaitu Masayuki Sakakibara, potensi bencana ini ditandai dengan adanya potensi sumber air panas di daerah pentadio dimana lazimnya sumber air panas berada di daerah yang memiliki gunung berapi/potensi vulkanik.

 “Untuk itu perlu adanya riset lebih dalam mengenai potensi kebencanaan akibat adanya sesar yang melintasi wilayah gorontalo khususnya danau limboto,” urai Budiyanto Sidiki.

Data yang diperoleh dari bidang Litbang Bapppeda Provinsi Gorontalo, Danau Limboto merupakan salah satu aset sumber daya geologi milik Provinsi Gorontalo yang berperan sebagai pencegah banjir, tempat penyimpanan air, sumber air pengairan, lahan perikanan, habitat berbagai fauna dan flora, tempat olah raga air (dayung), dan obyek wisata.

Secara geologi, danau ini terbentuk karena tektonik yang sangat aktif pada lengan utara Sulawesi khususnya dan tektonik pulau Sulawesi umumnya. Danau Limboto, merupakan cekungan rendah atau laguna, yang merupakan muara sungai-sungai yang ada di gorontalo.

Kondisi saat ini, danau limboto sudah sangat memprihatinkan. Berdasarkan data, luas danau Limboto berkurang seluas 4.304 Hektar (62,6 persen) atau rata –rata susut luas danau mencapai 66 hektar pertahun. Dan ada kemungkinan danau ini akan lenyap 37 tahun kemudian yakni pada tahun 2044, dan menjadi daratan bila tidak dilakukan penyelamatan atas danau ini.

Susut danau akan meningkat akibat penggunaan lahan sawah dan pemukiman menuju arah inti lembah danau sehingga kemungkinan danau ini akan lenyap lebih cepat. Ditambah lagi dengan adanya potensi gempa terhadap wilayah Gorontalo yang dapat menyebabkan tsunami danau serta kemungkinan bencana lainnya seperti likuifaksi.

“Inilah yang menjadi salah satu konsen Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mengangkat danau limboto sebagai salah satu geosite sehingga perlu dilaksanakan riset terkait warisan geologi sebagai bagian dari potensi pengembangan geopark gorontalo yang nantinya diharapkan akan menciptakan produk geowisata yang melindungi geoheritage, membantu membangun komunitas, mengkomunikasikan dan mempromosikan warisan geologi di Indonesia,” pungkas Budiyanto Sidiki.

Pertemuan-pertemuan terkait riset ini juga telah dilakukan oleh Bappeda bekerjasa dengan RIHN beberapa waktu lalu dan juga akan melibatkan perguruan tinggi yang ada di Gorontalo seperti Universitas Negeri Gorotalo dan perguruan tinggi lainnya seperti Institut Teknologi Bandung.

 

Pewarta : Asriani - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo